Pengertian Rawa, Jenis, dan Fungsinya

Diposting pada

Pengertian Rawa

Pernahkah kalian berkunjung di obyek wisata Rawa Pening yang terdapat di Kabupaten Semarang Jawa Tengah? Atau permahkah kalian berkunjung ke obyek wisata rawa – rawa yang lainnya? Mengapa rawa – rawa dapat dijadikan sebagai obyek wisata? Hal tersebut karena keunikan sebuah rawa – rawa sebagai bagian daripada macam pemandangan alam.

Secara kenampakan dari kejauhan atau dari digitasi citra pada sebuah peta mungkin rawa-rawa tidak berbeda dengan danau atau waduk. Yang mana dalam hal ini rawa  rawa digambarkan sebagai sebuah perairan di tengah daratan. Namun rawa tetap mempunyai keunikannya sendiri. Keunikannya tersebut dapat dibedakan lewat pengertian, jenis, dan fungsinya. Berikut adalah penjelasannya

Pengertian Rawa

Pengertian rawa adalah sebuah perairan yang berada di tengah–tengah daratan. Rawa mempunyai tingkat kedalaman air yang relatif dangkal. Kedalaman rawa – rawa hanya sekitar 100 m dibawah permukaan air. Secara harfiah dapat dijelaskan rawa-rawa adalah sebuah bagian pada permukaan bumi yang tergenang air. Air yang terdapat di rawa-rawa mempunyai karakteristik air tawar.

Tanaman di Rawa-Rawa

Pada permukaan rawa – rawa sering dijumpai bahwa ditumbuhi oleh tanaman. Rawa – rawa terletak lebih rendah dari dataran yang berada disekitar rawa – rawa. Karena tingkat kedalaman rawa – rawa yang cenderung dangkal maka rawa-rawa mudah ditumbuhi oleh tanaman.

Tanaman yang dapat ditemukan di rawa – rawa antara lain adalah sebagai berikut;

  • Tanaman kayu manis
  • Rerumputan
  • Enceng gondok
  • Ddan lain sebagainya

Alasan tanaman yang hidup di rawa ini salah satunya lantaran mempunyai karakteristik sebagai lapisan tanah gambut. Dengan begitulah, Rawa-rawa banyak dimanfaatkan oleh petani enceng gondok yang dijadikan lahan pertanian tanaman tersebut.

Selain jenis rerumputan dan tanaman air, rawa – rawa juga dapat dimanfaatkan untuk pertumbuhan kayu–kayu besar seperti pohon hutan tropis. Pemanfaatan pohon besar hutan tropis biasa ditemukan pada rawa-rawa yang terapat di Pulau Kalimantan dan Pulau Papua.

Rawa -rawa mempunyai karakteristik tanah yaitu tanah gambut. Tanah gambut dapat menjadi penghalang terjadinya kebakaran hutan. Tanah gambut memiliki kandungan air yang cukup tinggi sehingga mencegah kebakaran hutan yang berpotensi melanda lahan perhutanan.

Jika rawa – rawa tidak memiliki kehidupan di dalamnya seperti keberadaan tanaman pertanian daerah rawa – rawa maka rawa-rawa tidak berbeda dengan danau. Ciri–ciri rawa – rawa yang memiliki unsur kehidupan di dalamnya lah yang membedakan rawa – rawa dengan jenis perairan yang lain.

Jenis Rawa

Seperti jenis perairan yang lain, rawa – rawa juga dapat diklasifikasikan dalam beberapa jenis. Pembagian jenis rawa-rawa dapat ditinjau dari lokasi dan jenis air. Penjelasan mengenai pembagian jenis rawa-rawa dapat kita simak pada pembahasan sebagai berikut;

Berdasarkan Lokasi

Berdasarkan dari lokasinya, rawa – rawa memiliki perbedaan unsur dari tiap – tiap lokasi sebuah rawa – rawa. Jika rawa – rawa pantai memiliki karakteristik air yang asin maka rawa – rawa payau memiliki karakteristik air yang tawar dan masih banyak contoh perbedaan yang lainnya menurut lokasi dari sebuah rawa – rawa.

Berdasarkan lokasinya, rawa – rawa dapat dibedakan menjadi rawa – rawa pantai, rawa – rawa payau, rawa – rawa pantai, rawa – rawa cekungan, dan rawa – rawa danau. Pembahasan pada berbagai jenis rawa – rawa berdasarkan lokasinya dapat kita simak pada penjelasan sebagai berikut.

Rawa Pantai

Rawa – rawa pantai adalah rawa – rawa yang terdapat di pantai. Letak rawa – rawa pantai biasanya terletak di pinggir pantai. Pengaruh pasang surut yang terdapat di pantai menyebabkan kondisi dari rawa – rawa pantai. Pada saat air laut pasang, rawa – rawa pantai tertutup air laut. Sebaliknya, pada saat air laut surut maka terbentuklah sebuah rawa-rawa pantai.

Rawa-rawa pantai selalu dipenuhi oleh hutan bakau. Hutan bakau mempunyai manfaat mencegah abrasi. Abrasi adalah pengikisan daratan oleh air laut. Contoh keberadaan rawa – rawa pantai adalah di Sayung, Demak, Jawa Tengah.

Rawa Payau

Rawa – rawa payau adalah perairan rawa – rawa yang terdapat di sekitar pinggiran sungai. Rawa – rawa payau terjadi karena permukaan yang rendah di sekitar pinggiran sungai selalu tergenang air pada saat air sungai meluap. Rawa – rawa payau tidak memiliki karakteristik tanah gambut tetapi memiliki karakteristik tanah alluvial. Maka pemanaatan rawa – rawa payau sering digunakan sebagai lahan pertanian rawa – rawa – rawa – rawa.

Rawa Sungai

Secara sekilas sulit dibedakan antara rawa – rawa sungai dengan rawa – rawa payau. Perbedaan antara rawa – rawa payau dan rawa – rawa sungai adalah jika di rawa – rawa payau dapat terjadi di dataran rendah namun tidak dapat terjadi di dataran tinggi. Sedangkan rawa – rawa sungai dapat muncul di dataran rendah dan dataran tinggi.

Rawa Cekungan

Rawa – rawa cekungan adalah permukaan pada sebuah cekungan yang tingkat ketinggiannya lebih rendah daripada air. Rawa – rawa cekungan terjadi karena faktor pengangkatan dan faktor penurunan tenaga endogen yang terjadi di sekitar cekungan. Obyek Wisata Rawa – rawa Pening yang terdapat di Kabupaten Semarang Jawa Tengah merupakan contoh dari sebuah rawa – rawa cekungan.

Rawa Danau

Rawa-rawa Danau merupakan sebuah rawa – rawa yang terdapat di sekitar danau. Rawa – rawa danau terbentuk dari efek pasang dan surutnya air danau. Pada saat musim penghujan tiba, jumlah kapasitas air pada danau meluap. Akibatnya permukaan yang rendah di sekitar danau tergenang air yang akhirnya menjadi rawa-rawa danau.

Berdasarkan Karakteristik Air

Selain berdasarkan lokasinya, klasifikasi jenis sebuah rawa – rawa juga dapat dibedakan dari karakteristik air yang terdapat di rawa – rawa. Karakteristik rawa – rawa dapat berupa asin, payau, dan tawar. Karakteristik jenis rawa – rawa dapat simak pada penjelasan sebagai berikut;

Karakteristik Air Asin

Karakteristik air asin pada rawa – rawa terdapat pada rawa – rawa yang menggenangi pinggiran pantai. Rasa air asin ini terjadi karena rawa – rawa tersebut disebabkan oleh air laut yang pasang lalu surut hingga menjadi sebuah rawa – rawa.

Karakteristik Air Payau

Rawa-rawa yang memiliki karakteristik air payau adalah air yang berasal dari campuran air tawar dan air asin. Payau dapat mengandung arti bahwa setengah asin setengah tawar. Karakteristik rawa – rawa air payau biasa ditemukan di sekitar daratan Sumatera.

Karakteristik Air Tawar

Rawa – rawa yang memiliki karakteristik air tawar mengandung unsur air yang berasal dari air sungai, air hujan, dan air tanah. Rawa – rawa ini dapat menjadi habitat beberapa jenis hewan air seperti ikan, ular, biawak, dan masih banyak lagi.

Fungsi Rawa

Seperti jenis–jenis daerah perairan yang lainnya, rawa – rawa juga mampu memiliki beberapa manfaat dibalik keberadaannya. Fungsi dari perairan rawa–rawa tersebut antara lain adalah sebagai berikut;

  1. Rawa dapat dijadikan sebagai lahan pertanian seperti dimanfaatkan guna menghasilkan eceng gondok dan tanaman air yang lainnya, penghasil kayu untuk tanaman hutan tropis, ladang perikanan, dan ladang pertanian tanah gambut.
  2. Rawa bermanfaat untuk mencegah terjadinya bencana alam. Hal ini lantaran dapat menyerap air dengan ceoat sehingga penyebab banjir daoat diminimalisir.
  3. Rawa bermanfaat bagi sebagai penghasil pohon bakau yang selama ini, diakui ataupun tidak dapat dapat diamnafaat untuk struktur bumi terutama mencegah terjadinya  abrasi, keadaan ini sebagaimana yang sudah terjadi di berbagai wilayah Indonesia.

Nah, demikianlah penjelasan singkat mengenai pengertian rawa. Semoga artikel yang kami tuliskan pada kesempatan kali ini dapat bermanfaat bagi para pembaca khususnya pelajar yang sedang mempelajari tentang ilmu geografi. Terima Kasih !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *