Pengertian Mobilias Penduduk, Jenis, Penyebab, dan Contohnya

Diposting pada

Mobilias Penduduk Adalah

Mobilitas mengacu pada perpindahan orang dari satu tempat ke tempat lain, atau dari suatu pekerjaan ke pekerjaan, atau bahkan dari satu kelas sosial ke kelas sosial. Mobilitas pada pengertian penduduk mengacu pada pergerakan geografis orang-orang di mana telah terjadi perubahan tempat tinggal. Pergerakan orang-orang di tingkat geografis yang lebih kecil merupakan faktor penting dalam perubahan populasi di tingkat lokal dan paling baik diukur menggunakan data sensus yang tersedia setiap sepuluh tahun.

Akan tetapi, mobilitas populasi dapat menjadi faktor utama dalam ancaman dan risiko kesehatan masyarakat secara global, khususnya distribusi organisme yang resisten terhadap obat antimikroba. Mobilitas manusia menyebabkan peningkatan organisme yang resistan terhadap obat antimikroba dan penyakit menular yang kebal obat. Pergerakan populasi internasional merupakan komponen integral dari proses globalisasi. Untuk memperjelas pemahaman kita tentang mobilitas penduduk, artikel ini akan mengulas tentang pengertian, jenis, penyebab, dan contoh mobilitas penduduk.

Mobilitas Penduduk

Mobilitas penduduk dapat diartikan sebagai pergerakan penduduk dari satu daerah ke daerah lain, baik untuk sementara maupun untuk jangka waktu yang lama atau menetap seperti mobilitas ulang-alik (komunitas) dan migrasi.

Mobilitas dalam definisi letak geografis adalah ukuran bagaimana populasi dan barang bergerak seiring waktu. Mobilitas geografis, mobilitas populasi, atau lebih sederhana hanya disebut mobilitas merupakan statistik yang mengukur migrasi dalam suatu populasi. Umumnya digunakan dalam bidang demografi dan geografi manusia, ini juga dapat digunakan untuk menggambarkan pergerakan hewan antar populasi.

Pergerakan ini dapat berskala besar seperti migrasi internasional atau skala kecil dalam lingkup perjalanan regional. Mobilitas geografis memiliki dampak besar pada banyak faktor sosiologis dalam suatu komunitas.

Hal tersebut bervariasi antara daerah yang berbeda tergantung pada kebijakan kependudukan formal dan norma sosial yang ditetapkan, dan memiliki efek dan tanggapan yang berbeda di masyarakat yang berbeda. Mobilitas penduduk memiliki implikasi mulai dari perubahan administrasi di pemerintahan dan dampaknya pada pertumbuhan ekonomi lokal hingga pasar perumahan dan permintaan akan layanan regional.

Pengertian Mobilitas Penduduk

Mobilitas penduduk dapat diartikan sebagai perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lainnya. Penduduk melakukan mobilitas untuk memperoleh sesuatu yang tidak tersedia di daerah asalnya. Alasan melakukan mobilitas sangat beragam tetapi pada umumnya karena alasan ekonomi.

Karakteristik ruang dan sumber daya yang bebeda pada tiap wilayah di Indonesia mendorong penduduk untuk melakukan mobilitas penduduk. Mobilitas tersebut mencakup pergerakan sumber daya berupa barang atau komoditas antar ruang.

Pengertian Mobilitas Penduduk Menurut Para Ahli

Adapun definisi mobilitas menurut para ahli, antara lain:

Mantra (1984; 4)

Mobilitas penduduk horizontal atau geografis meliputi semua pergerakan (movement) penduduk yang melintasi batas wilayah tertentu dalam periode waktu tertentu pula. Batas wilayah dan perwilayahan yang umumnya digunakan adalah batas administrasi, misalnya : propinsi, kabupaten, kecamatan, kelurahan atau pedukuhan.

Ravenstein mengemukakan tentang perilaku mobilitas penduduk  atau yang disebut dengan hukum-hukum migrasi penduduk adalah sebagai berikut:

  1. Para migran memiliki kecenderungan untuk memilih tempat terdekat sebagai daerah tujuan
  2. Faktor paling dominan yang mempengaruhi seseorang untuk bermigrasi adalah sulitnya memperoleh pekerjaan dan pendapatan di daerah asal dan kemungkinan untuk memperoleh pekerjaan dan pendapatan yang lebih baik di daerah tujuan. Daerah tujuan harus mempunyai kefaedahan wilayah (place utility) lebih tinggi dibandingkan dengan daerah asal.
  3. Berita-berita dari sanak saudara atau teman yang telah berpindah ke daerah lain merupakan informasi yang sangat penting bagi orang-orang yang ingin bermigrasi.
  4. Informasi negative dari daerah tujuan mengurangi niat penduduk (migrasi potensial) untuk bermigrasi.
  5. Semakin tinggi pengaruh kekotaan terhadap seseorang, semakin besar mobilitasnya.
  6. Semakin tinggi pendapatan seseorang, semakin tinggi frekuensi mobilitanya.
  7. Para migran cenderung memilih daerah tempat teman atau sanak saudara bertempat tinggal di daerah tujuan, sehingga arah dan arus mobilitas penduduk menuju ke arah asal datangnya informasi.
  8. Pola migrasi yang dilakukan seseorang maupun sekelompok penduduk sulit untuk diperkirakan. Hal tersebut karena banyak dipengaruhi oleh kejadian yang mendadak seperti bencana alam, peperangan, atau epidemi.
  9. Penduduk yang masih muda dan belum kawin lebih banyak melakukan mobilitas dari pada mereka yang berstatus kawin.

Jenis Mobilitas Penduduk

Mobilitas penduduk dapat dibagi menjadi beberapa jenis, diantaranya yaitu:

Mobilitas Penduduk Permanen

Yaitu perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain yang bertujuan untuk menetap. Orang yang melakukan migrasi sering dinamakan migran. Jenis-jenis migrasi permanen meliputi:

Migrasi Internasional

Migrasi internasional yaitu perpindahan penduduk melintasi batas negara atau antar negara dengan tujuan menetap. Migrasi internasioanal meliputi:

  • Imigrasi: Masuknya penduduk dari suatu negara ke negara lain dengan tujuan menetap. Orang yang melakukan imigrasi disebut imigran.
  • Emigrasi: Keluarnya penduduk dari suatu negara ke negara lain. Orang yang melakukan emigrasi disebut emigran.
  • Remigrasiatau repatriasi: Kembalinya imigran ke negara asalnya.

Migrasi Nasional

Migrasi nasional yaitu perpindahan penduduk dari suatu tempat ketempat lain melintasi wilayah provinsi atau kabupaten dalam wilayah negara. Migrasi nasional meliputi:

  • Transmigrasi: Perpindahan penduduk dari pulau yang padat penduduk ke pulau yang jarang penduduknya di dalam wilayah republik Indonesia. Transmigrasi pertama kali di Indonesia terjadi pada tahun 1905 oleh pemerintah Belanda yang dikenal dengan nama kolonisasi.
  • Urbanisasi: Perpindahan dari desa ke kota dengan tujuan menetap. Faktor terjadinya urbanisasi diantaranya yaitu: Ingin mencari pekerjaan, karena di kota lebih banyak lapangan kerja dan upahnya tinggi; Ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi; Ingin mencari pengalaman di kota.
  • Rulasasi: perpindahan penduduk dari kota ke desa dengan tujuan menetap. Ruralisasi adalah kebalikan dari urbanisasi.
  • Sirkulasi: Perpindahan penduduk tidak menetap, tapi ada pula yang menetap atau tinggal untuk sementara waktu di daerah tujuan. Ditinjau dari intensitasnya, sirkulasi dapat dibedakan menjadi sirkulasi harian, sirkulasi mingguan, sirkulasi bulanan.

Migrasi Nonpermanen (Sirkuler)

Yaitu perpindahan penduduk dari suatu tempat ketempat lain dengan tujuan tidak menetap. Jenis migrasi nonpermanen (sirkuler) antara lain:

  1. Mobilitas ulang alik atau mobilitas harian, yakni penduduk yang karena pekerjaannya harus melakukan perjalanan dari tempat tinggalnya ke tempat kerjanya di lain daerah.
  2. Mobilitas bermusim, yakni penduduk yang pekerjaan atau keperluannya untuk sementara waktu menetap disuatu daerah dan dalam jangka waktu tertentu untuk kembali ketempat tinggalnya.

Penyebab Mobilitas Penduduk

Penduduk yang dalam melakukan mobilisasi bukanlah semata mata untuk berpindah tempat saja, tetapi hal tersebut dilakukan oleh karena dorongan dari tiga faktor yaitu: penarik, pendorong, dan kendala. Penjelasan dalam mobiltas kependudukan tersebut, antara lain;

Penarik

Faktor penarik (pull) yang bersifat sentripetal. Berpindahnya seseorang ke daerah tujuan (area of destination) disebabkan oleh adanya beberapa faktor penarik yaitu:

  • Kesempatan untuk bekerja sesuai dengan latar belakang profesinya dibandingkan jika berada di daerah asal.
  • Kesempatan memperoleh pendapatan yang lebih tinggi..
  • Kesempatan untuk memperoleh pendidikan atau pelatihan sesuai dengan spesialisasi yang dikehendaki lebih tinggi.
  • Keadaan lingkungan yang menyenangkan, seperti cuaca perumahan, sekolah, da fasilitas umum lainnya.Ketergantungan, seperti dari seorang isteri terhadap suaminya yang tinggal di tempat yang dituju.
  • Penyediaan untuk melakukan berbagai kegiatan yang berbeda atau yang baru dilihat dari berbagai sisi pengertian lingkungan, penduduk atau budaya masyarakat sekitar.

Pendorong

Faktor pendorong (push) bersifat sentrifugal. Ardy (2008) mengemukakan bahwa perpindahan penduduk dari daerah asal (area of origin) dimungkinkan oleh adanya beberapa faktor pendorong yaitu:

  • Terjadinya penurunan dalam pengertian sumber daya alam.
  • Hilangnya mata pencaharian.
  • Diskriminasi yang bersifat penekanan atau penyisihan
  • Pudarnya rasa ketertarikan terhadap kesamaan kepercayaan, kebiasaan atau kebersamaan perilaku baik antar anggota keluarga maupun masyarakat sekitar.
  • Menjauhkan diri dari masyarakat karena tidak lagi memiliki kesempatan untuk pengembangan diri, pekerjaan atau perkawinan.
  • Menjauhkan diri dari masyarakat karena terjadi bencana alam seperti banjir, kebakaran, kekeringan, gempa bumi, atau epidemic penyakit.

Abidin (2010) menyatakan bahwa faktor pendorong dan penarik perpindahan penduduk ada yang negatif dan ada yang positif. Faktor pendorong bersifat positif yaitu para migran ingin mencari atau menambah pengalaman di daerah lain, sedangkan faktor pendorong yang bersifat negatif yaitu fasilitas untuk memenuhi kebutuhan hidup terbatas dan lapangan pekerjaan terbatas pada pertanian.

Faktor penarik yang positif yaitu daerah tujuan memiliki sarana pendidikan yang memadai dan lebih lengkap, sedangkan faktor penarik yang negatif yaitu adanya lapangan pekerjaan yang lebih bervariasi, kehidupan yang lebih mewah, sehingga apa saja yang diperlukan akan mudah didapat dikota.

Masing-masing daerah memiliki faktor-faktor yang menahan seseorang untuk tidak meninggalkan daerahnya atau menarik orang untuk pindah ke daerah tersebut (faktor +), dan ada pula faktor-faktor yang memaksa mereka untuk meninggalkan daerah tersebut (faktor -).

Selain faktor-faktor tersebut, ada pula faktor yang tidak mempengaruhi penduduk untuk melakukan migrasi (faktor o). Diantara keempat faktor tersebut, faktor individu adalah faktor yang sangat menentukan dalam pengambilan keputusan untuk migrasi, karena penilaian positif atau negatif terhadap suatu daerah tergantung kepada individu itu sendiri.

Kendala

Selain kedua faktor di atas (pendorong dan penarik), Everet S. Lee (1996, dalam Chotib,) menambahkan terdapat faktor kendala antar daerah asal dengan daerah tujuan, yang kemudian dikenal dengan faktor-faktor penarik kebutuhan (demand pull) pendorong penyediaan (supply push) dan jejaring (network).

Contoh Mobilitas Penduduk

Contoh mobilitas penduduk misalnya Pak Ali bekerja di Jakarta, sedangkan tempat tinggalnya di Kota Tanggerang. Berkat kemajuan sarana transportasi, jarak antara kedua kota tersebut dirasakan tidak terlalu jauh sehingga menjadi bagian daripada dinamika penduduk. Oleh sebab itu, terjadi aktivitas pergi pagi hari untuk bekerja dan pulang sore tanpa harus menginap di Jakarta. Baca jugaSensus Penduduk: Pengertian dan Metodenya

Nah, itulah tadi penjelasan secara lengkapnya mengenai pengertian mobilitas penduduk menurut para ahli, jenis, penyebab, dan contohnya. Semoga melalui tulisan ini bisa memberikan wawasan serta menambah referensi mendalam bagi pembaca sekalian. Trimakasih,

Berikan Ranting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *