Pengertian Interaksi Antar Ruang, Penyebab, Dampak, dan Contohnya

Diposting pada

Interaksi Antar Ruang Adalah

Manusia mengorganisir ruang dalam hubungan antar sesama. Ruang merupakan hasil dari hubungan sosial dan diskusi tentang ruang sosial. Ruang bukanlah suatu area yang kosong dan kotak yang netral. Ruang-ruang yang secara sosial diproduksi menjadikan ruang itu sebagai sesuatu yang tidak sederhana, melainkan sesuatu yang kompleks dan selalu bertaut erat dengan persoalan kekuasaan (Mansvelt, 2005: 56 dalam Arifin, 2015). Di dalam memahami tesis mendasar ruang sebagai produk sosial yang bertaut erat dengan kekuasaan ini, kata Lefebvre, adalah pertama-tama memahami bahwa ruang itu tidak dapat eksis dalam dirinya sendiri. Ruang selalu diproduksi dan hanya dapat dipahami di dalam konteks masyarakat yang spesifik (Schmid dalam Goonewardena, 2008: 28-29). Untuk memahami adanya interaksi antar ruang, artikel ini akan mengulas tentang pengertian, bentuk, penyebab, dampak, syarat, dan contoh interaksi antar ruang.

Interaksi Antar Ruang

Tiap-tiap ruang di permukaan bumi mempunyai karakteristik tertentu yang berbeda antara suatu wilayah dan perwilayahan lainnya. Tiada satu lokasi pun yang karakteristiknya sama persis. Kekhasan karaktersitik ruang di permukaan bumi dapat berupa tanah, batuan, tumbuhan, dan lain-lain yang berbeda dengan tempat lainnya.

Ada kemungkinan satu atau beberapa komponen dari suat ruang yang juga ditemukan di tempat lainnya, tapi komponen lainnya akan berbeda. Misalnya saja jenis batuan di suatu tempat ditemukan di tempat lainnya tetapi jenis tumbuhannya berbeda.

Pengertian Interaksi Antar Ruang

Interaksi antar ruang dapat diartikan sebagai suatu cara mengelola ruang-ruang berdasarkan potensi dan permasalahannya dan keterkaitan suatu ruang dengan ruang-ruang yang ada disekitarnya.

Pengertian Interaksi Antar Ruang Menurut Para Ahli

Adapun definisi interkasi antar ruang menurut para ahli, antara lain;

Bintarto (1987)

Interaksi antar ruang merupakan suatu proses yang sifatnya timbal balik dan memiliki pengaruh terhadap tingkah laku, baik melalui kontak langsung atau tidak langsung. Interaksi melalui kontak langsung dapat terjadi ketika seseorang datang ke tempat tujuan. Interaksi secara tidak langsung terjadi melalui berbagai cara misalnya dengan membaca berita, melihat tayangan di televisi dan lain-lain.

Arti ini di dapatkan dari pengertian ruang itu sendiri yakni sebuah ruang tiga dimensi yang tidak terbatas, yang memiliki segala benda, material, dan semua kejadian yang berlangsung di dalamnya (dictionary.com, 2017). Ruang adalah konsep sentral dalam geografi, yang terdiri atas ruang absolut, ruang relatif dan ruang relasional (kognitif).

Ruang merupakan tempat di permukaan bumi, baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian yang digunakan oleh makhluk hidup untuk tinggal. Ruang mencakupi beragam hal diantaranya yaitu udara, lapisan atmosfer, perairan (laut, sungai, dan danau), di bawah permukaan bumi (air dan tanah), dan batuan sampai pada lapisan tertentu yang menjadi sumber daya bagi kehidupan. Organisme-organisme atau makhluk hidup juga bagian dari ruang.

Bentuk Interaksi Antar Ruang

Terdapat beberapa bentuk interaksi antar ruang, antara lain:

Mobilitas Penduduk

Mobilitas penduduk merupakan interaksi dalam bentuk pergerakan atau perpindahan manusia, contohnya yaitu emigrasi, imigrasi, transmigrasi, urbanisasi, perjalanan penduduk antar wilayah untuk bekerja atau wisata.

Komunikasi

Komunikasi merupakan interaksi yang terjadi melalui perpindahan ide atau gagasan dan informasi, contohnya yaitu pengiriman informasi baik secara langsung maupun tidak langsung seperti membaca berita, melihat tayangan televisi, internet dan lain-lain.

Transportasi

Transportasi merupakan interaksi melalui perpindahan barang atau energi, contohnya yaitu pengakutan barang, pergadangan dan lain-lain.

Penyebab Interaksi Antar Ruang

Perbedaan karakteristik ruang mengakibatkan adanya interaksi antarsatu ruang dengan lainnya, sebab setiap ruang memerlukan ruang lainnya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Contohnya yaitu wilayah pegunungan pada umumnya adalah penghasil sayuran, sedangkan wilayah pesisir menghasilkan ikan laut.

Penduduk daerah pantai memerlukan sayuran dari daerah pegunungan, begitupun sebaliknya penduduk dari daerah pegunungan memerlukan ikan dari penduduk daerah pantai. Kedua wilayah akan saling berinteraksi melalui aktivitas perdagangan. 

Dampak Interaksi Antar Ruang

Dampak yang ditimbulkan karena adanya interaksi antar ruang antara lain:

Berkembangnya Pusat-pusat Pertumbuhan

Pada umumnya di kota-kota besar akan terjadi pemusatan aktivitas yang disebabkan karena banyaknya pergerakan orang, barang, dan jasa di wilayah kota tersebut. Hal tersebut berdampak pada kondisi perkotaan menjadi pusat pertumbuhan.

Perubahan Penggunaan Lahan

Terjadinya interaksi antar ruang juga dapat berdampak pada perubahan penggunaan lahan. Misalnya perubahan lahan yang pada awalnya berupa tanah kosong, kebun, atau pun persawahan berganti fungsinya menjadi supermarket, pabrik, atau bahkan perumahan. Kita dapat menyebutnya sebagai alih fungsi lahan, yaitu bergantinya fungsi sebuah lahan untuk menampung aktivitas kegiatan manusia.

Perubahan Orientasi Mata Pencaharian

Orientasi mata pencaharian berkaitandengan pekerjaan. Di kota-kota besar orang-orang memiliki pekerjaan yang lebih beragam dibandingkan dengan yang ada di desa. Kebanyakan orang-orang yang tinggal di daerah pedesaan, bermatapencaharian sebagai petani, nelayan, atau peternak.

Berkembangnya Sarana dan Prasarana

Interaksi antar ruang juga dapat berdampak pada berkembangnya sarana dan prasarana. Pembangunan sarana dan prasarana akan semakin meningkat seiring dengan peningkatan pergerakan antarruang itu sendiri. Misalnya perkembangan dan pertambahan jumlah transportasi, fasilitas umum, pusat perdagangan, dan sebagainya yang mengikuti arus perubahan tersebut.

Perubahan Komposisi Penduduk

Interaksi antar ruang dapat menyebabkan perubahan komposisi penduduk. Misalnya suku yang menjadi penduduk asli di Jakarta adalah Betawi. Tapi, kini keberadaan suku Betawi sudah menyebar, bahkan pindah ke daerah pinggiran Jakarta.

Hal itu disebabkan karena banyaknya orang dengan latar belakang suku, budaya, etnis, dan sebagainya yang berbondong-bondong datang ke Jakarta. Akibatnya adalah kebudayaan di Jakarta relatif seragam, sekarang berkembang menjadi beragam kebudayaan.

Perubahan Sosial Budaya

Perubahan sosial budaya saat ini bukan hanya terpaku karena adanya mobilitas dalam pengertian penduduk saja, tapi juga karena informasi dari luar negeri yang bisa diakses kapan saja.

Syarat Terjadinya Interaksi Antarruang

Terdapat beberapa kondisi saling ketergantungan yang diperlukan untuk terjadinya interaksi keruangan yaitu:

Saling  melengkapi (Complementarity)

Yaitu kondisi saling melengkapi yang terjadi apabila ada wilayah-wilayah yang menghasilkan komoditas yang berbeda. Misalnya, wilayah Indramayu sebagai penghasil padi, sedangkan  wilayah  Subang sebagai penghasil sayuran.

Wilayah Indramayu memerlukan sayuran, sedangkan wilayah  Subang  memerlukan padi. Apabila masing-masing mempunyai kelebihan (surplus), maka  wilayah Indramayu  melakukan  interaksi dengan wilayah Subang dalam melalui aktivitas perdagangan atau jual beli.

Kesempatan antara (Intervening opportunity)

Yaitu suatu lokasi yang menawarkan alternatif lebih baik sebagai tempat asal  maupun tempat tujuan.  Apabila seseorang akan membeli suatu produk, maka ia akan memperhatikan faktor jarak dan biaya untuk mendapatkan produk tersebut.

Contohnya adalah pedagang beras dari Karawang biasanya membeli beras dari pasar Induk Jakarta, tetapi sejak ada pasar induk di Cikopo maka mereka lebih dekat membeli beras di Cikopo sehingga terjadi interaksi antara wilayah Karawang ke Cikopo.

Kemudahan transfer (transferability)

Pengangkutan  barang  atau orang  membutukan  biaya, biaya yang dicari biasanya adalah biaya yang lebih rendah. Apabila biaya tersebut terlalu tinggi dibandingkan dengan keuntungannya, maka interaksi antar ruang tidak akan terjadi.

Kemudahan transfer dan biaya yang diperlukan sangat tergantung pada ketersediaan   infrastruktur  (sarana dan prasarana) yang menghubungkan daerah asal dan tujuan.

Misalnya jika jalan dari desa ke kota rusak maka mereka sulit mendapatkan harga yang murah karena jalannya mengalami kerusakan, tetapi jika jalannya mudah dilalui maka barang-barang yang ada di daerah tersebut biasanya akan lebih murah.

Contoh Interaksi Antar Ruang

Berikut ini beberapa contoh interaksi antar ruang, antara lain:

  1. Indonesia berperan sebagai jalur perdagangan yang menghubungkan antara Australia dengan negara lain yang berada di kawasan ASEAN. Hal ini merupakan bentuk kegiatan interaksi antar ruang dimana Australia dan negara di kawasan ASEAN saling bertukar barang karena kebutuhan dan menjadikan Indonesia sebagai media penguhubung karena jarak yang jauh.
  2. Interaksi antar ruang yang terjadi dalam bentuk perubahan iklim, yaitu perubahan iklim di suatu wilayah mengakibatkan perubahan iklim di wilayah lainnya, contohnya adalah hujan di Indonesia disebabkan oleh angin muson barat yang terjadi di samudera pasifik.
  3. Masyarakat yang bermukim di pegunungan mempunyai hasil bumi yang berupa sayuran melakukan pertukaran dengan masyarakat yang bermukim di dekat laut yang menghasilkan ikan dan hasil laut lainnya.
  4. Pedagang dari kota A akan menjual barangnya ke kota C melewati kota B. Kota B juga dapat menjadi tempat dagang, tapi pembangunan jalan di kota B menghambat perjalanan dari kota A ke C, sehingga pedagang lebih memilih lewat kota D untuk menuju kota C untuk menghemat waktu.
  5. Flora dan faunapada zaman purba sering bermigrasi dari satu tempat ke tempat lainnya sehingga menghasilkan spesies yang beragam sampai saat ini.
  6. Terjadinya bencana banjir bandang di kawasan A, orang-orang dari kawasan B yang menyaksikan berita banjir di TV mengumpulkan dana untuk membantu korban di kawasan A.
  7. Suku A yang tinggal di perbukitan mulai kehabisan sumber makanan, akhirnya memutuskan untuk pindah ke tempat lain yang sumber makanannya lebih banyak.
  8. Ikan yang biasa hidup di perairan hangat akan bermigrasi ketika suhu air mulai turun dan pindah ke perairan yang suhunya sesuai dengan habitat dimana ia biasa tinggal.

Nah, itulah tadi pembahasan secara lengkapnya atas materi dalam pengertian interaksi antar ruang menrut para ahli, bentuk, penyebab, dampak, syarat, dan contohnya. Semoga melalui tulisan ini memberikan wawasan serta menambah pengetahuan mendalam bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *