Pengertian Suaka Marga Satwa, Ciri, dan Fungsinya

Diposting pada

Pengertian Suaka Marga Satwa

Aku sedang senang, pergi ke kebun binatang, lihat berbagai hewan, aku sungguh senang. Apakah kalian membawa penggalan lirik lagu kebun binatang tersebut sambil bernyanyi? Jika ya, selamat masa kecil kalian terselamatkan!. Kebun binatang (suaka marga satwa) merupakan tempat pelestarian lingkungan yang mana terdapat berbagai macam hewan di dalamnya.

Suaka Marga Satwa

Suaka marga satwa adalah kebun binatang yang menyimpan beberapa koleksi hewan, baik yang sudah terancap punah maupun yang masih sering dijumpai. Tempat menyimpan hewan yang secara spesifik termasuk ke dalam hewan yang hampir punah sebenarnya tidak di dalam kebun binatang.

Di Indonesia sendiri terdapat berbagai macam contoh suaka marga satwa, hal ini karena di Indonesia terdapat banyak sekali habitat asli beberapa binatang yang dikategorikan hampir punah. secara spesifik mengenai suaka marga satwa. Penjelasan suaka marga satwa dapat kita simak secara detail pada penjelasan bahasan materi sebagai berikut.

Pengertian Suaka Marga Satwa

Pengertian suaka marga satwa adalah kawasan lingkungan tersebut mempunyai karakteristik khusus yang memiliki keanekaragaman ekosistem binatang di dalamnya. Suaka marga satwa biasanya ditinggali oleh beberapa ekosistem binatang yang sudah terancam punah atau langka.

Apabila pada suatu lingkungan ditinggali beberapa binatang yang terancam punah, maka dari pada harus mengangkut keseluruhan binatang langka tersebut menuju kebun binatang hal yang paling efektif adalah membuat penangkaran lingkungan yang disebut suaka marga satwa.

Pelestarian ekosistem dapat terbagi menjadi 2, antara lain;

  • Cagar alam adalah lingkungan alam yang dipergunakan untuk pelestarian tumbuhan
  • Suaka marga satwa adalah lingkungan yang dimanfaatkan untuk pelestarian satwa atau binatang.

Penting untuk diketahui, bahwasanya berdirinya suaka marga satwa dilandasi oleh peraturan pemerintah yang kuat. Asas berdirinya suaka marga satwa berdasarkan pada undang–undang 1945 nomor 41 tentang kehutanan dan pelestariannya dalam menjaga kerusakan lingkungan hidup akibat manusia.

Ciri Suaka Marga Satwa

Suaka marga satwa mempunyai karakteristik khas yang dapat dibedakan antara kebun binatang dan suaka marga satwa. Ciri umum suaka marga satwa adalah memiliki fauna khas endemic daerah tempat berdirinya suaka marga satwa. Berbeda dengan kebun binatang yang memiliki berbagai macam satwa di dalamnya. Ciri khas suaka marga satwa dapat kita simak pada ulasan sebagai berikut;

Sisi Geografis

Ditinjau dari sisi geografisnya, kehadiran suaka marga satwa mempunyai ciri–ciri bahwa letak suatu lingkungan suaka marga satwa dipengaruhi oleh letak astronomisnya. Suaka marga satwa yang berada di sekitar garis khatulistiwa mempunyai ciri khas satwa endemic berupa hewan tropis.

Sedangkan letak astronomis suaka marga satwa yang berada jauh dari garis khatulistiwa memiliki ciri khas hewan sub tropis. Berbeda lagi dengan satwa khas endemik daerah kutub. Sebagai contoh, suaka marga satwa di Indonesia memiliki fauna khas seperti gajah, macan, dan lain-lain.

Suaka marga satwa di Australia memiliki fauna khas seperti kanguru dan anoa, sedangkan suaka marga satwa di daerah kutub memiliki fauna khas berupa beruang kutub, penguin, dan lain–lain.

Sisi Atmosferik

Yang dimaksud dengan sisi atmosferik suaka marga satwa adalah suatu pelestarian pada permasalahan lingkungan suaka marga satwa berdiri karena ingin melestarikan hewan langka yang sudah langka karena faktor cuaca di permukaan bumi yang sudah menentu dikarenakan pencemaran global. Suaka marga satwa jenis sisi atmosferik adalah pelestarian komodo di pulau komodo.

Sisi Hidrologis

Karakteristik suaka marga satwa dari sisi hidrologis yang dimaksud disini adalah berdasarkan pada kata hidrologi yang berarti air. Karakteristik ciri suaka marga satwa yang ditinjau dari sisi hidrologisnya adalah penangkaran jenis ikan yang sudah mulai punah seperti hiu martil, hiu putih, dan lain–lain.

Sisi Geologis

Karakteristik suaka marga satwa yang ditinjau dari aspek geologis yang dimaksud adalah penangkaran hewan langka karena aktivitas geologis seperti pemindahan habitat asli harimau jawa yang berada di lereng gunung slamet menuju ke daerah way kambas di provinsi lampung. Pemindahan ini dilakukan karena faktor aktivitas vulkanis gunung slamet yang dapat membahayakan kehidupan bagi harimau jawa.

Sisi Sosial Ekonomi

Karakteristik suaka marga satwa yang ditinjau dari aspek sosial ekonomi adalah memiliki indikator sebagai suaka marga satwa digunakan untuk memajukan perekonomian suatu negara an kegiatan sosial disini adalah untuk kebutuhan rekreasi masyarakat.

Bentuk Hutan

Suaka marga satwa merupakan suatu penangkaran untuk hewan yang sudah mulai langka untuk dilestarikan. Supaya para binatang dapat betah dan berkembang biak di daerah penangkaran maka perlu mendesain penangkaran tersebut sesuai habitat asli satwa yang berupa hutan. Hutan suaka marga satwa selain berfungsi untuk menjamin keberlangsungan hidup satwa juga memiliki banyak manfaat untuk manusia. Selengkapnya baca; Manfaat Hutan Bagi Manusia di Kehidupannya

Keunikan Hutan

Desain hutan yang dijadikan suatu penangkaran untuk suaka marga satwa harus memiliki keunikan tersendiri. Dimana keunikan hutan suaka marga satwa harus mencirikan pada kehidupan satwa penangkaran di dalamnya. Sebagai contoh untuk penangkaran gajah diperlukan danau yang relatif luas untuk kebutuhan air gajah. Lalu untuk penangkaran satwa jenis monyet diperlukan pohon – pohon yang besar agar monyet dapat bermain dengan riang.

Fungsi Suaka Marga Satwa dan Contohnya

Suaka marga satwa memiliki fungsi dan dapat dicontohkan pada kehidupan manusia di keseharainnya. Diantaranya fungsi dan contoh suaka marga satwa adalah pengadaan pulau komodo untuk pelestarian hewan berjenis komodo dan fungsi bagi negara juga dapat meningkatkan devisa negara sebagai pendapatan yang didapatkan dari turis yang mendatangi daerah tersebut.

Implementasi Suaka Marga Satwa untuk Dunia Pendidikan

Pada materi suaka marga satwa dapat dilakukan implemantasi di dunia pendidikan. Materi suaka marga satwa dapat dikaitkan pada pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Kelas 6 SD. Materi suaka marga satwa masuk pada standar kompetensi memahami pentingnya pelestarian lingkungan dan melestarika jenis makhluk hidup untuk mencegah kepunahannya.

Kompetensi dasar pada materi suaka marga satwa adalah mengidentifikasi jenis hewan dan tumbuhan yang hampir mengalami kelangkaan atau kepunahan. Indikator yang diharapkan diperoleh oleh peserta didik melalu materi suaka marga satwa adalah semoga peserta didik dapat mengetahui contoh hewan langka yang hampir mendekati kepunahan atau kelangkaan.

Indikator yang kedua dari materi suaka marga satwa adalah diharapkan peserta didik dapat menyebutkan beberapa hewan yang mendekati kepunahan. Dan indikator yang terakhir adalah peserta didik diharapkan mampu membedakan antara suaka marga satwa dengan kebun binatang.

Pada pemberian materi suaka marga satwa di jenjang sekolah dasar ini memiliki tujuan pembelajaran bahwa peserta didik melalui pengamatan media pembelajaran dapat menyebutkan beberapa hewan yang hampir punah. Peserta didik juga harus dapat menjelaskan beberapa hewan yang hampir punah melalui proses penalaran. Peserta didik harus dapat membedakan suaka alam dan suaka marga satwa melalui penjelasan seorang guru.

Indikator yang mendukung tujuan pembelajaran materi suaka marga satwa ini adalah peserta didik harus dapat menyebutkan faktor – faktor yang dapat mempengaruhi kelangkaan suatu fauna. Dan tujuan pembelajaran yang terakhir adalah diharapkan peserta didik mampu untuk menyebutkan beberapa cara untuk melindungi dan melestarikan hewan yang hampir punah atau hewan langka.

Materi suaka marga satwa juga dapat dikaitkan pada mata pelajaran geografi SMA kelas XI melalui bab biosfer. Pada materi suaka marga satwa untuk geografi SMA ini memiliki standar kompetensi menganalisis fenomena biosfer. Kompetensi dasar pada materi suaka marga satwa adalah menjelaskan pengertian fenomena biosfer.

Untuk indikator pada bab biosfer untuk materi suaka marga satwa adalah diharapkan peserta didik dapat mendeskripsikan pengertian fenomena biosfer. Tujuan pembelajaran untuk materi suaka marga satwa pada geografi SMA adalah diharapkan peserta didik mampu untuk menjelaskan kembali pengertian fenomena biosfer.

Sedangkan metode pembelajaran paling ampuh untuk materi suaka marga satwa adalah menggunakan metode pembelajaran teacher center, tanya jawab, dan penugasan. Dengan penjelasan mengenai pengertian suaka marga satwa diatas semoga peserta didik dapat membantu melindungi satwa yang hampir punah.

Nah, ulasan diatas adalah sedikit pengertian mengenai suaka marga satwa. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi para pembaca khususnya siswa SD kelas 6 dan siswa SMA kelas XI yang sedang mempelajari mengenai suaka marga satwa. Terima kasih !

Berikan Ranting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *