Pengertian Migrasi, Penyebab, Jenis, Dampak, dan Contohnya

Diposting pada

Migrasi Adalah

Migrasi dalam geografi biasanya mengacu pada pergerakan manusia dari satu tempat ke tempat lain. Ini terjadi ketika adanya interaksi atara faktor pendorong dan faktor penarik. Faktor pendorong misalnya kondisi daerah asal yang kurang mampu untuk menunjang kehidupan, sedangkan faktor penarik misalnya daerah tujuan lebih menunjang, baik dalam hal lapangan pekerjaan maupun berbagai hal lainnya, termasuk ketersediaan fasilitas pendidikan, kesehatan, hiburan, dan lain-lain.

Migrasi bukan hanya perpindahan yang dilakukan manusia, tapi bisa juga dilkukan oleh hewan dari satu area ke area yang lain. Contoh migrasi misalnya perpindahan kaum muda ke kota-kota besar untuk bekerja. Untuk memperjelas pemahaman kita tentang migrasi, artikel ini akan mengulas tentang pengertian, penyebab, jenis, dampak, dan contoh migrasi.

Migrasi

Migrasi merupakan perpindahan dalam pengertian penduduk yang bertujuan untuk menetap dari suatu tempat ke tempat lain melewati batas administratif (migrasi internal) atau batas politik/negara (migrasi internasional). Migrasi juga dapat diartikan sebagai perpindahan yang relatif permanen dari suatu daerah (negara) ke daerah (negara) lain.

Penelitian geografi tentang migrasi memiliki jangkauan yang luas, mencakup masa lalu dan masa kini (King et al. 2010). Setelah dianggap sebagai subjek yang terpinggirkan dalam ilmu sosial, studi tentang migrasi semakin dianggap penting. Migrasi umumnya merupakan proses selektif, berdasarkan usia, keterampilan, jenis kelamin, ras, kelas, dan kesehatan, dan mungkin juga terlibat dengan peristiwa-peristiwa penting dalam kehidupan.

Pengertian Migrasi

Migrasi adalah perpindahan  orang-orang dari satu tempat ke tempat lain dengan tujuan menetap, secara permanen atau sementara di lokasi baru. Ditinjau dari jaraknya, perpindahan ini dapat terjadi pada jarak jauh dari satu negara ke negara lain, tetapi dapat juga terjadi secara internal dalam satu negara.

Pergerakan yang bersifat nomaden biasanya tidak dianggap sebagai migrasi karena tidak ada niat untuk menetap di tempat baru dan karena perpindahan itu umumnya musiman. Hanya beberapa orang nomaden yang mempertahankan bentuk gaya hidup ini di zaman modern.

Juga, pergerakan sementara biasanya dilakukan untuk tujuan perjalanan, pariwisata, ziarah, atau perjalanan yang tidak dianggap sebagai migrasi, dengan tidak adanya niat untuk tinggal dan menetap di tempat-tempat yang dikunjungi. Baca jugaPengertian Transmigrasi, Jenis, dan Dampaknya

Pengertian Migrasi Menurut Para Ahli

Adapun definisi migrasi menurut para ahli, antara lain:

Everet S. Leo

Migrasi dalam arti luas didefinisikan sebagai perubahan tempat tinggal secara permanen atau semi permanen. Dalam hal ini tidak ada pembatasan, baik pada jarak perpindahan maupun sifatnya, yaitu apakah perbedaan itu bersifat sukarela atau terpaksa. Sehingga dapat dikatakan bahwa migrasi adalah gerakan yang dicatat dalam sensus penduduk dari suatu tempat ke tempat lain dengan ada niatan menetap di daerah tujuan.

Shryock and Siegel

Migrasi ialah suatu bentuk mobilitas geografi atau mobilitas keruangan yang menyangkut perubahan tempat kediaman secara permanent antar unit-unit geografi tertentu.

Standing and Mantra

Migrasi adalah perubahan tempat tinggal yang melampaui batas-batas wilayah yang telah ditetapkan selama satu atau dua tahun dari satu wilayah ke wilayah lain dengan maksud untuk menetap di daerah tujuan.

Penyebab Migrasi

Orang bermigrasi karena sejumlah alasan. Alasan-alasan tersebut dapat terjadi karena pengaruh kondisi dalam pengertian lingkungan, ekonomi, budaya dan sosial-politik. Secara garis besar, faktor penyebab terjadinya migrasi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu faktor pendorong dan faktor penarik.

Faktor Pendorong

Faktor pendorong adalah faktor-faktor yang memaksa individu untuk bergerak secara sukarela, dan dalam banyak kasus, mereka dipaksa untuk berpindah karena jika mereka tetap memaksakan diri untuk tetap menetap akan sangat beresiko. Faktor pendorong tersebut dapat berupa terjadinya konflik, kekeringan, kelaparan, atau aktivitas keagamaan yang ekstrem.

Aktivitas ekonomi yang buruk dan kurangnya kesempatan kerja juga merupakan faktor pendorong yang kuat untuk bermigrasi. Faktor pendorong lainnya juga bisa terjadi karena adanya diskriminasi terhadap termasuk ras dan budaya, intoleransi politik dan penganiayaan.

Faktor Penarik

Faktor penarik adalah faktor-faktor dari tempat tujuan yang menarik individu atau kelompok untuk meninggalkan temapt asal mereka. Faktor-faktor tersebut dikenal sebagai utilitas tempat, yang merupakan kondisi tempat yang menarik bagi orang, misalnya peluang ekonomi yang lebih baik, lebih banyak pekerjaan, dan kehidupan yang lebih baik dan menjanjikan sering menarik orang untuk berpindah ke lokasi baru.

Terkadang individu memiliki ide dan persepsi yang belum tentu benar tentang suatu tempat, tetapi ini dapat menjadi faktor penarik yang kuat untuk individu tersebut. Misalnya ketika orang bertambah tua dan sudah pensiun, mereka banyak yang mencari tempat dengan cuaca yang hangat, lokasi yang damai dan nyaman untuk menghabiskan masa tua mereka setelah bekerja keras. Tempat ideal semacam itu juga merupakan faktor penarik.

Jenis Migrasi

Adapun untuk macam-macam migrasi diantaranya yaitu:

  1. Remigrasi, artinya perpindahan penduduk untuk kembali ke tanah asalnya semula. Misalnya yaitu ketika seseorang sudah tua, ia kembali ke daerah asalnya agar setelah mati dapat dikubur di daerah asalnya.
  2. Imigrasi, artinya perpindahan penduduk dan negara asing untuk menetap dan menjadi warga negara di negara yang baru didatanginya. Misalnya yaitu orang dari Indonesia pindah ke Australia. Bagi negara Australia orang tersebut disebut imigran.
  3. Emigrasi, artinya pindahnya sekelompok penduduk atau perorangan dari suatu negara ke negara lain. Misalnya yaitu orang Indonesia yang menetap di India. Bagi Indonesia, orang tersebut disebut emigran, sedangkan bagi India disebut imigran.
  4. Evakuasi, artinya perpindahan atau pengungsian penduduk dari tempat tinggalnya karena gangguan keamanan/bencana. Misalnya yaitu perpindahan atau pengungsian korban bencana alam.
  5. Forensen (nglaju), artinya orang yang tinggal di desa (luar kota), tetapi bekerja di kota sehingga setiap hari pulang pergi dalam perjalanan. Hal itu dapat disebabkan oleh sulitnya perumahan di kota. Misalnya yaitu banyak orang bekerja di Jakarta, tetapi bertempat tinggal di luar Jakarta.
  6. Turisme, artinya perjalanan ke daerah-daerah pariwisata. Misalnya yaitu orang yang berwisata ke daerah wisata, seperti Bali, Danau Toba, Borobudur, dan Tana Toraja.
  7. Week end (berakhir pekan), artinya kegiatan bepergian ke luar kota pada akhir pekan untuk menghirup udara segar. Misalnya yaitu orang Jakarta berakhir pekan ke Puncak, Jawa Barat.

Dampak Migrasi

Migrasi menjadi subjek yang sangat penting bagi kehidupan kota. Banyak peluang dan daya tarik kota besar yang menarik banyak orang datang ke kota besar. Migrasi dapat memiliki efek positif maupun negatif pada kehidupan para migran.

Dampak Positif

Untuk dampak-dampak positif yang diakibatkan dalam migrasi antara lain adalah sebagai berikut;

  1. Pengertian pengangguran yang terjadi dalam suatu negara berkurang dan orang mendapatkan kesempatan kerja yang lebih baik.
  2. Migrasi membantu dalam meningkatkan kualitas hidup orang.
  3. Migrasi membantu meningkatkan kehidupan sosial orang-orang ketika mereka belajar tentang budaya baru, adat istiadat, dan bahasa yang membantu meningkatkan persaudaraan di antara mereka.
  4. Migrasi dapat menyebabkan pertumbuhan ekonomi yang lebih besar di wilayah tersebut.
  5. Anak-anak mendapatkan peluang yang lebih baik untuk mendapatkan pendidikan tinggi.
  6. Kepadatan populasi berkurang dan tingkat kelahiran menurun.

Dampak Negatif

Sedangkan dampak negatif terjadinya proses perindahan pendudukan atau migrasi ini, antara lain sebagai berikut;

  1. Perginya seseorang dari daerah pedesaan, berdampak pada tingkat output dan pengembangan daerah pedesaan yang semakin menurun.
  2. Masuknya pekerja di daerah perkotaan meningkatkan persaingan untuk pekerjaan, rumah, fasilitas sekolah, dan lain-lain.
  3. Populasi yang besar memberikan tekanan yang besar pula terhadap ketersediaan sumber daya alam, fasilitas dan layanan.
  4. Banyak migran yang buta huruf dan tidak berpendidikan, sehingga mereka bukan hanya tidak cocok untuk sebagian besar pekerjaan, tetapi juga kekurangan pengetahuan dasar dan keterampilan hidup.
  5. Kemiskinan membuat mereka tidak dapat hidup normal dan sehat.
  6. Anak-anak yang tumbuh dalam kemiskinan tidak memiliki nutrisi yang cukup, serta pendidikan, atau kesehatan yang layak.
  7. Migrasi meningkatkan daerah kumuh di kota-kota, yang dapat menimbulkan banyak dinamika penduduk seperti kondisi yang tidak higienis, rawan terjadinya kejahatan atau kriminalitas, polusi, dan lain-lain.
  8. Terkadang migran dieksploitasi.

Contoh Migrasi

Berdasarkan sejarah yang tercatat, migrasi manusia telah mengubah seluruh aspek benua dan komposisi ras, etnis, dan linguistik dari populasi manusia. Peta Eropa, misalnya, adalah produk dari beberapa migrasi awal secara besar-besaran yang melibatkan antara lain orang-orang Jerman, Slavia, dan Turki. Selama 400 tahun — dari akhir abad ke-16 hingga abad ke-20—Amerika, Australia, Oceania, belahan utara Asia, dan sebagian Afrika dijajah oleh para migran Eropa. Orang Eropa yang bermigrasi ke luar negeri selama periode ini berjumlah sekitar 60 juta orang.

Migrasi terbesar dalam sejarah yaitu yang disebut Migrasi Atlantik Besar dari Eropa ke Amerika Utara, gelombang besar pertama dimulai pada tahun 1840-an dengan gerakan massa dari Irlandia dan Jerman.

Pada tahun 1880-an gelombang kedua dengan jumlah massa lebih besar yang berkembang dari Eropa timur dan selatan; antara tahun 1880 dan 1910 sekitar 17 juta orang Eropa memasuki Amerika Serikat. Jumlah total orang Eropa yang mencapai Amerika Serikat berjumlah 37 juta antara tahun 1820 dan 1980.

Dari 1801 hingga 1914 sekitar 7,5 juta migran pindah dari Eropa ke Siberia, dan antara Perang Dunia I dan II sekitar 6 juta lebih, tidak termasuk orang yang dideportasi yang tak terhitung jumlahnya di kamp-kamp kerja Soviet, bermigrasi secara sukarela di sana.

Sejak Perang Dunia II, migrasi sukarela terbesar telah melibatkan kelompok-kelompok dari negara-negara berkembang yang pindah ke negara-negara industri. Sekitar 13 juta migran menjadi penduduk tetap di Eropa Barat sejak 1960-an hingga 1980-an, dan lebih dari 10 juta imigran permanen diterima secara legal di Amerika Serikat pada periode yang sama. Baca jugaKebijakan Kependudukan di Indonesia

Nah, demikianlah serangkaian penjelasan serta pengulasan secara lengkap mengenai pengertian migrasi menurut para ahli, penyebab, jenis, dampak, dan contoh migrasi yang ada di seluruh dunia. Semoga melalui artikel ini memberikan wawasan kepada segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *