Pengertian Bulan dan Teori Pembentukannya

Diposting pada

Perputaran bumi mengelilingi matahari pada porosnya disebut evolusi bumi. Sedangkan perputaran bumi pada sumbunya disebut rotasi bumi. Pengertian rotasi bumi menyebabkan terjadinya siang dan malam di permukaan bumi. Pada waktu siang kita dapat melihat matahari dan pada waktu malam kita dapat melihat bulan. Bumi disinari oleh cahaya matahari sepanjang siang dan bumi disinari oleh cahaya bulan sepanjang malam. Oleh karena itulah pada artikel ini akan menjelasan tentang pengertian bulan, teori pembentukan, orbit, dan strukturnya.

Bulan

Sebenarnya bulan tidak memiliki cahaya sendiri. Cahaya yang dihasilkan bulan adalah pantulan cahaya yang diterima oleh bulan untuk kemudian dipantulkan ke struktur bumi sehingga terlihat seperti cahaya bulan. Bulan merupakan satelit alam yang dimiliki planet bumi. Benda alam semesta yang selalu mengikuti planet dinamakan sebagai satelit.

Pengertian Bulan

Bulan adalah satelit alam yang dimiliki oleh bumi. Fakta unik mengenai bulan adalah bahwa bulan merupakan satelit alam terbesar nomor 5 di tata surya. Bulan dapat dilihat dengan jelas dari permukaan bumi tanpa bantuan teleskop. Jika diperhatikan maka permukaan yang dimiliki oleh bulan ini tingkat kecerahannya tidak sama.

Hal ini dikarenakan bulan mempunyai fungsi sebagai pantulan cahaya matahari. Maka permukaan bulan yang terlihat terang adalah bagian bulan yang terkena sinar matahari, sedangkan bagian bulan yang gelap adalah bagian dari bulan yang tidak terkena pantulan sinar matahari. Baca selengkapnya: Sistem Tata Surya: Pengertian, Komponen Anggota, dan Susunannya

Pada zaman dahulu kala, manusia menilai bahwa bulan memiliki permukaan yang halus. Namun pandangan masyarakat tentang hal itu dibantahkan oleh seorang ilmuwan yang bernama Galileo Galilei. Ilmuwan tersebut mengatakan bahwa permukaan bulan tidak berbentuk rata. Tetapi bulan memiliki kenampakan yang sama seperti bumi yaitu terdapat bukit-bukit yang disebut mare dan lembah di dalamnya.

Seperti halnya bumi dan matahari, bahwa bulan juga memiliki medan gravitasi. Medan gravitasi bulan atau gaya gravitasi bulan menyebabkan terjadinya pasang surut air laut yang terjadi di bumi. Selain medan gravitasi, bulan juga memiliki medan magnet. Daya medan magnet bulan jauh lebih kecil dari pada gaya medan magnet yang terdapat di bumi.

Bulan tidak memiliki atmosfer karena bulan memiliki temperatur dan tekanan suhu yang sangat dingin. Alasan lain bulan tidak memiliki atmosfer adalah kecilnya ukuran atmosfer bulan dan gravitasi bulan tidak kuat untuk menahan lapisan atmosfer.

Kenampakan bulan yang terdiri dari mare dan lembah menyebabkan bulan memiliki musim yang tidak beragam. Kutub utara bulan terdiri dari kawah yang disebut kawah Peary. Kawah Peary tersebut mendapatkan sinar matahari sepanjang tahun hingga di kutub utara bulan terdapat cahaya abadi.

Sedangkan di kutub selatan bulan tidak selalu mendapatkan cahaya matahari. Sehingga suhunya akan terasa dingin pada saat tidak terkena sinar matahari. Suhu yang terdapat di kutub selatan bumi hanya sekitar 26 kelvin.

Teori Terbentuknya Bulan

Jagat raya terbentuk ada teorinya, matahari terbentuk ada teorinya, bumi terbentuk ada teorinya, benua terbentuk ada teorinya, maka bulan pun juga terbentuk ada teorinya. Teori terbentuknya bulan selama ini diyakini ada 4, yaitu.

Teori Fisi

Teori fisi ditemukan oleh ilmuwan bernama George Darwin seorang anak dari ilmuwan yang bernama Charles Darwin, sang penemu teori evolusi pada manusia bahwa manusia berasal dari evolusi kera. George Darwin menjelaskan bahwa teori fisi adalah teori pembelahan. Pada teori fisi ini dijelaskan bahwa bumi dan bulan dahulunya adalah suatu partikel yang menyatu hingga membelah satu sama lain dan akhirnya bulan bergerak semakin menjauhi bumi.

Pembelahan partikel bumi menjadi bulan tersebut terbentuk karena rotasi bumi yang bergerak sangat cepat sehingga bulan terpental dan akhirnya menjadi satelit bumi. Namun teori fisi masih belum diyakini secara detail oleh masyarakat.

Teori Penangkapan

Penemu teori pembentukan yang disebut sebagai teori penangkapan ini adalah seorang ilmuwan yang bernama Thomas Jefferson Jackson See di tahun 1909. Teori penangkapan yang dikemukakan oleh Thomas ini disebut juga sebagai teori Capture. Yang dijelaskan oleh teori penangkapan ini adalah gaya gravitasi bumi menarik bulan yang terbentuk di tempat lain hingga akhirnya bumi menarik bulan karena gaya gravitasi bumi tersebut.

Teori Co Akresi

Penemu teroi co akresi ini adalah seorang ahli astronomi berkebangsaan Perancis bernama Edouard Roche. Yang disebutkan dalam teori co akresi ini adalah bulan berasal dari kondensasi partikel jagat raya yang berotasi menjadi awan debu panas. Lalu awan debu panas tersebut akan mendingin suhunya lalu memadat dan akhirnya terbentuk bulan.

Teori Tubrukan Besar

Teori tubrukan besar ditemukan pada tahun 1974. Teori tubrukan besar memberikan penjelasan bahwa bulan sudah terbentuk sekitar 4,5 milyar tahun yang lalu. Partikel yang membentuk bulan adalah serpihan benda jagat raya yang berukuran sama dengan bumi. Partikel tersebut pecah dan salah satu diantaranya tertarik oleh gravitasi bumi. Partikel yang tertarik oleh gaya gravitasi bumi tersebut disebut bulan.

Struktur Bulan

Seperti halnya matahari dan bumi, bulan juga memiliki struktur. Struktur bulan paling luar yang menjadi permukaan kenampakan bulan disebut kerak bulan. Kerak bulan berfungsi menjadi tampilan kenampakan permukaan bulan dan melindungi mantel bulan. Mantel bulan berada tepat di bawah kerak bulan. Mantel bulan berfungsi sebagai pelindung lapisan inti pada bulan. Lalu yang terakhir adalah inti bulan.

Orbit dan Rotasi Bulan

Pergerakan bumi mengitari matahari pada orbitnya disebut revolusi bumi, Sedangkan perputaran bumi berputar mengikuti porosnya disebut dengan rotasi bumi. Hal yang sama terjadi pada bulan. Pergerakan bulan berputar menurut porosnya disebut rotasi bulan, sedangkan perputaran  bulan pada orbitnya mengelilingi bumi disebut revolusi bulan. Baca jugaPengertian Rovolusi bumi, Proses, dampak, dan Manfaatnya

Fungsi Bulan

Sebagai satelit alami yang dimiliki oleh bumi, bulan memiliki fungsi yang sangat penting bagi kehidupan bumi. Fungsi keberadaan bulan bagi bumi sangat beragam. Diantaranya sebagai berikut.

Pasang Surut Air Laut

Pada saat bulan purnama, air laut mengalami pasang. Pada saat bulan mengalami gerhana, air laut mengalami masa surut. Hal ini dijadikan acuan bagi nelayan untuk melaut. Apabila bulan purnama saat air laut pasang maka di laut akan banyak ikan, sebaliknya jika pada saat gerhana bulan pada saat air laut surut maka tidak terdapat banyak ikan di laut. Selengkapnya, baca; Pengertian Laut, Jenis, dan Manfaatnya

Penentu Iklim Daerah Sub Tropis

Bulan menjadi penentu iklim di daerah sub tropis. Hal ini dikarenakan matahari tidak dapat terlihat di kutub utara dan kutub selatan karena jalur lintas matahari adalah di jalur garis khatulistiwa sedangkan kutub utara dan kutub selatan jauh dari garis khatulistiwa. Jika bulan tidak pernah ada, maka daerah sub tropis hanya mengenal 2 musim yaitu musim semi dan musim gugur.

Nah, penjelasan diatas adalah semua ulasan materi yang mampu membahasa secara lengkap mengenai pengertian bulan. Semoga hadirnya artikel yang telah kami tuliskan ini sendiri dapat bermanfaat bagi seluruh pelajar Indonesia. Terima Kasih!

Berikan Ranting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *