Pengertian Karst, Jenis, dan Ciri-Cirinya

Diposting pada

Karst Adalah

Pernahkah kamu mendengar tentang karst? Karst berasal dari bahasa Germany yang memiliki arti lahan yang gersang serta dipenuhi bebatuan. Karst tersebar luas di seluruh wilayah dan perwilayahan Indonesia. Karst mempunyai keunikan berupa lahan lahan kondisi hidrologi dari batuan yang mudah larut serta memiliki porositas sekunder yang berkembang secara baik. Sebagai penjelasan lebih lanjut, artikel ini akan mengulas tentang pengertian, jenis, dan ciri-ciri karst.

Karst

Karst adalah element yang mengandung batu gamping dengan karakteristik bercampur oleh karbon dioksida di dalam air sehingga mengakibatkan pelarutan yang tidak tersentuh oleh lapisan tanah. Karst tidak dapat ditanami tumbuhan karena karst didominasi oleh bebatuan. Sirkulkasi drainase pada daerah karst didorong oleh air dan didukung oleh temperatur dan tekanan yang rendah sehingga mengakibatkan proses pelarutan yang berjalan sempurna.

Pengertian Karst

Pengertian karst adalah hasil pelarutan kondisi perairan dimana dalam hal ini adalah dampak dari bebatuan yang mudah larut dan perkembangan porositas yang mampu berkembang baik. Karst mempunyai cekungan yang tidak terbuka. Karst berupa lembah kering yang biasanya berbentuk besar dan kecil.

Dalam dataran karst tidak ditemukan drainase, penyerapan air, serta sungai di permukaannya. Meskipun karst tidak memiliki unsur air di permukaannya, namun di dalam dataran karst terdapat goa dengan sistem drainase atau penyerapan air bawah tanah.

Karst biasanya terjadi di bebatuan air karbonat. Selain terapat di bebatuan air karbonat, karst juga terdapat di bebatuan lain yang memiliki tingkat pelarutan yang tinggi. Syarat bebatuan memiliki tingkat pelarutan yang tinggi adalah mempunyai sesar intensif yang bersifat porositas sekunder. Contoh sesar intensif yang memiliki sifat porositas sekunder adalah batuan gypsum dan batuan saltstone.

Hal ini dikarenakan batuan karbonat tersebar luas dalam kandungan karst yang tersedia di penjuru dunia. Pembentukan karst tidak terlepas dari batuan karbonat yang menjadi unsur sebuah karst.

Proses Pembentukan Karst

Asal mula karst awalnya pembentukan ini pertamakali melalui proses pembentukan dominasi landform yang mengalami pelarutan. Landform tersebut memiliki kandungan batugamping yang memiliki banyak unsur karbon dioksida di dalam air lalu membentuk suatu senyawa asam karbonat. Asam karbonat terurai menjadi bikarbonat yang selanjutnya terurai menjadi kalsium karbonat yang merupakan unsur dari karst.

Pembentukan karst di dukung oleh beberapa faktor. Faktor tersebut bersifat menentukan proses pembentukan karst. Kesempurnaan pembentukan karst tidak terlepas dari proses pelarutan asam karbonat yang menjadi unsur senyawa penting di dalamnya.

Dataran karst memiliki batuan yang mudah larut. Ketebalan batuan yang tersedia juga kompak. Kompak disini mengandung arti bahwa hamper semua ketebalan tersebut sama besar. Karst merupakan batuan yang mudah rapuh dan retak.

Pembentukan karst juga didukung oleh curah hujan yang rendah. Curah hujan yang menentukan pembentukan karst adalah tidak lebih dari 250 mm per tahun. Curah hujan yang rendah membuat minimnya daerah resapan air yang berdampak pada kesempurnaan proses pembentukan karst.

Pada pembentukan karst batuan naik dari bawah keatas atau secara vertikal. Hal terjadi ini dikarenakan pada saat perkembangan sirkulasi air yang menjadi drainase pada pembentukan dataran karst. Temperatur suhu dan tekanan udara yang menghambat laju pembentukan karst biasanya terjadi di musim penghujan. Karena musim penghujan banyak membawa presipitasi air yang menghambat laju pembentukan karst.

Kandungan kalsium karbonat yang tinggi pada batuan pendukung karst membawa efek pelarutan. Semakin kuat senyawa kalsium karbonat pada batuan maka semakin tinggi pula perkembangan bentuk lahan karst. Penentuan kekompakan unsur pembentukan morfologi karst juga mengakibatkan pelarutan. Jika tekstur batuan mengalami pelunakan maka yang terjadi adalah proses erosi dan pergerakan batuan tidak berkembang dengan baik. Dengan kata lain mengganggu perkembangan batuan untuk bergerak.

Tingkat ketebalan batuan karst membentuk vertical ke atas dengan mengikuti sirkulasi air yang tersedia. Lapisan yang mengandung air secara berlebih menjadi faktor tingginya pertumbuhan vertikal batuan ke atas.

Jenis Karst

Seperti jenis dataran yang lainnya, karst juga memiliki beberapa jenis klasifikasi yang berbeda. Perbedaan jenis karst itu sendiri dipengaruhi faktor pendorong yang menyebabkan laju pertumbuhan karst. Klasifikasi jenis karst adalah sebagai berikut;

Perkembangan

Karst dengan perkembangan mengikuti prosedur pembentukan karst yang baik perkembangannya akan condong tumbuh vertikal ke atas. Sebaliknya, jika pada dataran pembentukan karst kekurangan unsur pembentuk karst yang baik seperti asam karbonat yang kurang, maka karst akan cenderung tumbuh ke samping.

Pertumbuhan karst ke samping kanan maupun ke samping kiri membawa dampak buruk pada dataran sekitarnya. Hal ini diakibatkan karena dataran karst bersifat membawa penyerapan air yang buruk. Maka yang terjadi adalah vegetasi sekitaran dataran karst akan mati karena kekurangan daya penyerapan air. Selengkapnya, baca; Pengertian Pencemaran Air, Penyebab, Dampak, dan Contohnya

Morfologi

Karst terjadi pada morfologi dataran yang dipenuhi batuan. Batuan tersebut membawa efek unsur senyawa kalsium karbonat yang merupakan kandungan tertinggi pembentukan karst. Morfologi batuan yang kurang padat membuat klasifikasi karst jenis ini tidak dapat berkembang dengan baik dan akhirnya akan berbentuk jarang–jarang.

Iklim

Iklim merupakan faktor pendorong klasifikasi pembentukan karst. Iklim yang terjadi di dataran sekitaran karst memerlukan tekanan dan suhu yang tinggi. Curah hujan juga berpengaruh pada dataran sekitaran karst. Curah hujan yang dibutuhkan adalah tidak lebih dari 250 mm per tahun.

Ciri – ciri Karst

Beberapa karakteristik yang dimiliki oleh karst, antara lain;

Cekungan

Cekungan atau depresi adalah suatu bentuk lahan yang diakibatkan dari pergerakan lempeng bumi yang berasal dari daerah patahan atau daerah lipatan. Di daerah cekungan terdapat banyak sekalian batuan yang mengandung unsur senyawa pembentukan karst.

Maka tidak heran jika pada dataran karst mengandung ciri–ciri terdapat cekungan yang bentuknya beragam. Cekungan pada dataran karst digenangi air yang menjadi satu–satunya pusat penyerapan air pada dataran karst. Kedalaman cekungan pada dataran karst bervariasi tergantung frekuensi unsur pembentuk dataran karst.

Terdapat perbukitan

Bagian yang tererosi pada batuan karst terdapat pada bukit–bukit di sekitar dataran karst. Jumlah bukit terdapat beberapa kelompok yang membuat penyebutan bukit tersebut menjadi perbukitan. Erosi yang terjadi pada bukit sekitar karst membawa pelarutan efek unsur senyawa pada batu gamping. Yang kemudian batu gamping itu bergerak vertikal ke atas lalu menjadi dataran karst.

Aliran sungai tidak lancar

Pada dataran karst, perkembangan sungai yang ada di permukaan tidak mengalir dengan lancar. Hal ini diakibatkan karena pada dataran karst mengalami sirkulasi drainase air yang buruk. Aliran sungai pada dataran karst menjadi putus–putus. Bahkan di beberapa dataran karst terjadi peristiwa hilangnya aliran sungai dan tiba–tiba muncul ke permukaan pada saat musim penghujan tiba.

Terdapat goa kapur

Goa kapur adalah goa yang terdapat pada batuan karst yang terjadi karena pada dasar dataran karst mengalami sirkulasi air yang buruk. Pembentukan dataran karst memerlukan penyerapan air walaupun tingkat penyerapannya sedikit. Goa kapur dilalui sungai kecil yang membawa air untuk membantu proses pembentukan karst.

Terdapat terrarosa

Terarosa adalah endapan lumpur batuan sedimen yang berwarna kemerahan. Terrarosa terjadi karena batuan beku mengalami pengendapan residual karena pengendapan batu gaming yang setelah bersedimentasi batuan akan berubah warna menjadi merah. Perubahan warna inilah yang disebut terrarosa.

Teksturnya bermacam–macam

Dataran karst tidak ada yang berbentuk halus. Dengan kata lain, tekstur yang terdapat di dataran karst mengalami tekstur yang kasar. Kenampakan tekstur tersebut apabila disentuh maka akan timbul efek pecah – pecah. Lapisan karst yang pecah–pecah tersebut akan menjadi runcing dengan sendirinya.

Terdapat stalaktit dan stalakmit

Stalaktit dan stalakmit adalah batuan yang bentuknya ke bawah. Stalaktit dan stalakmit terdapat pada goa – goa di dasar dataran karst. Stalaktit dan stalakmit terbentuk dari tetesan air yang masuk ke dalam doline (batuan di dalam goa) kemudian turun masuk ke dalam permukaan goa, yang kemudian tertetes terjun masuk ke permukaan goa yang akhirnya mengalami pengerasan berbentuk batuan.

Contoh Karst

Di Indonesia, terdapat batuan karbonat yang merupakan bahan dasar pembentukan karst secara alami yang luasnya mencapai 15 hektar. Persebaran batuan ini terdapat mulai dari Sabang sampai Merauke. Beberapa contoh kawasan karst juga sudah mendapatkan kembangan dari pemerintah yang disebut Geopark yang terdapat di Gunungsewu (Jawa Tengah hingga Jawa Timur).

Demikianlah serangkaian penjelasan dan pengulasan secara lengkap mengenai pengertian karst, jenis, ciri, dan contohnya. Semoga melalui tulisan ini bisa memberikan wawasan dan juga menambah pengetahuan bagi segenap pembaca sekalian, trimakasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *