Pengertian Fenomena Geosfer dan Contohnya

Diposting pada

Contoh Fenomena Geosfer

Dalam ilmu bumi atau geosains, geosfer mengacu pada bagian ciri planet kita yang padat (seperti mantel dan kerak). Bagian cair disebut hidrosfer, sedangkan bagian yang berwujud gas disebut atmosfer. Geosfer, diciptakan pada akhir abad ke-19, dimodelkan setelah atmosfer, dengan awalan Yunani geo yang berarti “bumi.” Geosfer memiliki peran penting karena mendefinisikan banyak lingkungan tempat kita hidup, mengontrol distribusi mineral, batuan dan tanah, serta bahaya alam yang berdampak pada manusia.

Distribusi gunung, posisi benua, bentuk dasar laut dan lokasi sungai-sungai besar dan dataran banjir adalah sebagian besar produk dari proses yang terjadi di Geosfer. Untuk memperjelas pemahaman kita tentang beragam fenomena geosfer, artikel ini akan mengulas tentang pengertian geosfer dan contoh fenomena geosfer.

Geosfer

Geosfer sangat penting dalam berinteraksi dengan bidang lain. Sebagai contoh, evolusi atmosfer modern diyakini merupakan hasil gabungan dari proses geologi (letusan gunung berapi, pelapukan batuan, oksidasi besi) dan proses biologis seperti fotosintesis. Sumber utama karbon dioksida, yang bisa menjadi penyebab global warming (pemanasan global), adalah bahan bakar fosil yang ditambang dari litosfer (yang merupakan salah satu lapisan geosfer) dan digunakan untuk produksi energi.

Bagian dari air yang membentuk lautan dunia diyakini berasal dari uap vulkanik. Distribusi tanaman, meskipun sebagian besar dikontrol oleh iklim global, bervariasi dalam menanggapi perubahan elevasi dan distribusi pada lapisan tanah.

Manusia sangat bergantung pada geosfer. Geosfer adalah komponen dari sistem Bumi di mana kekayaan mineral dalam bentuk logam, batu bara dan minyak ditemukan. Topografi permukaan, dikombinasikan dengan pergerakan air melintasi lanskap dan distribusi tanah yang subur, adalah faktor dominan yang menentukan di mana kita menanam tanaman.

Misalnya, peradaban awal di Asia, Afrika, dan Amerika Utara dan Selatan tumbuh di mana kondisinya bagus untuk menanam tanaman. Bencana alam paling mahal yang diketahui manusia adalah gempa bumi dan gunung berapi, keduanya terjadi di sepanjang tepi lempeng.

Untuk memetakan dan mengelola sumber daya alam, dan merencanakan upaya mitigasi bencana alam, manusia harus memahami geosfer. Untuk memahami variasi alami dalam iklim global, dan bagaimana manusia dapat memengaruhi iklim, penting bagi kita untuk memahami bagaimana bola berinteraksi, dan peran yang dimainkan geosfer. 

Pengertian Geosfer

Geosfe adalah lapisan atau sfera yang terdapat pada struktur bumi yang terletak pada permukaan bumi dan di bawah permukaan bumi dan lapisan bumi tersebut berpengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap kehidupan bumi.

Geosfer meliputi:

  • Litosfer adalah lingkungan kulit bumi atau kerak bumi
  • Atmosfer adalah lingkungan udara
  • Hidrosfer adalah lingkungan perairan
  • Biosfer adalah lingkungan makhluk hidup
  • Antroposfer adalah lingkungan manusia

Fenomena geosfer ialah fenomena atau kejadian alam yang berhubungan dengan unsur-unsur geosfer, yaitu atmosfer, litosfer, biosfer, antroposfer, serta hidrosfer.

Penjelasan di atas di dapatkan dari istilah yang sering dijumpai dalam ilmu geografi, karena geosfer merupakan objek material dari geografi. Istilah geosfer berasal dari kata geo yang berarti bumi dan sphere yang berarti lapisan. Sehingga dapat diartikan bahwa geosfer adalah lapisan-lapisan yang ada di bumi, baik itu di bawah permukaan bumi, di permukaan bumi dan diatas permukaan bumi yang berpengaruh bagi kehidupan manusia dan makhluk hidup lain yang ada di bumi. Selengkapnya, bacaPermukaan Bumi: Daratan dan Perairan

Pengertian Geosfer Menurut Para Ahli

Adapun definisi geosfer menurut para ahli diantaranya yaitu:

Merriam-Webster

Geosfer adalah salah satu cangkang atau lapisan bola di dalam bumi yang dibatasi di atas dan di bawah oleh diskontinuitas.

Wikipedia

Geosfer dapat diambil sebagai nama kolektif untuk atmosfer, litosfer, hidrosfer, biosfer, dan antroposfer.

Fisika Aristotelian

Istilah ini diterapkan pada empat tempat alami bola, terkonsentrasi di sekitar pusat Bumi, seperti yang dijelaskan dalam kuliah Fisika dan Meteorologi. Mereka dipercaya untuk menjelaskan gerakan dari empat elemen terestrial: Bumi, Air, Udara dan Api.

Teks Modern dan dalam sains sistem Bumi

Geosfer mengacu pada bagian Bumi yang padat; ini digunakan bersama dengan atmosfer, hidrosfer, dan biosfer untuk menggambarkan sistem Bumi (interaksi sistem ini dengan magnetosfer kadang-kadang terdaftar). Dalam konteks itu, terkadang istilah litosfer digunakan sebagai pengganti geosfer atau lapisan bumi yang padat. Litosfer, bagaimanapun, hanya mengacu pada lapisan paling atas dari bumi yang padat (batuan kerak samudera dan benua dan mantel paling atas).

Contoh Fenomena Geosfer

Pada masing-masing geosfer terdapat beragam fenomena yang berpengaruh terhadap kehidupan manusia. Adapun contoh-contoh fenomena geosfer antara lain sebagai berikut:

Fenomena pada Atmosfer

Pengertian atmosfer adalah lapisan tipis gas yang mengelilingi Bumi. Lapisan ini melindungi kita dari ruang hampa, melindungi kita dari radiasi elektromagnetik yang dilepaskan oleh Matahari dan benda-benda kecil yang terbang melalui angkasa seperti meteoroid. Yang terpenting yaitu menahan oksigen (O2) yang kita butuhkan untuk bernafas untuk bertahan hidup.

Fenomena atmosfer merupakan sebuah fenomena fisik yang terkait dengan atmosfer. Adapun contoh fenomena di atmosfer yaitu:

  • Aurora merupakan fenomena atmosfer bercahaya yang muncul berupa pita cahaya yang kadang-kadang terlihat di langit malam di daerah utara atau selatan bumi. Diperkirakan disebabkan oleh partikel bermuatan dari matahari yang memasuki medan magnet bumi dan molekul yang merangsang atmosfer. Aurora yang bersinar di kutub selatan dikenal sebagai aurora australis atau aurora selatan. Sedangkan aurora yang bersinar di kutub utara dikenal sebagai aurora borealis atau cahaya utara.
  • Fatamorgana adalah suatu ilusi optik yang terjadi sebagai akibat dari pembiasan sinar matahari oleh udara dengan tingkat kerapatan yang berbeda. Kenampakan fatamorgana umumnya berupa kenampakan genangan air di tengah padang pasir atau dapat di permukaan jalan beraspal yang terkena panas terik matahari. Kenampakan tersebut sebenarnya adalah sinar matahari yang dibiaskan oleh massa udara dengan kerapatannya yang renggang.

Fenomena pada Litosfer

Litosfer adalah bagian Bumi yang padat dan merupakan bagian terluar struktur bumi. Ini dibatasi oleh atmosfer di atas dan astenosfer (bagian lain dari mantel atas) di bawah.

Ketebalan litosfer yang sebenarnya sangat bervariasi dan dapat berkisar dari sekitar 40 km hingga 280 km. Litosfer berakhir pada titik ketika mineral di kerak bumi mulai menunjukkan sifat yang kental dan berupa cairan. Kedalaman tersebut tergantung pada komposisi kimia bumi, panas dan tekanan yang bekerja pada material.

Fenomena litosfer merupakan sebuah fenomena fisik yang terjadi pada lapisan kulit bumi. Adapun contoh fenomena di litosfer yaitu:

  • Erosi merupakan peristiwa pengikisan padatan (sedimen, tanah, batuan, dan partikel lainnya) akibat transportasi angin, air atau es, karakteristik hujan, creep pada tanah dan material lain di bawah pengaruh gravitasi, atau bisa juga disebabkan oleh hewan yang membuat liang, dalam hal ini disebut bio-erosi.
  • Longsor atau sering disebut gerakan tanah merupakan peristiwa geologi yang terjadi karena pergerakan masa batuan atau tanah dengan berbagai tipe dan jenis seperti jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah.

Kejadian longsor secara umum dapat disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor pendorong dan faktor pemicu. Faktor pendorong merupakan faktor-faktor yang memengaruhi kondisi material sendiri, sedangkan faktor pemicu merupakan faktor yang menyebabkan bergeraknya material tersebut. Selengkapnya, baca; Pengertian Tanah Longsor, Jenis, Penyebab, dan Dampaknya

Fenomena pada Hidrosfer

Hidrosfer terdiri atas semua perairan di atau dekat permukaan planet. Ini termasuk lautan, sungai, dan danau, serta akuifer bawah tanah dan kelembaban di atmosfer. Para ilmuwan memperkirakan jumlah totalnya lebih dari 1.300 juta kaki kubik.

Lebih dari 97 persen dari air bumi ditemukan di lautan. Sisanya adalah air tawar, dua pertiganya dibekukan di daerah kutub bumi dan gunung salju. Sangat menarik untuk dicatat bahwa meskipun air menutupi sebagian besar permukaan planet, air menyumbang hanya 0,023 persen dari total massa bumi. 

Fenomena hidrosfer merupakan sebuah fenomena fisik yang terjadi pada lapisan perairan di bumi. Adapun contoh fenomena di hidrosfer yaitu:

  • Jumlah cadangan air di dalam tanah dipengaruhi oleh meresapnya air ke dalam tanah dan faktor lainnya yang berpengaruh terhadap potensi air tanah Jenis batuan dan penutup lahan juga dapat berpengaruh terhadap peresapan air. Selain itu, penggunaan air tanah oleh manusia turut berpengaruh pada ketersediaan air tanah.
  • Keberadaan salju di pegunungan Jaya Wijaya, Papua, Indonesia. Fenomena ini termasuk contoh yang unik yang terdapat di Indonesia, karena adanya salju di daerah Indonesia yang mempunyai iklim tropis.

Fenomena pada Biosfer 

Pengertian biosfer terdiri atas semua organisme hidup: tumbuhan, hewan, dan organisme bersel satu. Sebagian besar kehidupan terestrial planet ini ditemukan di zona yang membentang dari 3 meter di bawah tanah hingga 30 meter di atasnya. Di lautan, sebagian besar kehidupan akuatik hidup di zona yang membentang dari permukaan hingga sekitar 200 meter di bawahnya.

Tetapi beberapa makhluk dapat hidup jauh di luar kisaran ini, misalnya beberapa burung diketahui dapat terbang setinggi 8 kilometer di atas bumi, sementara beberapa ikan telah ditemukan sedalam 8 kilometer di bawah permukaan laut. Mikroorganisme dikenal dapat bertahan hidup jauh di luar rentang ini.

Fenomena biosfer merupakan sebuah fenomena fisik yang terjadi pada lapisan biosfer. Adapun contoh fenomena di biosfer yaitu:

  • Adanya persebaran flora dan fauna yang ada di belahan bumi. Fenomena ini disebabkan oleh kondisi habitat pendukungnya, seperti adanya harimau Jawa, onta di Arab dan burung cendrawasih di papua beserta habitatnya.
  • Adanya keberagaman konsumsi bahan pangan yang disebabkan oleh perbedaan flora dan fauna. Contohnya makanan pokok di Indonesia, khususnya Indonesia bagian barat dan tengah adalah nasi karena Indonesia merupakan daerah penghasil padi, sedangkan di Indoensia bagian timur ada yang memanfaatkan sagu sebagai pengganti nasi.

Fenomena pada Antroposfer

Antroposfer merujuk pada manusia itu sendiri sebagai  tema sentral. Fenomena antroposfer dapat kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Adapun contoh fenomena yang berhubungan dengan antroposfer yaitu:

  • Adanya keberagaman adat dan budaya di belahan bumi. Keberagaman tersebut berpengaruh pada kehidupan manusia itu sendiri, meliputi cara berinteraksi, ketrampilan yang berbeda dan kebutuhan yang berbeda.
  • Adanya perbedaan potensi sumber daya alam yang mengakibatkan perbedaan cara pemanfaatannya, maka dari itu pengolahan dan alat yang digunakan akan berbeda pula karena perbedaan jenis-jenis sumber daya alam ini.

Demikianlah penjelasan secara lengkap mengenai pengertian fenomena geosfer menurut para ahli dan contohnya. Semoga melalui tulisan ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca yang sedang mencarinya. Trimakasih,

Berikan Ranting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *