Ciri Pusat Pertumbuhan Wilayah dan Penjelasannya

Diposting pada

Ciri Pusat Pertumbuhan Wilayah

Kajian terkait dengan pusat pertumbuhan wilayah dan perwilayahan dapatlah dipahami sebagai titik daya tarik bagi orang-orang yang jika tidak akan pergi ke daerah perkotaan besar yang padat. Pusat pertumbuhan identik memiliki bermacam-macam fungsi, diantaranya yaitu memudahkan koordinasi dan pembinaan, melihat perkembangan wilayah maju dan muncur, meratakan pembangunan di seluruh wilayah.

Untuk ciri negara berkembang seperti India yang hampir 70 persen penduduknya secara hiraki tinggal di pedesaan, maka perlu dilakukan revitalisasi tempo kegiatan ekonominya.

Pusat Pertumbuhan Wilayah

Pusat pertumbuhan adalah sebagai sentral layanan (pedesaan dan perkotaan) yang memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut dan oleh karena itu perlu didukung oleh beragam faktor, termasuk arti sumber daya alam (SDA), sumber daya manusia (SDM), ketersediaan fasilitas, dan lain-lain.

Ciri Pusat Pertumbuhan Wilayah

Terdapat beberapa penciri wilayah yang menjadikan suatu wilayah sesuai untuk pusat pertumbuhan, diantaranya yaitu:

  1. Ada hubungan internal dan beragam aktifitas

Terjadinya interaksi di dalam wilayah  sangat menentukan perkembangan wilayah tersebut. Keterkaitan antarsektor akan membangun pertumbuhan sektor lainnya. Wialayh perkotaan akan menjadi semakin hidup dengan berjalannya berbagai aktifitas seperti perdagangan, wisata, bisnis, pendidikan dan lainnya.

Berbagai jenis kota yang dijadikan sebagai pusat pertumbuhan harus menggerakkan semua sektor. Hal itu tentunya berbeda dengan kota perantara yang berfungsi untuk mengumpulkan berbagai bahan dari daerah belakang kemudian mengirimnya ke kota besar.

  1. Adanya efek pengganda (multiplier effect)

Efek yang satu ini terjadi karena adanya kegiatan produksi yang meningkat. Tingginya penawaran barang dan jasa akan memperbesar kapasitas produksi dan seringkali sampai memacu pertumbuhan daerah belakang yang menjadi sumber bahan baku dan tenaga kerja.

  1. Adanya konsentrasi geografis

Konsentrasi letak geografis tersebut terjadi karena berkumpulnya titik-titik fasilitas penunjang di wilayah tersebut, sehingga orang akan datang ke sana untuk belanja, sekolah, berwisata dan lainnya. Hal itu akan menjadikan kota semakin menarik untuk dikunjungi sehingga meningkatkan volume transaksi.

  1. Mendorong ke Daerah Belakang

Pusat pertumbuhan bukan hanya dinikmati oleh masyarakat yang ada di wilayah tersebut, tapi juga harus dinikmati oleh daerah belakang/penyuplai. Hal tersebut akan menciptakan hubungan harmonis antar daerah sehingga mengurangi adanya ketimpangan wilayah.

Dengan keberadaan pusat pertumbuhan tersebut diharapkan daerah belakangnya juga tumbuh pesat mengimbangi pusat pertumbuhan yang sudah berkembang.

Karakteristik Subtansial

fungsi pusat pertumbuhan adalah kawasan yang secara substansial memiliki karakteristik secara subtansial. Antara lain sebagai berikut;

  1. Dalam wilayahnya menggabungkan penggunaan lahan campuran yang biasanya mencakup ritel, kantor, layanan, dan penggunaan komersial, sipil, rekreasi, industri, dan residensial lainnya, termasuk perumahan yang terjangkau dan lingkungan pemukiman baru, dalam kawasan padat yang berkembang pesat.
  2. Derahnya menggabungkan ruang publik yang ada atau yang direncanakan yang meningkatkan interaksi sosial, seperti taman umum, bangunan sipil (misalnya, kantor pos, kantor kota), taman komunitas, dan tempat formal dan informal lainnya untuk berkumpul.
  3. Wilayahnya diatur di sekitar satu atau lebih tempat sentral atau titik fokus, seperti bangunan menonjol yang memiliki makna sipil, budaya, atau spiritual atau desa hijau, umum, atau alun-alun.
  4. Masyarakatnya secara hiraki mampu meningkatkan kepadatan pengembangan lahan yang secara signifikan lebih besar dari kepadatan yang ada dan yang diperbolehkan di beberapa bagian kota yang berada di luar pusat kota, pusat desa, pusat pertumbuhan, atau pusat kota baru yang ditentukan atau, dalam kasus kotamadya yang didominasi oleh daerah dari permukiman padat perkotaan yang ada.

Faktor Pendorong Pusat Pertumbuhan Wilayah

Dalam mendorong pengembangan dan pembangunan setiap daerah dalam pusat pertumbuhan wilayah. Antara lain;

  1. Adanya dukungan investasi yang direncanakan dalam infrastruktur dan mencakup sistem sirkulasi yang kondusif bagi pejalan kaki dan lalu lintas non-kendaraan lainnya dan yang menggabungkan, mengakomodasi, dan mendukung penggunaan sistem angkutan umum.
  2. Mampu menghasilkan area pengembangan lahan terkonsentrasi padat yang dilayani oleh infrastruktur yang ada atau direncanakan dan dipisahkan oleh pedesaan atau lanskap kerja.

Nah, itulah tadi artikel yang bisa kami kemukakan pada segenap pembaca berkenaan dengan karakteristik dalam pusat pertumbuhan wilayah dan penjelasan lengkapnya. Semoga memberikan pemahaman bagi kalian yang membutuhkannya.

Gambar Gravatar
Diah Ainurrohmah Adalah Alumni Jurusan Geografi dan Saat Ini Sedang Proses Penyelesaian Program Pascasarjana Geografi di Kampus Negeri Jawa Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *