Pengertian Pencemaran Udara, Penyebab, Dampak, dan Contohnya

Diposting pada

Pencemaran Udara Adalah

Udara merupakan salah satu faktor yang terpenting dalam kehidupan, namun seiring dengan semakin gencarnya pembangunan pusat industri dan infrastruktur kota, kualitas udara semakin berubah memburuk. Populasi manusia semakin meningkat dari tahun ke tahun, hal ini tentu didukung dengan bertambah banyaknya kebutuhan manusia dan menandakan semakin banyak pula masalah-masalah kerusakan lingkungan yang akan timbul. Salah satunya, dalam artikel ini ialah pencemaran udara.

Pencemaran Udara

Secara karakteristik, alam telah mampu mendaur ulang secara alami berbagai jenis limbah yang dihasilkan oleh makhluk hidup, namun apabila jumlah buangan limbah yang dihasilkan oleh makhluk hidup tidak sebanding lagi dengan kemampuan laju proses daur ulang maka pencemaran pun akan terjadi. Pencemaran yang paling mempengaruhi kondisi iklim dunia ialah pencemaran udara.

Pengertian Pencemaran Udara

Pengertian pencemaran udara merupakan peristiwa masuknya zat pencemar (berbentuk gas-gas dan partikel kecil/ aerosol) ke dalam udara baik yang terjadi secara alamiah maupun akibat dari aktivitas manusia ke dalam lapisan udara (atmosfer) dan dapat menyebabkan menurunnya kualitas udara (lingkungan).

Penyebab Pencemaran Udara

Faktor-faktor penyebab pencemaran udara antara lain adalah sebagai berikut:

Faktor alam (internal)

Faktor ini merupakan penyebab pencemaran udara yang berasal dari alam.

Contoh faktor alam ialah:

  • Abu yang dikeluarkan sebagai akibat dari aktivitas gunung berapi
  • Gas-gas vulkanik
  • Debu-debu yang berterbangan di udara akibat dari pergerakan angin
  • Proses pembusukan sampah organik yang menimbulkan bau yang tidak sedap.

Faktor Manusia (eksternal)

Faktor ini merupakan penyebab pencemaran udara yang bersumber dari hasil aktivitas manusia. Contoh dari penyebab pencemaran udara yang bersumber dari manusia ialah:

  • Hasil pembakaran bahan bakar fosil kendaraan bermotor
  • Penggunaan zat kimia yang disemprotkan ke udara
  • Pembakaran hutan
  • Pembakaran sampah rumah tangga
  • Bahan-bahan limbah sisa produksi pabrik yang menggunakan zat kimia organik maupun anorganik.

Zat-Zat Pencemar Udara

Pencemaran udara dapat disebabkan oleh beberapa polutan seperti Nitrogen dioksida, kabon monoksida, sulfur dioksida, CFC, Partikulat, Hidrokarbon, Timbal dan Kaarbondioksida. Berikut adalah penjelasan mengenai zat-zat pencemar udara:

Kabon Monoksida (CO)

Karbon monoksida merupakan zat yang tidak memiliki warna dan bau seta bersifat racun. Zat ini biasanya dihasilkan dari proses pembakaran tidak sempurna bahan bakar fosil, misalnya adalah gas buangan kendaraan bermotor.

Nitrogen dioksida (NO2)

Nitrogen dioksida merupakan zat yang paling beracun yang dihasilkan dari proses pembakaran batu bara di pabrik, pembangkit energi listrik, dan sisa pembakaran bahan bakar fosil pada kendaraan bermotor.

Sulfur dioksida (SO2)

Gas ini memiliki bau yang sangat tajam, tidak berbau dan tidak bersifat korosi. Zat ini dihasilkan dari pembakaran bahan bakar yang mengandung sulfur seperti batubara yang digunakan sebagai pembangkit tenaga listrik dan aktivitas pabrik.

Partikulat (asap atau jelaga)

Berupa asap hitam pekat yang dihasilkan melalui cerobong pabrik dan merupakan polutan yang paling terlihat serta berbahaya. Berbagai macam partikel antara lain ialah aerosol, kabut, asap, dan debu. Baca JugaPengertian Kabut Asap, Penyebab, dan Dampaknya

Hidrokarbon (HC)

Zat ini dihasilkan sebagai hasil dari pembakaran tidak sempurna maupun dari uap bensin yang tidak terbakar.

Chlorofluorocarbon (CFC)

Gas ini dapat menyebabkan penipisan lapisan ozon. CFC biasanya dihasilkan dari berbagai alat rumah tangga seperti kulkas, AC, parfun, dan lain sebagainya.

Timbal (Pb)

Timbal biasa digunakan untuk meningkatkan pembakaran pada kendaraan bermotor dan dapat menghasilkan timbal oksida yang berbahaya apabila terhirup manusia.

Karbon Dioksida (CO2)

Gas ini dihasilkan dari hasil pembakaran sempurna bahan bakar kendaraan bermotor dan buangan industri.

Dampak Pencemaran Udara

Beberapa dampak yang ditimbulkan sebagai akibat dari pencemaran udara antara lain adalah sebagai berikut:

Hujan Asam

Hujan asam merupakan hujan yang memiliki kandungan pH kurang dari 5,6. Dioksida sulfur dan oksida nitrogen yang dihasilkan dari proses pembakaran bahan bakar fosil maupun pembakaran batubara akan menguap ke udara. Sebagian lainnya akan bercampur dengan oksigen yang dihirup oleh makhluk hidup, dan sebagian lainnya akan langsung mengendap di tanah sehingga menjadi pencemar mineral tanah.

Dioksida sulfur dan oksida nitrogen yang menguap ke udara akan bercampur dengan embun dan dengan serangkaian proses akan menjadi hujan asam. Namun apabila campuran dioksida sulfur atau oksida nitrogen yang telah bercampur dengan embun tadi turun ke permukaan bumi dalam bentuk butiran padat, maka peristiwa ini disebut dengan deposisi asam.

Hujan asam dapat mengganggu ekosistem air dan bahkan merusak bangunan serta candi-candi. Selain itu, hujan asam juga dapat merusak kehidupan tumbuhan karena mengganggu pertumbuhan tanaman dan menghancurkan jaringan tumbuhan (karena memindahkan zat hara di daun dan menghalangi proses pengambilan nitrogen).

Disamping itu hujan asam juga dapat melarutkan kalsium, kalium dan nutrien lain yang berada dalam tanah sehingga tanah akan berkurang kesuburannya dan akan berakibat pada kematian tanaman.

Menipisnya Lapisan Ozon

Ozon merupakan senyawa kimia yang terbentuk secara alami di lapisan atmosfer dan berfungsi untuk melindungi bumi dari radiasi sinar ultra violet matahari yang berbahaya bagi kelangsungan hidup makhluk bumi.

Namun, berbagai zat yang tergolong sebagai BPO (bahan perusak ozon) mampu merusak lapisan ozon menjadi lebih tipis dari sebelumnya karena melepaskan atom klorida (Cl) yang mempercepat lepasnya O3 menjadi O2 hingga dapat menghasilkan lubang ozon.

Penipisan lapisan ozon dapat mengakibatkan kanker mata pada sapi, berkurangnya hasil panen, hingga berkurangnya populasi fitoplankton yang berperan sebagai produsen bagi rantai makanan di laut.

Pemanasan Global

Kadar karbon dioksida yang tinggi pada lapisan atmosfer dapat memerangkap panas dari bumi ke atmosfer sehingga bumi menjadi lebih panas hingga dapat berdampak pada perubahan iklim, efek ini disebut dengan efek rumah kaca. Selengkapnya, baca; Dampak Pemanasan Global bagi Kehidupan

Kesehatan Manusia

Pencemaran udara dapat berdampak bagi kesehatan manusia, antara lain:

Karbon Monoksida (CO)

CO dapat mengikat hemoglobin (Hb) sehingga menghambat pasokan O2 ke jaringan tubuh dan dapat mengakibatkan melemahnya fungsi motorik, pingsan, bahkan kematian.

Nitrogen dioksida (SO2)

Menyebabkan asma

Hidrokarbon (HC)

Menyebabkan kerusakan otot, jantung, dan otak.

Chlorofluorocarbon (CFC)

Menyebabkan kanker kulit, katarak, dan melemahnya sistem daya tahan tubuh.

Timbal (Pb)

Menyebabkan gangguan mental serta perkembangan otak.

Ozon (O3)

Menyebabkan iritasi hidung dan memperkecil paru-paru.

NO2 dan NO3

Menyebabkan iritasi mata, hidung, dan paru-paru.

Contoh Pencemaran Udara

Adapun beberapa contoh pencemaran udara diantaranya ialah sebagai berikut:

  1. Pembakaran batu bara dan bahan bakar fosil baik dalam pembangkit listrik maupun sebagai bahan bakar kendaraan.
  2. Menggunakan peralatan yang melepaskan zat CFC (chloro fluoro carbon), seperti kulkas, AC, maupun parfum dan pengharum ruangan.
  3. Gas sisa buangan pabrik yang tidak disaring terlebih dahulu sehingga mengandung lebih banyak zat beracun yang dilepaskan ke atmosfer.
  4. Proses peleburan timah pabrik baterai yang partikel debunya dapat meracuni sistem pembentukan sel darah merah.

Upaya Penanggulangan Pemcemaran Udara

Upaya penanggulangan pencemaran udara dapat dilakukan dengan tindakan pencegahan, diantaranya ialah:

  1. Mengembangkan energi alternatif terbarukan yang ramah lingkungan.
  2. Mensosialisasikan pelajaran mengenai lingkungan hidup di sekolah dan masyarakat.
  3. Mewajibkan diterapkannya AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) bagi industri atau usaha yang menghasilkan limbah sisa buangan.
  4. Tidak membakar sampah di pekarangan.
  5. Membatasi penggunaan AC.
  6. Menggunakan kulkas yang tidak menggunakan CFC (Chloro Fluoro Carbon).
  7. Ikut berpartisipasi dalam kegiatan penghijauan.
  8. Ikut memelihara taman kota dan pohon pelindung.
  9. Tidak melakukan penebangan hutan secara liar, dan melakukan tebang pilih.
  10. Mengurangi atau tidak menggunakan benda dengan bahan aerosol.
  11. Berhenti menggunakan busa plastik yang mengandung CFC (chloro Fluoro Carbon).
  12. Mendaur ulang freon mocil yang memiliki AC (air conditioner).
  13. Melokalisasi tempat pembuangan sampah akhir (TPA) sebagai tempat daur ulang.
  14. Menggunakan penyaring pada cerobong-cerobong kilang minyak atau pabrik yang menghasilkan gas sisa buangan berupa asap atau jelaga penyebab pencemaran udara.

Demikianlah penjelasan mengenai pengertian, penyebab, dampak, dan contoh pencemaran udara. Semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat kepada pembaca dan menyuguhkan informasi baru yang memperkaya pengetahuan. Terimakasih.

Berikan Ranting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *