Ciri Wilayah Pantai dan Penjelasannya

Diposting pada

Ciri Wilayah Pantai

Indonesia pada hakekatnya menjadi negara yang memiliki garis pantai terbesar di dunia. Hal ini tentusaja wajangatlah wajar mengingat banyak pantai yang ada di berbagai wilayah dan perwilayahan yang ada di nusantara. Mulai dari Pantai Parangtritis di Jogjakarta, Pantai Panjang di Bengku, Pantai Pasir Putih di Lampung, dan lain sebagainya.

Bicara soal karakteristik pantai tentusaja tidak terlepas daripada bentuk lahan di samping badan air yang terdiri dari partikel lepas. Partikel ini penyusun pantai biasanya terbuat dari batuan, seperti pasir, kerikil, sirap, kerikil. Partikel juga dapat berasal dari biologis, seperti cangkang moluska atau alga coralline.

Pantai

Pantai adalah sebidang tanah sempit dan landai yang terletak di sepanjang tepi samudra, danau, atau sungai, adapun material yang biasa ada dalam pantai seperti pasir, kerikil, bebatuan, dan pecahan kerang menutupi pantai. Oleh karena itulah sebagian besar material pantai adalah hasil dari pelapukan dan erosi, sehingga bisa dikatakan bahwa pantai terbentuk melalui erosi bebatuan atau terumbu karang di dekat tepi laut.

Pengertian Pantai

Pantai adalah bentuk perbatasan wilayah daratan dengan lautan yang massa air lainnya dan bagian yang dapat pengaruh dari air tersebut. Sehingga kondisi ini menyebabkan terjadinya daerah pasang surut di pantai antara pasang tertinggi dan surut terendah.

Ciri Wilayah Pantai

Setidaknya untuk karakteristik wilayah pantai, antara lain:

  1. Pantai terus berubah

Hal ini terjadi lantaran adanya pasang surut dan cuaca dapat mengubah pantai setiap hari, membawa material baru dan menghilangkan material lainnya. Pantai juga berubah sesuai musim. Selama musim dingin, angin badai akan melemparkan pasir ke udara. Hal itu terkadang bisa mengikis pantai dan membentuk gundukan pasir.

Dimana gundukan pasir adalah area pasir dan sedimen yang terbuka di lepas pantai. Selama musim panas, ombak mengambil pasir dari gundukan pasir dan membangun kembali pantai. Perubahan musim ini menyebabkan pantai menjadi lebih luas dan memiliki kemiringan landai di musim panas, dan menjadi lebih sempit dan lebih curam di musim dingin.

  1. Bentuk Garisnya Tidak Beraturan

Banyak garis pantai berbentuk tidak beraturan dengan seringnya tonjolan batu dipisahkan oleh lubang-lubang air yang berukir. Tanjung adalah sebidang tanah sempit yang menjorok keluar menjadi badan air. Singkapan ini sering kali berbatu, dan karena menonjol keluar ke laut, mereka terkena hempasan ombak yang konstan. Ombak membelah tanjung meninggalkan gua, takik, dan tebing.

Material yang terkikis dari tanjung dibawa ke teluk, yang merupakan badan air tersembunyi di sepanjang garis pantai. Karena gelombang telah kehilangan banyak energinya pada saat mereka memasuki teluk, pasir, dan sedimen dibiarkan mengendap di daerah ini.

  1. Memiliki Bukit Pasir

Beberapa pantai mungkin juga memiliki bukit pasir lebih jauh ke pedalaman. Bukit pasir adalah gundukan pasir yang terbentuk oleh angin.

Bukit pasir yang baru terbentuk secara konstan dibentuk dan diubah oleh angin, tetapi bukit pasir yang lebih tua dan lebih mapan menjadi stabil karena vegetasi yang tumbuh di atasnya dan menahan pasir di tempatnya. Bukit pasir dapat melindungi daerah pedalaman dari kondisi laut yang keras.

Faktor Penyebab Perubahan Pantai

Adapun untuk faktor lain dalam perubahan pantai. Antara lain;

  1. Erosi pantai, hal ini tentusaja suatu proses alami di mana garis pantai terkikis oleh angin
  2. Pola cuaca yang berbah menjadi penyebab bentuk pantai tidak beraturan
  3. Penyusutan air menyusut yang menyebabkan adanya pemotongan pada lapisan tanah di atas pantai.
Kesimpulan

Dari penjelasan yang dikemukakan dapatlah dikatakan bahwa pantai adalah sebidang tanah sempit, biasanya landai landai yang membatasi badan air, seperti danau atau lautan. Pantai juga bisa diartikan sebagai formasi garis pantai yang bertemu dengan badan air dan mengandung pasir, kerikil, tanah atau sedimen lainnya.

Hal ini tentusaja memiliki lereng yang dangkal dan umumnya dapat dilalui tanpa banyak kesulitan. Pantai juga mungkin mengandung partikel atau sedimen dari kerang laut dan kehidupan laut lainnya.

Adapun batuan terkikis perlahan selama jutaan tahun menjadi partikel kecil, seperti pasir atau kerikil. Partikel-partikel yang membentuk pantai dapat melakukan perjalanan dari jarak bermil-mil jauhnya di lautan untuk mencapai pantai. Gelombang air membawa partikel dan menyimpannya di pantai. Pasang surut, atau air yang bergerak ke arah pantai, dan ombak juga menciptakan bentuk pantai.

Gelombang dapat membawa partikel masuk, menciptakan kemiringan bertahap, atau mengambil sedimen dan kembali ke laut. Dengan demikian, bentuk pantai terus berubah, tergantung pada pasang surut, ombak dan cuaca.

Demikianlah artikel yang bisa kami kemukakan pada kalian tentang adanya karakteristik pantai dan faktor penyebab perubahannya. Semoga memberikan edukasi serta literasi bagi siapapun yang sedang membutuhkannya pada saat ini.

Gambar Gravatar
Diah Ainurrohmah Adalah Alumni Jurusan Geografi dan Saat Ini Sedang Proses Penyelesaian Program Pascasarjana Geografi di Kampus Negeri Jawa Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *