Akibat Rotasi Bulan dan Contohnya

Diposting pada

Akibat Rotasi Bulan

Bulan adalah satu-satunya satelit alami Bumi. Bulan diciptakan 4,6 miliar tahun yang lalu, dan secara luas diterima bahwa itu diciptakan ketika Bumi bertabrakan dengan benda seukuran planet bernama Theia. Ini adalah bulan terbesar kelima di tata surya kita dan merupakan objek paling terang kedua di langit (setelah Matahari). Mitos abadi tentang Bulan adalah bahwa ia tidak berputar.

Meskipun benar bahwa Bulan menunjukkan permukaan yang sama terhadap kita, ini hanya terjadi karena Bulan berputar pada kecepatan yang sama dengan gerakan orbitnya, yang disebut rotasi sinkronis. Selain berotasi, bulan juga berevolusi, yaitu bulan bergerak mengelilingi bumi. Secara bersama-sama rotasi dan revolusi dapat mengakibatkan beberapa fenomena di Bumi, misalnya pasang surut air laut.

Rotasi Bulan

Rotasi Bulan adalah situasi yang aneh. Dibutuhkan jumlah waktu yang sama bagi Bulan untuk menyelesaikan orbit penuh di sekitar Bumi seperti yang diperlukan untuk menyelesaikan satu rotasi pada porosnya. Dengan kata lain, waktu rotasi Bulan yaitu 27,3 hari, sama seperti waktu orbitnya yang juga 27,3 hari.

Apa artinya ini bagi kita di planet Bumi adalah bahwa Bulan selalu menghadirkan wajah yang sama dengan Bumi. Kita hanya melihat satu sisi Bulan, dan bukan yang lain. Dan jika kita bisa berdiri di permukaan Bulan, Bumi akan tampak menggantung di langit, tidak bergerak ke mana pun.

Para astronom mengatakan bahwa Bulan secara terkunci terkunci ke Bumi. Di beberapa titik di masa lalu, ia memang memiliki tingkat rotasi yang berbeda dari periode orbitnya. Namun, sedikit perbedaan dalam bentuk Bulan mengakibatkan Bulan mengalami jumlah gravitasi yang berbeda tergantung pada posisinya.

Perbedaan-perbedaan ini bertindak sebagai rem, memperlambat kecepatan rotasi Bulan hingga sesuai dengan periode orbitnya. Ada satelit-satelit lainnya yang terkunci secara tidak rapi di Tata Surya. Pluto dan satelitnya, Charon saling mengunci, sehingga mereka selalu saling berhadapan satu sama lain.

Pengertian Rotasi Bulan

Bulan berputar di ruang angkasa dalam gerakan yang disebut rotasi, yaitu perputaran bulan pada porosnya, dari arah dari Barat ke Timur. Anehnya, bulan juga membutuhkan sekitar 27,3 hari untuk berputar sekali (yang jauh lebih lambat dari rotasi bumi, yang hanya membutuhkan 24 jam).

Hal ini berarti Bulan berputar mengelilingi Bumi dalam jumlah waktu yang sama dengan yang dibutuhkan untuk berputar sekali saja! Ini membuatnya hanya bisa terlihat satu sisi saja dari Bumi.

Sisi lain bulan, yang oleh sebagian orang disebut ‘sisi gelap’ Bulan, hanya terlihat oleh segelintir manusia: astronot Apollo ketika mereka mengunjungi bulan. Kita dapat melihat gambar ‘sisi gelap’ Bulan, yang telah diambil oleh astronot dan pesawat ruang angkasa.

Akibat Rotasi Bulan

Akibat terjadinya rotasi bulan, yaitu:

  1. Bulan memperlihatkan permukaan yang sama terjadap Bumi

Bulan memperlihatkan “wajah” atau permukaan yang sama terhadap Bumi karena laju putarannya terkunci secara tidal sehingga disinkronkan dengan laju revolusi (waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu orbit). Dengan kata lain, bulan berputar tepat sekali setiap kali itu mengelilingi bumi.

Kekuatan yang sama yang menciptakan pasang surut di lautan Bumi (dari tarikan gravitasi bulan dan, pada tingkat yang lebih rendah, matahari). Gaya gravitasi bumi pada bulan mengubah bulan menjadi bentuk sedikit prolate, atau sepak bola, di samping itu bentuk intrinsik bulan agak berbentuk telur.

Jika ujung sepak bola/telur tidak menunjuk ke bumi, maka gaya gravitasi mengerahkan torsi yang membuat ujung menunjuk kembali ke arah Bumi (pada kenyataannya, bulan terombang-ambing sejumlah kecil di sekitar keselarasan sempurna.

Keadaan putaran sinkron bulan diperkirakan telah muncul miliaran tahun yang lalu, ketika bulan lebih dekat ke Bumi, dan kekuatan pasang surut jauh lebih kuat daripada saat ini. Gravitasi Bumi mempertahankan keadaan putaran ini bahkan ketika interaksi gravitasi lainnya menyebabkan bulan bergerak ke luar ke jari-jari orbitnya saat ini.

Selain berotasi, bulan juga berevolusi, yaitu gerakan perputaran bulan dalam mengelilingi bumi pada orbit yang berbentuk elips (titik fokus). Oleh sebab itu bulan terus beredar dalam mengelilingi bumi dan akan tampak ada perubahan pada salah satu bagian bulan yang terkena sinar matahari. Revolusi bulan menyebabkan bulan akan terlihat berubah bentuk.

Berikut ini akibat rotasi dan revolusi secara bersama-sama terhadap kehidupan bumi.

  1. Terjadinya pasang dan naik air laut

Gravitasi bulan dapat  berpenaruh terhadap pasang surut air laut di Bumi, seperti gravitasi Bumi mempengaruhi bulan, tapi dikarenakan Bulan mempengaruhi lautan, Bumi menarik keraknya, membentuk pasang pada titiknya terhadap Bumi.

Gravitasi Bumi menarik pasang besar terdekat, mencoba untuk menjaganya tetap sama. Hal itu menyebabkan gesekan pasang yang memelankan perputaran Bulan. Jika tiba saatnya, perputaran tersebut sangat pelan sampai orbit dan rotasinya sama, dan sisi yang sama tampak menjadi pasang, selamanya berpusat pada Bumi.

  1. Terjadinya macam-macam fase bulan dan pergerakannya

Saat bulan mengalami rotasi dan revolusi, hal tersebut akan berpengaruh terhadap penampaka Bulan saat mengelilingi Bumi. Inilah yang dinamakan fase Bulan, yang terdiri atas:

  • Fase New Moon (Bulan Baru), yaitu fase ketika Bulan menjadi konjungsi antara Matahari dan Bumi. Akibatnya, pada fase ini Bulan seolah-olah tidak terlihat sama sekali.
  • Fase Waxing Cresent (Hilal awal bulan/bulan sabit awal), yaitu fase ketika bagian Bulan yang terkena cahaya Matahari kurang dari setengah. Akibatnya, pada fase ini di Bumi akan terlihat Bulan menyerupai bentuk seperti sabit.
  • Fase First Quarter (Paruh awal), yaitu fase ketika bagian Matahari yang bersinar tepat terkena di setengah bagian bulan. Akibatnya, pada fase ini di Bumi akan terlihat Bulan berbentuk setengah lingkaran.
  • Fase Waxing Gibbous (Cembung awal), yaitu fase ketika Bulan berada agak “di belakang” bumi, dengan bagian yang terkena cahaya matahari ialah ¾-nya. Akibatnya, pada fase di Bumi akan terlihat Bulan berbentuk cembung (bagian ¾ bulan).
  • Full Moon (Bulan Purnama), yaitu fase ketika Matahari, Bumi, dan Bulan, berada pada satu garis lurus. Akibatnya, pada fase ini bulan terlihat bulat sempurna.
  • Fase Wanning Gibbous (Cembung akhir), yaitu fase ketika Bulan kembali ke fase awal. Bulan terus bergerak ke barat sehingga cahaya matahari sedikit tertutup oleh Bumi. Akibatnya, pada fase ini Bulan terlihat cembung(3/4 bagian bulan) dari Bumi.
  • Fase Third Quarter (Paruh akhir), yaitu fase ketika posisi Bulan telah mencapai ¾ putaran. Karena letaknya, cahaya matahari menyinari setengah bagian Bulan. Akibatnya, pada fase ini dari Bumi, bulan terlihat setengah lingkaran.
  • Fase Wanning Cresent (Hilal akhir bulan/bulan sabit akhir), yaitu ketika Bulan kembali berbentuk sabit.Pada fase ini, Bulan sudah hampir mengitari Bumi sebanyak satu putaran penuh.
  1. Perubahan jumlah hari setiap bulan di kalender hijriah

Revolusi Bulan digunakan oleh umat manusia untuk menentukan perhitungan dalam penentuan kalender Hijriah atau yang dinamakan kalender Komariah. Jumlah hari pada kalender Hijriah adalah 30 hari dan 29 hari. Dalam perhitungan kalender Hijriah jumlah 29,5 hari inilah yang menyebabakan ditemukannya tahun kabisat.

Hal itu berbeda dengan kalender Masehi, karena kalender Hijriah lebih cepat 11 hari, yang menimbulkan beberapa hari besar dalam keagamaan umat islam setiap tahunnya berubah-ubah yaitu lebih cepat 11 hari dari tahun sebelumnya pada kalender Masehi.

  1. Terjadinya gerhana Bulan total

Proses terjadinya gerhana Bulan total yaitu gerhana Bulan yang terjadi ketika bayangan dari permukaan Bumi menutup sempurna permukaan bulan sehingga cahaya Matahari sama sekali tidak ada yang dipantulkan ke Bumi. Macam gerhana Bulan total menyebabkan Bulan terlihat seolah menghilang perlahan dan akhirnya menjadi hitam sempurna. Ketika gerhana Bulan total terjadi, posisi Bulan yaitu berada pada daerah bayangan umbra.

Umbra ialah bayangan inti (bayangan yang sangat gelap) yang terbentuk terbentuk ketika Matahari, Bumi dan Bulan berada dalam satu garis lurus dan biasa muncul ketika terjadi gerhana bulan.

  1. Terjadinya gerhana Bulan sebagian

Gerhana Bulan total yaitu gerhana Bulan yang terjadi ketika tidak semua permukaan Bulan tertutup oleh bayangan dari penampang bumi. Bulan masih terlihat di langit meskipun sebagian besar menjadi gelap sebab sebagian permukaan Bulan berada pada zona bayangan umbra, sedangkan sebagian lagi penumbra.

Panumbra ialah bayangan yang samar-samar (bayangan tambahan) yang berada di sekitar bayangan hitam gelap yang mengenai  permukaan Bulan karena cahaya Matahari yang terhalang oleh Bumi.

  1. Terjadinya gerhana Matahari total

Gerhana Matahari total yaitu gerhana Matahari yang terjadi ketika matahari tertutup dengan sempurna oleh bayangan dari bulan. Di langit Matahari terlihat seperti bulatan hitam tanpa ada celah cahaya sedikit pun.

  1. Terjadinya gerhana Matahari cincin

Salah satu jenis gerhana Matahari cincin yaitu gerhana Matahari yang terjadi karena ukuran Bulan yang terlihat dari Bumi lebih kecil dari ukuran matahari. Akibatnya, tidak semua cahaya dihalangi oleh permukaan bulan. Bayangan yang menimpa Bumi hanya sebagian saja, di langit akan terlihat lingkaran yang bentuknya seperti cincin cahaya dari permukaan Matahari yang masih nampak dari Bumi.

  1. Terjadinya gerhana Matahari sebagian

Gerhana Matahari sebagian yaitu gerhana Matahari yang terjadi ketika bayangan dari Bulan tidak benar-benar permukaan Bumi jadi gelap sempurna karena piringan Bulan tidak menutup secara sempurna piringan matahari yang terlihat dari bumi.

  1. Terjadinya gerhana Matahari hibrida

Proses terjadinya gerhana Matahari hibrida yaitu gerhana yang bergeser dari gerhana Matahari total ke gerhana Matahari cincin.

Pada titik tertentu di permukaan Bumi terlihat proses terjadinya gerhana Matahari total, sedangkan pada titik yang lain akan terlihat gerhana Matahari cincin. Tapi gerhana Matahari yang satu relatif jarang terjadi sepanjang sejarah manusia mengobservasi gerhana.

Contoh Akibat Rotasi Bumi

Seperti yang telah dijabarkan di atas bahwa salah satu akibat rotasi dan revolusi Bulan adalah terjadinya gerhana Matahari cincin. Contoh terjadinya fenomena tersebut misalnya gerhana Matahari cincin yang terjadi pada tanggal 1 September 2016.

Daerah yang dilintasi pergerakan gerhana matahari cincin meliputi Samudra Atlantik, Afrika bagian tengah, Madagaskar, dan Samudera Hindia. Sedangkan di Indonesia, gerhana matahari cincin tersebut sedikit jelas teramati di wilayah Kalianda, Provinsi Lampung.

Itulah tadi penjelasan dan ulasan yang bisa kami berikan pada segenap pembaca. Berkenaan dengan akibat rotasi bulan dan contohnya yang pernah terjadi di Indonesia. Semoga bisa memberi edukasi serta referensi bagi kalian yang membutuhkan.

Gambar Gravatar
Diah Ainurrohmah Adalah Alumni Jurusan Geografi dan Saat Ini Sedang Proses Penyelesaian Program Pascasarjana Geografi di Kampus Negeri Jawa Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *