Pengertian Wilayah Formal, Ciri, dan Contohnya

Diposting pada

Wilayah Formal Adalah

Di pengertian desa yang masih asri, sepanjang mata memandang selalu dipenuhi dengan ladang pertanian. Bertani merupakan mata pencaharian mayoritas penduduk pedesaan. Sampai-sampai kepala desa disana gajinya bukan diberikan berupa materi namun dalam bentuk sawah. Setiap satu kali panen yang kurang lebih 3 bulan sekali, buruh tani biasanya mendapatkan rentang penghasilan hingga Rp. 5.000.000,-.

Tentunya penghasilan tersebut belum dikurangi dengan biaya pembelian pupuk, bibit, bahan bakar traktor, dan lain-lain yang menunjang kegiatan pertanian. Mengapa sekelumit pembahasan barusan mengkaji pertanian? Hal ini dikarenakan pertanian merupakan salah satu contoh nyata wilayah formal. Uraian materi kali ini akan mengulas secara lengkap mengenai wilayah formal dari segi pengertian, ciri, dan contohnya. Langsung saja simaklah materi sebagai berikut.

Wilayah Formal

Wilayah formal adalah suatu hal yang melekat antara manusia dan alam, manusia dan perindustrian, manusia dan perekonomian, dan lain-lain. Dapat ditarik garis besar bahwa wilayah formal adalah suatu kelekatan antara manusia dengan objek yang mengelilinginya. Lantas apa bedanya antara wilayah formal dan wilayah fungsional? Bedanya terletak pada hubungan yang saling dikorelasikan.

Pada wilayah fungsional, satu indikator memiliki keterkaitan dengan variabel lainnya. Sedangkan kembali lagi, pada wilayah formal yang saling terikat adalah manusia dengan objek. Biasanya, untuk mengkaji wilayah formal yang digunakan sebagai tolak ukur adalah peta topografi. Bagaimana bentuk permukiman yang ada di dataran rendah ataupun dataran tinggi dapat dipastikan berbeda.

Ciri Wilayah Formal

Untuk mencirikan wilayah dan perwilayahan formal, perlu menaruh permukiman penduduk di dalamnya. Hutan belantara tanahnya bisa digunakan untuk bercocok tanam bidang perkebunan. Namun disana tidak terdapat satu permukiman di dalamnya. Maka dalam kasus ini hutan belantara dianggap sebagai wilayah fungsional bagian daerah resapan. Berbeda jika hutan tersebut dihuni sekelompok manusia, maka fungsinya sudah berubah menjadi wilayah formal.

Biasanya, warga yang berdiri dan menjalani kehidupan dalam wilayah formal memilih untuk menetap. Hal yang menyebabkan manusia menetap dalam satu titik adalah adanya rasa nyaman. Kenyamanan membuat manusia membuang keinginan untuk menjadi nomaden. Maka dari itu munculah keinginan dalam diri manusia untuk mengembangkan wilayah formal. Untuk mengetahui ciri-ciri wilayah formal, simaklah penjelasan sebagai berikut.

Homogen

Homogen dapat diartikan sama persis, seragam, sejalan, kembar, dan itu-itu saja. Kita ambil contoh masyarakat pedesaan.

Mata pencaharian yang mereka lakukan sehari-hari tidak terlepas dari kegiatan pertanian. Di luar itu, sedikit warga desa yang menginginkan mengabdikan diri menjadi Pegawai Negeri Sipil. Bagaimana dengan desa industri? Apakah masyarakatnya juga tatap bekerja pada sektor pertanian?

Tidak, di pedesaan industri pekerjaan sektor pertanian menjadi minoritas. Namun kita kembali lagi pada hakekat wilayah formal. Wilayah formal menjunjung tinggi peradaban homogen sebagai unsur dasar berdirinya. Desa yang terkenal akan industri krupuk mayoritas warganya memproduksi krupuk sehingga banyak menyediakan tempat untuk posisi tenaga kerja. Hal ini juga bermanfaat untuk mengurangi maraknya beragam jenis jumlah pengangguran.

Statis

Statis memiliki arti tetap, tidak berubah baik naik atau turun, dan jika dibentuk menjadi grafik hanya memunculkan satu garis lurus horizontal. Wilayah formal warganya butuh waktu yang cukup lama untuk menghadapi suatu perubahan.

Sebagai contoh, trend ojek online yang bisa dimanfaatkan untuk order makanan sudah biasanya digunakan oleh masyarakat kota. Warga dalam pengertian perkotaan memanfaatkan layanan antar makanan dari ojek online ini karena banyak alasan.

Alasan yang pertama adalah tidak tersedianya banyak waktu untuk keluar mencari makanan sendiri. Kedua, kepemilikan transportasi yang terbatas. Ketiga timbulnya rasa malas untuk keluar rumah di perkotaan karena banyaknya titik-titik macet di jalanan.

Hal tersebut mungkin hanya sekelumit dari alasan warga kota memanfaatkan ojek online pengantar makanan. Alasan tersebut tidak bisa digunakan warga desa untuk memanfaatkan layanan ini.

Di desa masyarakatnya cenderung memiliki banyak waktu untuk bersantai, sehingga keluar mencari makanan pun bukan suatu hambatan bagi mereka. Disamping itu, penjual makanan di pedesaan biasanya disediakan oleh tetangga sekitar. Jadi untuk membeli makanan tidak perlu jauh-jauh. Kemacetan pun juga mustahil ditemukan di daerah pedesaan. Itulah mengapa wilayah formal memiliki karakteristik statis.

Pasif

Masyarakat yang mendiami wilayah formal cenderung pasif dengan apa yang ada di luar wilayah mereka. Yang mereka pedulikan adalah bagaimana untuk menjalani kehidupan sehari-hari dengan damai dan tenteram. Maka dari itu kepasifan secara otomatis telah tertanam dalam tubuh masyarakat wilayah formal. Berbeda dengan warga kota yang gemar membicarakan hal-hal diluar inner circle-nya.

Contoh Wilayah Formal

Wilayah formal banyak contohnya yang dapat diberikan. Yang perlu diketahui adalah hubungan antara manusia dengan alam sekitar itulah wilayah formal. Masyarakat yang menjalin hubungan pekerjaan dengan atasannya apakah bisa dikatakan wilayah formal? Bukan, itu wilayah fungsional.

Pekerja yang sedang mencari sumber produksi lah yang bisa dikatakan wilayah formal. Berikut beberapa contoh yang dimaksud dengan wilayah formal.

Pertanian

Pertanian adalah kegiatan bercocok tanam yang umumnya dilakukan oleh masyarakat di pedesaan. Jika hutan dikatakan sebagai paru-paru dunia, maka ladang pertanian adalah perutnya dunia. Tanaman yang dibudidayakan pada ladang pertanian umumnya adalah makanan pokok seperti padi, jagung, singkong, dan lain-lain. Musuh terbesar bagi para pekerja sektor pertanian adalah kekeringan dan hama.

Hama seperti tikus, burung pipit, dan lain sebagainya dapat diusir dengan berbagai cara. Namun kekeringan tidak bisa diatasi secara mudah. Turun hujan adalah solusi yang paling mujarab untuk mengatasi permasalah kekeringan yang sedang dilanda oleh masyarakat pedesaan. Banyak cara tradisional yang bisa dipakai untuk memanggil datangnya hujan. Biasanya kegiatan seperti ini ada bau-bau mistisnya. Kembali lagi pada kepercayaan masing-masing insan.

Pegunungan

Pengertian pegunungan secara keilmuan bahasa Indonesia adalah daerah yang terdapat beberapa gunung dalam suatu tempat. Pegunungan berdasarkan keilmuan geografi adalah dataran tinggi yang memiliki ketinggian kurang dari 3.000 meter di atas permukaan laut dan berbentuk memanjang.

Tumbuhan yang cocok ditanam di pegunungan umunya buah-buahan dan sayur-sayuran. Suhu di daerah pegunungan biasanya sejuk, berbeda dengan pesisir pantai yang suhunya panas.

Di pegunungan kita senantiasa memakai jaket yang tebal. Jaket tebal tidak cocok dipakai di pesisir pantai karena akan menghasilkan keringat yang berlebih. Meski demikian, warga pegunungan menginginkan ikan yang dicari oleh para nelayan pantai.

Perkotaan

Perkotaan adalah wilayah formal yang tidak cocok dengan pengertiannya. Bagaimana mau cocok, yang dimiliki oleh wilayah formal adalah hubungan manusia dengan alam. Sedangkan di kota tidak ditemui alam sama sekali. Paling hanya gedung-gedung perkantoran dan perindustrian.

Wilayah formal yang terjadi di perkotaan letaknya pada bagian bidang industri. Pekerja buruh yang sedang bekerja bisa dimasukan dalam salah satu contoh wilayah formal.

Sudah tau kan kalian apa yang dimaksud dengan wilayah formal. Jika sudah membacanya, pahami agar artikel ini bermanfaat dikemudian hari. Sekian pembahasan kali ini, bila ada sumur di ladang boleh kita menumpang mandi, jika ada umur panjang boleh kita berjumpa lagi. Semangat dan terima kasih!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *