Contoh Kota Eopolis, Polis, Megapolis, dan Tryanopolis

Diposting pada

Contoh Kota Eopolis, Polis, Megapolis, dan Tryanopolis

Kota menjadi salah satu tempat yang memiliki kepadatan jumlah penduduk dengan batas-batas yang ditentukan secara administratif yang pada umumnya karakteristik masyarakat kota bekerja bekerja pada bidang industri bukan pertanian. Sehingga dalam hal ini kota pada umumnya memiliki sistem yang luas untuk perumahan, transportasi, sanitasi, utilitas, penggunaan lahan, dan komunikasi.

Adapun pengelompokkan berdasarkan pendapat Lewis Mumford membedakannya menjadi 6 tahapan, yaitu eopolis, polis, metropolis, megapolis, tryanopolis, dan nekropolis. Tiap-tiap tahapan memiliki contoh masing-masing. Misalnya yaitu contoh kota nekropolis adalah Marina City, Batam, Indonesia.

Eopolis, Polis, Megapolis, dan Tryanopolis

Sebutan arti kota akan senantiasanya membentuk inti dari kawasan metropolitan dan kawasan perkotaan yang lebih besar, hal ini tentusaja menciptakan mobilitas penduduk untuk melakukan perjalanan menuju pusat kota. Seperti untuk pekerjaan, hiburan, dan menempuh pendidikan.

Yang pasti pada tahap perkembangannya kita takan asing dengan sebutan kota eopolis, polis, megapolis, dan tryanopolis. Semua itu terjadi karena ada korelasi dengan objek studi geografi. Sedangan untuk penjelasan arti dan contohnya sendiri secara umum sebagai berikut;

  1. Kota Eopolis dan Contohnya

Eopolis adalah tahap pertama sebuah kota. Kegiatan utamanya yaitu pertanian dan peternakan sapi. Budaya pada tahap ini adalah tipe neolitik karena perkembangan desa terpusat, perkembangan pendidikan dan budaya juga berkembang perlahan.

Contoh eopolis yaitu kota-kota yang ada di Indonesia. Misalnya saja;

  1. Kota Banjar

Kota Banjar yang mayoritas kegiatan perekonomiannya adalah di sektor pertanian, seperti perkebunan, peternakan, perikanan dan lainnya dari basis ekonomi agrikultur itulah perkembangan wilayah ini cukup pesat untuk dijadikan sebagai roda perputara ekonomi.

  1. Kota Polis dan Contohnya

Polis harfiah berarti “kota” dalam bahasa Yunani. Desa besar diubah menjadi kota. Yang artinya pada tahapan polis ini identik dengan pasar telah berkembang, pusat hiburan dan pendidikan pun dikembangkan. Sudah mulai ada komunikasi antara desa dan kota dan jalan juga dibangun di daerah pemukiman.

Dalam historiografi modern, polis biasanya digunakan untuk menunjukkan negara-kota Yunani kuno, seperti Athena Klasik dan orang-orang sezamannya, dan dengan demikian sering diterjemahkan sebagai “negara-kota (city-state)”.

Contoh polis, antara lain:

  1. Sparta

Sparta adalah salah satu city-state Yunani terpenting sepanjang periode Archaic dan Klasik dan terkenal dengan kehebatan militernya.

Kota ini juga terus bersaing dengan kota-kota besar Yunani lainnya di Athena dan Korintus dan terlibat dalam dua konflik yang berkepanjangan dan sangat merusak, Perang Peloponnesia pada pertengahan hingga akhir abad ke-5 SM dan Perang Korintus pada awal abad ke-4 SM.

  1. Athena

Pada periode klasik Yunani Kuno, yaitu sekitar 508 sampai dengan 322 Sebelum Masehi, Athena ialah sebuah polis (negara kota) yang terkenal di Attika, Yunani. Kota ini memimpin Liga Delos dalam Perang Pelopnnesos melawan Sparta dan Liga Peloponnesos.

  1. Kota Megalopolis dan Contohnya

Megalopolis adalah tahap terakhir perkembangan kota setelah degradasi kota dimulai. Karena bisnis para pengusaha menjadi kaya dan di sini jumlah rumah bertambah dari hari ke hari. Evolusi pemujaan kekuasaan, kapitalisasi dan degradasi moral dimulai. Istilah ini pertama kali muncul pada abad ke-20, untuk merujuk pada “kota yang sangat besar”.

Contoh megalopolis, antara lain:

  1. Nile River Delta Governorates (Alexandria, Beheira, Kafr el-Sheikh, Gharbia, Monufia, Qalyubia, Dakahlia, Damietta, Al Sharqia, dan Port Said) memiliki populasi gabungan sebanyak 41.045.135 jiwa. Luas keseluruhan dari kawasan ini adalah 18.199 mil persegi sehingga kepadatan penduduk 2.255,4 per mil persegi.
  2. The Gauteng City Region (PWV) di di Afrika Selatan, yang mencakup bagian perkotaan Provinsi Gauteng (Pretoria, Centurion, Midrand, Johannesburg, dan Segitiga Vaal, dengan populasi lebih dari 14 juta.
  3. Megalopolis Kota Meksiko, juga dikenal sebagai Megalopolis Meksiko Tengah adalah megalopolis yang berisi Kota Meksiko Besar dan wilayah metropolitan sekitarnya.
  4. Great Lakes Megalopolis, terdiri dari kelompok wilayah metropolitan di Amerika Utara sebagian besar di wilayah Danau Besar dan di sepanjang Sungai Saint Lawrence. Ini adalah megalopolis terpadat dan terbesar di Amerika Utara.
  5. Delta Sungai Yangtze adalah megalopolis berbentuk segitiga yang umumnya terdiri dari wilayah Shanghai yang berbahasa mandarin Wu, provinsi Jiangsu selatan, dan provinsi Zhejiang utara. Daerah ini terletak di jantung wilayah Jiangnan (secara harfiah, “selatan Sungai”), di mana Sungai Yangtze mengalir ke Laut Cina Timur.
  6. Pearl River Delta Metropolitan Region (PRD) adalah dataran rendah yang mengelilingi muara Sungai Mutiara, tempat aliran Sungai Mutiara ke Laut Cina Selatan. Ini adalah salah satu daerah perkotaan terpadat di dunia, dan sering dianggap sebagai kota besar.
  7. Blue Banana (juga dikenal sebagai Megalopolis Eropa atau Poros Liverpool-Milan) adalah koridor urbanisasi yang terputus-putus yang menyebar di Eropa Barat dan Tengah. Ini membentang kira-kira dari Wales Utara melalui Midlands Inggris melintasi Greater London ke negara bagian Benelux dan sepanjang Rhineland Jerman, Jerman Selatan, Alsace di Prancis di barat dan Swiss (Basel dan Zürich) ke Italia Utara (Milan) di selatan.
  1. Kota Tyranopolis dan Contohnya

Ciri utama dari kota tyranopolis adalah ketergantungan sosial yang dimulai pada tahap ini. Setanisme (satanism) dimulai di bidang bisnis dan perdagangan. Dan kota itu dikelilingi oleh banyak masalah, sehingga kota mengalami penurunan secara drastis, karena permasalahan internal ataupun eksternal.

Contoh tyranopolis ialah;

  1. Kota di Negara Zimbabwe

Negara yang pernah mengalami krisis ekonomi selama bertahun-tahun misalnya Zimbabwe dimana berbagai jenis kota di negara ini terkena dampak karena terjadinya peperangan dan krisis ekonomi. Hal itu tentusaja disebabkan harga-harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan yang disusul dengan kenaikan harga BBM lebih dari dua kali lipat.

Kesimpulan

Dari penjelasan yang telah dikemukakan dapatlah dikatakan bahwa klasifikasi dalam jenis kota eopolis, polis, megapolis, dan tryanopolis pertamakali dikemukakan oleh Lewis Mumford pada tahun 938, ia adalah seorang sejarawan Amerika, sosiolog, filsuf teknologi, dan kritikus sastra mengemukakan enam tahap perkembangan kota.

Nah, demikianlah artikel yang bisa kami kemukakan pada semua pembaca berkaitan dengan contoh kota eopolis, polis, megapolis, dan tryanopolis yang ada di Indonesia dan beberapa negara di Dunia. Semoga memberikan edukasi untuk segenap pembaca yang sedang membutuhkannya.

Gambar Gravatar
Diah Ainurrohmah Adalah Alumni Jurusan Geografi dan Saat Ini Sedang Proses Penyelesaian Program Pascasarjana Geografi di Kampus Negeri Jawa Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *