Faktor Penyebab Persebaran Penduduk di Indonesia dan Dunia

Diposting pada

Faktor Penyebab Persebaran Penduduk

Menurut data yang disajikan oleh United Nations (Perserikatan Bangsa-bangsa), jumlah penduduk yang terdapat di seluruh dunia tercatat 7 milyar manusia. Jumlah tersebut terbagi atas 195 negara. Sedangkan jumlah penduduk di Indonesia menurut data sensus penduduk terbaru terdapat sekitar 250 juta jiwa. Artinya, sebesar 1,75% jumlah penduduk di dunia merupakan penduduk yang bertempat tinggal di Indonesia.

Persebaran penduduk di Indonesia pada saat ini dapat dikatakan tidak rata. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi persebaran penduduk. Pada artikel kali ini kita akan membahas faktor penyebab persebaran penduduk.

Persebaran Penduduk

Persebaran penduduk adalah kondisi daerah yang didiami oleh sekelompok masyarakat dengan status atau sementara. Persebaran ini berguna untuk mengetahui jumlah penduduk yang ada di Indonesia maupun di dunia. Perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain yang disebut dengan migrasi merupakan faktor utama dari persebaran penduduk.

Faktor Penyebab Persebaran Penduduk

Persebaran penduduk di Indonesia dan dunia disinyalir karena efek dari fenomena migrasi. Pengertian migrasi adalah perpindahan manusia maupun sekelompok masyarakat dari satu tempat ke tempat yang lain, baik itu menetap maupun sementara.

Migrasi menjadi hal terpenting dalam fenomena persebaran penduduk. Untuk lebih jelasnya, mari simak ulasan materi tentang faktor penyebab persebaran penduduk sebagai berikut;

Transmigrasi

Pengertian transmigrasi adalah perpindahan penduduk dari satu pulau yang pada menuju pulau yang kurang berpenghuni, atau sebaliknya. Karena transmigrasi adalah perpindahan antar pulau, banyak masyarakat yang menjadi menetap karena efek dari transmigrasi ini. Orang yang melakukan kegiatan transmigrasi disebut transmigran. Transmigrasi bertujuan memberikan lapangan pekerjaan bagi transmigran dengan syarat berpindah lokasi tempat tinggal.

Sebagai contoh, Pak Adi merupakan pengangguran yang tidak memiliki pekerjaan karena pendidikannya cuma sebatas SMP. Pak Adi tinggal di Kota Jakarta dimana kawasan tersebut merupakan wilayah yang pada penduduk. Lalu pemerintah memberikan jalan untuk mata pencaharian Pak Adi. Pemerintah memberikan Pak Adi rumah dan sebidang lahan pertanian untuk digarap namun lokasinya di Tarakan, Kalimantan Utara.

Pak Adi menerima tawaran tersebut dan mengajak keluarganya untuk bertransmigrasi menuju Tarakan, Kalimantan Utara agar mendapatkan kehidupan yang lebih layak dan yang paling penting memiliki pekerjaan tetap. Program tersebut dibuat pemerintah dengan tujuan mengurangi kepadatan yang ada di Jakarta dengan memindahkan beberapa warganya menuju daerah yang masih jarang penghuninya.

Tidak sembarang orang dapat mengikuti program transmigrasi dengan lancar. Pemerintah melakukan seleksi ketat untuk kandidat terbaik yang hendak melakukan kegiatan transmigrasi. Hal ini dilakukan akan transmigran memiliki daya juang adaptasi yang tinggi supaya betah berada di tempat tinggal baru. Dengan ini maka transmigran dipercaya akan menetap dan tidak akan pulang ke daerah asal.

Urbanisasi

Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota. Urbanisasi biasanya dilakukan karena mencari pekrjaan atau sedang menempuh jenjang pendidikan yang lebih baik dari pada di desa. Faktor penarik urbanisasi adalah jenjang karir di kota diyakini dapat memperbaiki perekonomian seseorang. Padahal, persaingan kerja di kota sangatlah ketat sehingga harus mempunyai keterampilan khusus supaya mendapatkan pekerjaan.

Perguruan tinggi juga dapat menjadi faktor penarik terjadinya urbanisasi. Di desa, jarang ditemui perguruan tinggi. Meskipun ada, perguruan tinggi tersebut bukan merupakan sekolah terkemuka seperti yang terdapat di kota. Mencari sekolah terkemuka diyakini dapat membentuk pribadi dengan skill yang siap kerja tinggi. Anggapan tersebut masih banyak dipercayai orang sehingga perguruan tinggi di kota banyak diminati warga desa.

Urbanisasi dapat bersifat sementara juga dapat bersifat menetap. Seperti contoh diatas, urbanisasi bersifat tetap apabila tujuannya mencari pekerjaan lalu mendapatkan pekerjaan yang layak.

Urbanisasi dapat bersifat sementara apabila tak kunjung mendapatkan pekerjaan di kota dan telah selesai menempuh pendidikan. Pemerintah tidak membuat peraturan daerah yang berisi tentang ketentuan urbanisasi, sehingga dapat dijalani oleh siapapun.

Ruralisasi

Urbanisasi merupakan perpindahan penduduk dari kota menuju daerah pedesaan. Ruralisasi dilakukan karena biasanya masyarakat kota dengan latar belakang pekerja kantoran merasa jenuh dengan hiruk pikuk kota besar. Maka dari itu mereka menginginkan kehidupan tenang dan tenteram seperti yang dimiliki oleh warga pedesaan. Ruralisasi biasanya bersifat menetap karena peluang kerja di desa yang minim, sehingga orang akan memilih bercocok tanam.

Imigrasi

Pengertian imigrasi adalah perpindahan penduduk dari luar negeri menuju dalam negeri. Imigrasi biasanya dilakukan karena alasan pekerjaan. Banyak ketentuan yang harus dipenuhi dalam melakukan imigrasi, hal ini disebabkan karena adaptasi budaya yang dibawa oleh orang manca negara menuju luar negeri tentu sangat berbeda. Perlu menyamaratakan tingkah dan perilaku menurut negara yang dikunjungi sebelum melakukan imigrasi.

Emigrasi

Pengertian emigrasi adalah perpindahan penduduk dari Indonesia ke luar negeri. Biasanya seorang emigran melakukan emigrasi karena telah mendapatkan pekerjaan yang layak di luar negeri. Syarat yang harus dilakukan untuk menjalani emigrasi yang paling terpenting adalah memiliki paspor dan visa yang banyak agar tidak kesulitan untuk hidup di negara lain. Emigrasi biasanya bersifat menetap.

Remigrasi

Remigrasi adalah kembalinya penduduk dari tempat mereka berpindah menuju daerah asal. Remigrasi terjadi karena berbagai faktor seperi konflik, pemutusan hubungan kerja, rindu kampung halaman, dan sebagainya. Orang yang menjalani remigrasi tidak mendapatkan izin dari pemerintah untuk melakukan migrasi yang kedua kalinya. Hal ini disinyalir agar tidak “wira-wiri” dalam menentukan lokasi tempat tinggal.

Letak Astronomis

Letak astronomis juga menjadi faktor penyebab persebaran penduduk. Hal ini dikarenakan wilayah yang jauh dari garis khatulistiwa memiliki iklim subtropis. Iklim subtropis terjadi 4 musim di dalamnya. Pada musim dingin, wilayah dengan iklim subtropis memiliki suhu yang relatif ekstrim dinginnya. Hal tersebut yang menyebabkan masyarakat melakukan perpindahan lokasi tempat tinggal.

Letak Geografis

Letak geografis menjadi salah satu faktor penyebab persebaran penduduk. Sebagai contoh, masyarakat yang bertempat tinggal di lokasi rawan bencana seperti daerah pantai, bantaran sungai, kaki gunungapi, dan lain sebagainya menginginkan tempat tinggal yang jauh dari ancaman bencana.

Penempatan Pekerjaan

BUMN adalah Badan Usaha Milik Negara yang menyebarkan pegawai di seluruh tempat di Indonesia. Pegawai yang memiliki domisili di Sumatera dapat berpotensi dipindahkan ke Sulawesi. Hal ini yang menjadi alasan persebaran penduduk di Indonesia.

Hubungan Keluarga

Mengacu pada faktor penyebab persebaran penduduk nomor 9 yaitu penempatan kerja, orang yang berpindah lokasi lalu menemukan pasangan di daerah tersebut mengharuskan untuk menetap, proses penetapan dirinya menjadi penduduk setempat menjadi bagian dari faktor penyebab perberan penduduk.

Nah, pembahasan materi diatas merupakan ulasan yang membahas pengertian persebaran penduduk serta faktor penyebab persebaran penduduk di Indonesia dan dunia. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dalam hal menambah ilmu pengetahuan. Semangat dan terima kasih !

Berikan Ranting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *