Pengertian Pasang Surut Air Laut, Jenis, Penyebab, Teori, dan Contohnya

Diposting pada

Pengertian Pasang Surut Air Laut

Pernahkah secara seksama kita semua memperhatikan air laut di pantai pada waktu yang berbeda yaitu pagi hari dan sore hari? Air laut di pantai tersebut secara jelas terlihat bahwa pada pagi hari air laut akan naik ke permukaan pantai sedangkan pada sore hari air laut akan turun menjauhi garis pantai. Peristiwa tersebut dinamakan sebagai pasang surut air laut.

Pasang Surut Air Laut

Peristiwa pasang surut air laut ini sangat bermanfaat terutama dipergunakan nelayan sebagai patokan dalam mencari ikan. Pada waktu surut adalah waktu yang tepat untuk melaut dan pada waktu pasang adalah waktu yang tepat untuk pulang. Mengapa air laut dapat mengalami peristiwa pasang surut? Peristiwa pasang surut air laut akan kita bahas secara lengkap pada pembahasan sebagai berikut.

Pengertian Pasang Surut Air Laut

Pengertian pasang adalah kondisi dimana air yang ada di struktur laut naik. Dan surut adalah kondisi dimana air laut turun. Secara harfiah kedua definisi dapatlah disimpulkan arti bahwa pasang surut air laut adalah kondisi dimana air laut mengalami naik turun permukaan.

Teori Pasang Surut Air Laut

Fenomena pasang dan surutnya air laut dipengaruhi dari beberapa faktor. Faktor determinan yang paling banyak menyebabkan fenomena pasang dan surutnya air laut adalah faktor yang disebabkan karena gaya gravitasi bulan. Penjelasan mengenai faktor penyebab terjadinya pasang surut air laut adalah sebagai berikut;

Teori Keseimbangan

Teori keseimbangan yang menjadi tolak ukur peristiwa pasang surut air laut dikemukakan oleh Sir Issac Newton. Seperti yang kita ketahui bahwa teori yang dibuat newton atau ditemukan olehnya adalah teori hukum gravitasi. Teori keseimbangan pembentuk pasang surut air laut dinamakan juga sebagai teori equilibrium.

Hubungan teori gravitasi dengan keseimbangan dalam pembentukan pasang surut air laut adalah pengaruh gaya gravitasi matahari bumi dan bulan. Pengaruh tersebut dibedakan menjadi bumi matahari dan bumi bulan.

Teori Pasang Surut Dinamik

Teori pembentuk pasang surut air laut yang kedua adalah teori yang ditemukan oleh Laplace. Teori ini bernama teori pasang surut dinamik. Air laut memiliki kedalaman yang berbeda. Namun gaya tarik dari rotasi bumi ditambah dengan cahaya bulan menimbulkan naik turunnya permukaan air laut.

Asal Pasang Surut Air Laut

Latar belakang adanya pasang surut air laut antara lain adalah sebagai berikut;

Penyebab Terjadinya Pasang Surut Air Laut

Air laut yang mengalami pasang surut diakibatkan karena beberapa faktor. Rotasi bumi pada porosnya, revolusi bumi pada orbitnya, kedalaman air, pergerakan pada pengertian teori lempeng tektonik, topografi dasar laut, dan kedalaman teluk. Penjelasannya dari semuanya, antara lain adalah sebagai berikut;

Rotasi Bumi Pada Porosnya

Pengertian rotasi bumi yang berputar pada porosnya mengakibatkan terjadinya fenomena pasang surut air laut. Malam hari adalah waktu dimana bulan memantulkan cahaya matahari menghadap ke bumi. Permukaan bumi yang terkena pantulan sinar matahari dari bulan ini lah yang nantinya akan terjadi air laut pasang. Hal ini diakibatkan karena gaya gravitasi bulan lebih kuat pada waktu malam hari.

Revolusi Bumi Pada Orbitnya

Orbit bumi yang mengelilingi matahari memiliki bentuk oval atau elips. Pengertian revolusi bumi adalah peristiwa bumi mengelilingi matahari yang berputar sesuai dengan orbitnya. Ketika perputaran bumi mendekati matahari maka air laut sering terjadi pasang.

Dan ketika posisi struktur bumi menjauhi matahari maka air laut akan seringkali surut (melemah dari permukaan). Hal ini dikarenakan gaya gravitasi matahari lebih kuat dari gaya gravitasi bumi sehingga penarikan air bisa sangat kuat.

Kedalaman Air

Kedalaman air menjadi faktor penentu terjadinya peristiwa pasang surut air laut. Hal ini disebabkan karena semakin dalam air laut maka densitas atau gaya massa air laut akan semakin besar sehingga dapat menyebabkan pasang surut air laut.

Pergerakan Lempeng Tektonik

Pergerakan lempeng tektonik yang pada lapisan kulit bumi dapat mengakibatkan adanya peristiwa pasang surut air laut. Hal ini terjadi karena lempeng yang bergerak di dalam perut bumi setiap harinya dapat merubah massa air sehingga memicu terjadinya pasang surut air laut.

Topografi Dasar Laut

Topografi disebut sebagai kenampakan alam. Topografi tidak hanya terjadi di daratan yang menyebabkan bentuk permukaan bumi seperti gunung, pegunungan, bukit, lereng, lembah, dan sebagainya. Tetapi juga dapat mengakibatkan kenampakan alam dasar laut seperti ambang laut, palung laut, gunung laut, dan lain-lain. Topografi dasar laut itulah yang nantinya akan berpengaruh pada peristiwa pasang surut air laut. Baca JugaPengertian Pegunungan, Karakteristik, Manfaat, dan Contohnya

Teluk

Teluk adalah lautan yang menjorok ke daratan. Setiap keberadaan teluk tentunya terdapat tanjung. Tanjung adalah daratan yang menjorok ke lautan. Namun setiap keberadaan tanjung belum tentu terdapat teluk. Bentuk teluk mempengaruhi terjadinya pasang surut air laut. Hal ini dikarenakan tingkat teluk yang semakin menjorok ke daratan menyebabkan peristiwa pasang surut air laut yang semakin sering terjadi.

Tipe Pasang Surut Air Laut

Jenis yang ada dalam pembentukan pasang surut air laut, antara lain adalah sebagai berikut;

Pasang Surut Air Laut Harian Ganda

Tipe pasang surut air laut harian ganda adalah terjadinya air laut pada saat pasang maupun surut yang terjadi pada saat pagi hari dan sore hari. Pada saat pagi hari air laut cenderung pasang dan pada saat sore hari air laut menjadi surut dan kembali pasang pada saat malam hari. Baca JugaPengertian Laut, Jenis, dan Manfaatnya

Pasang Surut Air Laut Harian Tunggal

Tipe berikutnya adalah pasang surut air laut harian tunggal. Pada tipe ini air laut hanya mengalami pasang atau surut saja dalam 1 hari. Fenomena ini terjadi pada saat bulan gerhana pada tanggal 15 di kalender jawa.

Pasang Surut Air Laut Harian Campuran

Tipe pasang surut air laut harian campuran adalah terjadinya fenomena pasang surut air laut yang terjadi dalam satu hari beragam. Kadang pasang terus dan kadang surut terus. Peristiwa ini terjadi pada saat musim hujan.

Pasang Surut Air Laut Bulan Purnama

Peristiwa pasang surut air laut yang terjadi karena bulan purnama diakibatkan oleh gaya gravitasi bulan. Pada saat bulan menunjukkan bulan purnama maka akan mengakibatkan air laut selalu menjadi pasang.

Pasang Surut Air Laut Gerhana

Fenomena pasang surut air laut yang disebabkan karena gaya gravitasi bulan selanjutnya adalah bulan purnama. Pada saat terjadi bulan purnama, air laut akan selalu surut. Hal ini menjadi tolak ukur nelayan untuk istirahat melaut karena kandungan ikan menjadi sedikit pada saat air laut surut.

Manfaat Pasang Surut Air Laut

Kegunaan yang ada dalam terjadinya contoh gejala alam berupa pasang surut air laut, antara lain adalah sebagai berikut;

Tenaga Pembangkit Listrik

Terjadinya peristiwa pasang surut air laut dapat digunakan sebagai tenaga pembangkit listrik. Hal ini yang mendasari pembangkit listrik tenaga pasang surut air laut mudah ditemukan di negara-negara eropa yang karakteristiknya banyak memiliki ciri negara maju, misalnya saja Belanda, Jerman, dan lain sebagainya.

Penghasil Garam

Pada dasarnya garam terbuat dari air laut. Air laut yang asin dapat dijadikan garam dengan cara dijemur, proses seperti inilah kerapkali dipergunakan bagi Indonesia yang sampai saat ini kerapkali para nelayanan memanfaatkan garam sebagai hasil produksi mereka. Baca JugaCiri-Ciri Negara Berkembang dan Contohnya

Olahraga Air

Olahraga air yang dijadikan kegiatan karena peristiwa pasang surut air laut ini adalah snorkeling, diving, dan selancar.

Nah, penjelasan diatas adalah artikel yang membahas tentang Pasang Surut Air Laut yang dikaji melalui pengertian, teori pembentukan, penyebab terjadinya, tipe, dan manfaat. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan bagi pembaca. Terima kasih !

Berikan Ranting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *