Contoh Lingkungan Fisik dan Non Fisik

Diposting pada

Lingkungan Fisik dan non fisik

Pembelajaran dalam konsep dasar ilmu geografi murni umunya terbagi 2 macam yang antara lain fisik dan non fisik. Berbeda dengan jurusan pendidikan geografi yang mengedepankan edukasi pada peserta didik. Pada dasarnya memang di struktur bumi ini antara fisik dan non fisik saling berjalan berdampingan. Lingkungan non fisik tak akan dapat berdiri tanpa dasar dari lingkungan fisik. Namun banyak kasus yang berdampak pada rusaknya lingkungan fisik karena ketambahan non fisik.

Alam bawaan dari bumi seiring dengan terbentuknya termasuk bagian dari lingkungan fisik. Kehadiran alam membuat banyak manfaat untuk manusia dan makhluk hidup lain. Sedangkan manfaat lingkungan non fisik ialah adanya interaksi yang mendasari manusia menjadi makhluk sosial.

Lingkungan Fisik

Lingkungan fisik adalah suatu wilayah dan perwilayahan yang menghadirkan pembentukan rupa bumi sejak awal terbentuk disertai dengan proses-prosesnya.

Kegunaan lingkungan fisik banyak manfaatnya bagi kehidupan. Syarat suatu lingkungan termasuk dalam kategori fisik adalah jika terdapat lapisan tanah, air, dan angin. Komponen biotik tersebut mewujudkan kondisi lingkungan fisik yang afdol penyebutannya.

Lingkungan Fisik

Contoh Lingkungan Fisik

Di sekitar kita terdapat banyak sekali lingkungan fisik yang tersedia. Perlu diamati bahwa lingkungan fisik merupakan pembentukan dari alam yang jika tidak dijaga maka bisa rusak seiring berjalannya waktu. Kerusakan lingkungan fisik dapat berakibat pada bencana alam.

Contohnya, hutan di pegunungan dapat terancam tanah longsor jika mengalami lingkungan fisik. Apa sajakah contoh lingkungan fisik? Berikut ulasan materinya.

Gunung

Gunung merupakan suatu bentang alam berupa dataran tinggi yang memiliki ketinggian di atas 3.000 meter di atas permukaan laut. Gunung tertinggi di dunia adalah Mt. Everest (8.848 mdpl), sedangkan gunung tertinggi di Indonesia terdapat di Puncak Jayawijaya, Jayapura (4.456 mdpl). Meski gunung tersebut tingginya luar biasa, tetap saja banyak manusia yang sudah berhasil mencapai puncaknya.

Pegunungan

Pegunungan adalah dataran tinggi yang menjulang luas dengan berjajar membentang namun memiliki ketinggian di bawah 3.000 meter di atas permukaan laut. Pegunungan dapat dimanfaatkan sebagai wisata alam, budidaya tanaman, dan lain sebagainya.

Suhu di pegunungan kerapkali sejuk dan dingin. Jarang sekali terjadi hawa panas di pegunungan. Inilah sebabnya tempat ini cocok dijadikan area tamasya.

Gunungapi

Gunungapi adalah serapan dari bahasa inggris (volcano). Yang sering didengar dari orang awam penyebutannya biasa gunung berapi.

Hal ini sebenarnya salah kaprah karena serapan bahasa inggris aturannya tidak boleh diberi spasi apabila kata dasarnya tanpa spasi. Indonesia termasuk dalam salah satu lintasan ring of fire, sehingga di negara kita ini banyak ditemukan gunungapi yang masih aktif.

Lembah

Lembah adalah cekungan yang biasa ditemukan di pegunungan. Terbentuknya lembah karena gerakan tektogenesa horst, graben, dan lain sebagainya. Temuan lembah paling dalam belum mampu menyamai kedalam Palung Mariana, di Samudera Pasifik. Pernyataan ini menandakan bahwa dasar laut menyimpan misteri yang sulit dikemukakan melalui ilmu pengetahuan.

Danau

Danau adalah perairan yang dikelilingi oleh daratan. Danau yang dibentuk dengan sengaja dinamakan waduk. Fungsi danau bagi kehidupan ada bermacam-macam antara lain sebagai pembangkit listrik tenaga air, tempat wisata, tempat penelitian, olahraga air, dan lain-lain.

Sungai

Sungai adalah aliran air yang berpusat dari hulu menuju hilir. Daerah aliran sungai membawa mata air yang jernih dan bermuara di laut. Banyak senyawa yang terkandung di sungai. Sehingga di muaranya (laut) air berubah rasanya menjadi asin.

Laut

Wilayah terluas di bumi yaitu lautan (3/4 luas bumi). Laut terluas berada di Samudera Pasifik. Laut menjadi jalan perdagangan dunia pada masa lampau. Rasa air laut asin disebabkan karena menjadi muara bagi banyak sungai yang senyawanya sangat kompleks.

Tanah

Tanah adalah tempat dimana tumbuhan hidup dan manusia berpijak. Tanah memiliki sifat menyerap air yang dibutuhkan oleh tanaman. Tanah menjadi salah satu lingkungan fisik yang kehadirannya sangat penting disamping air.

Air

Air adalah lingkungan fisik yang perannya paling utama dalam kehidupan. Makhluk hidup tidak akan dapat bertahan jika tidak mengonsumsi air. Tumbuhan melakukan proses fotosintesis akibat bantuan dari air. Ilmu yang khusus membahas tentang air terdapat di salah satu cabang geografi, yaitu hidrologi.

Hutan

Hutan kerapkali disebut sebagai paru-paru dunia. Hutan menghadirkan banyak pohon yang berfungsi sebagai penyuplai oksigen di permukaan bumi. Ancaman yang bisa membinasakan hutan adalah penebangan pohon secara liar dan kebakaran. Kebakaran hutan umunya sengaja dibuat oleh manusia guna keperluan pembangunan.

Lempeng

Lempeng adalah bagian dari perut bumi yang berperan sebagai komponen pembentuk permukaan. Gunung, pegunungan, lembah, dan lain-lain terbentuk karena pergerakan lempeng tektonik.

Bencana Alam

Bencana alam dapat dikategorikan sebagai lingkungan fisik. Hal ini dikarenakan bencana alam beberapa menimbulkan dampak positif meskipun banyak dampak negatifnya. Salah satunya adalah gunung meletus. Erupsi gunungapi bermanfaat bagi kehidupan tanaman di kaki gunung. Tanaman di kaki gunungapi menghasilkan panen yang melimpah karena tanahnya menjadi subur.

Pantai

Pantai adalah daerah yang membatasi antara dataran dan lautan. Pantai mengandung pasir indah yang memiliki nilai estetika visual tinggi. Penduduk daerah pantai biasanya memiliki mata pencaharian sebagai nelayan.

Lingkungan Konservasi

Pengertian lingkungan konservasi merupakan tempat yang digunakan sebagai budidaya flora atau fauna yang terancam punah. Di lingkungan ini termasuk dalam area fisik karena dikelilingi oleh dunia alam.

Sawah

Sawah atau ladang pertanian merupakan tempat yang berfungsi menunjang kehidupan manusia. Makanan pokok seperti nasi, palawija, jagung, dan sejenisnya dihasilkan dari sawah. Sawah yang baik dibuktikan dengan melimpahnya hasil panen.

Lingkungan Non Fisik

Lingkungan non fisik yaitu suatu hal yang berhubungan dengan sosial manusia beserta dengan segala interaksinya. Dasar berdirinya lingkungan non fisik ditunjang dari area fisik. Kehidupan sosial masyarakat seluruhnya dapat dikategorikan sebagai lingkungan non fisik.

Contoh Lingkungan Non Fisik

Contoh Lingkungan Non Fisik

Percakapan antara induvidu dengan kelompok seperti manager yang sedang memberikan morning briefing kepada karyawan adalah salah satu wujud lingkungan non fisik. Di sekeliling kita ada banyak sekali lingkungan non fisik, beberapa contohnya sebagai berikut.

Sekolah

Sekolah adalah tempat menuntut ilmu. Di sekolah terdapat guru dan peserta didik yang sedang melakukan kegiatan pembelajaran. Jenjang terendah sekolah Indonesia adalah Taman Kanak-kanak sedangkan jenjang tertingginya adalah perguruan tinggi.

Kantor

Kantor merupakan ruangan kerja yang digunakan karyawan perusahaan untuk melakukan segala jenis pekerjaan. Kantor terdapat interaksi yang bermacam-macam termasuk berinteraksi terhadap segala jenis mesin penunjang pekerjaan.

Perindustrian

Perindustrian adalah tempat dimana segala proses kegiatan produksi. Pengertian industri sejatinya adalah mengolah barang mentah menjadi produk setengah jadi atau barang jadi. Jumlah dalam jenis industri yang banyak menjadi salah satu indikator suatu negara dikatakan maju.

Permukiman

Permukiman adalah tempat dimana manusia bertempat tinggal dalam kehidupan sehari-hari. Hidup bermasyarakat umumnya melakukan kegiatan bersosial dengan tetangga sekitar. Maka dari itu permukiman digunakan sebagai salah satu lingkungan non fisik.

Pasar

Pasar adalah tempat bertemunya penjual dan pembeli melakukan interaksi. Harga yang ditawarkan penjual seringkali bisa ditawar sesuai dengan kesepakatan. Hal ini membuat para pembeli masih sering memilih pasar untuk mencari barang-barang penunjang kehidupan.

Kota

Kota adalah tempat yang menjadi pusat perdagangan dan pemerintahan. Masyarakat kota umumnya bersifat patembayan. Penduduk kota bisa ditebak, yaitu heterogen karena berasal dari berbagai wilayah.

Desa

Desa adalah tempat yang asri, belum banyak mendapatkan perubahan dari luar. Penduduk desa mayoritas bermata pencaharian sebagai petani. Hasil panen dari petani desa dijual ke kota sebagai penyuplai barang kebutuhan pokok.

Taman

Taman adalah tempat sepetak yang menyediakan tumbuhan bunga, tempat bercengkrama, hingga hiburan kecil-kecilan. Di kota besar, jumlah taman kian ditambah untuk mengatasi masalah polusi akibat kepadatan penduduk.

Mall

Mall adalah suatu bentuk pusat perdagangan berjenis pasar modern. Mall banyak dipilih golongan kaum menengah ke atas untuk berbelanja karena kualitas barang sudah tidak lagi diragukan.

Bandara

Bandara merupakan tempat lepas landas dan pendaratan pesawat terbang. Transportasi udara ini banyak dipilih masyarakat karena menghemat waktu dalam perjalanan. Hal ini menjadi alasan utama meskipun harga tiketnya selalu mahal.

Terminal

Terminal adalah tempat angkutan umum berjenis bus dan angkutan kota untuk menaik-turunkan penumpang. Interaksi yang terdapat di terminal sangatlah beragam. Apalagi jika dibumbui dengan hadrinya pedagang asongan dengan ciri khasnya menawarkan minuman dingin.

Pelabuhan

Pelabuhan merupakan lokasi yang digunakan kapal untuk berlabuh. Kapal masih sering digunakan untuk pengiriman barang dalam skala besar dan banyak. Hal ini membuat pelabuhan kini identik dengan perusahaan-perusahaan ekspor impor barang.

Jalan Raya

Jalan raya ialah tempat kendaraan melakukan mobilisasi lalu lintas. Disini kita dapat melihat berbagai macam kendaraan dari mulai jenis murah hingga mahal. Jalan raya menjadi salah satu lingkunan non fisik yang paling sering bersentuhan dengan manusia.

Rumah

Rumah yaitu tempat yang berisi keluarga kecil ataupun besar untuk bernaung. Segala tempat paling nyaman di muka bumi ini tentunya belum ada yang bisa mengalahkan kenyamanan rumah kita sendiri.

Balai Pertemuan

Balai pertemuan yang biasanya ditemukan di Kelurahan, Kecamatan, dan lain-lain digunakan sebagai interkasi bersifat formal. Jarang sekali balai pertemuan yang terbengkalai tak terawat. Hal inin dikarenakan fungsi penting yang dihadirkan oleh balai pertemuan.

Hal di atas merupakan pembahasan yang menjelaskan tentang lingkungan fisik dan lingkungan non fisik beserta contohnya. Semoga artikel kali ini bermanfaat bagi pembaca dalam tujuan menambah ilmu pengetahuan. Sekian dan terimakasih!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *