Contoh Interaksi Desa Kota dan Penjelasannya

Diposting pada

Contoh Interaksi Desa Kota

Daripada melihat secara terpisah antara daerah dalam arti pedesaan dan pedesaan, serta apa yang dimiliki bagi masing-masing daerah, sangat penting untuk melihat hubungan di antara keduanya. Sebab dari sinilah perubahan akan terjadi. Ada hubungan antara lokasi pedesaan dan perkotaan dengan cara yang sama seperti hubungan antara orang dan kegiatan yang dilakukannya.

Hubungan atau interaksi antara desa dan kota bukan hanya komponen kunci mata pencaharian dan ekonomi lokal, tapi juga ‘mesin’ yang mendorong transformasi ekonomi dan sosial. Yang mana semua itu terjadi melalui beragam contoh interaksi antara desa dan kota. Misalnya bahan hasil pertanian dari desa yang dibawa ke kota, urbanisasi arti penduduk desa ke kota masuknya barang-barang dalam definisi industri dari daerah perkotaan ke pedesaan.

Interaksi Desa Kota

Interkasi desa-kota adalah sebagai hubungan timbal balik antara desa dan kota yang mempunyai pengaruh terhadap perilaku dari pihak-pihak yang bersangkutan melalui kontak langsung, berita yang didengar atau surat kabar sehingga melahirkan sebuah gejala baru, baik berupa fisik maupun non fisik.

Jenis interaksi desa-kota meliputi meliputi eterkaitan lintas ruang (seperti arus orang, barang, uang, informasi, dan limbah), dan Keterkaitan antar sektor (misalnya, antara pertanian dan jasa dan manufaktur).

Interaksi pedesaan-perkotaan juga dapat mencakup kegiatan ‘pedesaan’ yang terjadi di pusat-pusat kota (seperti pertanian perkotaan) dan kegiatan yang sering diklasifikasikan sebagai ‘perkotaan’ (seperti manufaktur dan jasa) yang terjadi di permukiman pedesaan.

Contoh Interaksi Desa

Berikut ini contoh interaksi antara desa dan kota, antara lain:

  1. Desa Sebagai Penyedia Bahan Pokok/Bahan Mental untuk Produksi

Seperti yang kita tahu bahwa mata pencaharian masyarakat desa masih didominasi oleh sector pertanian. Hal itulah yang menyebabkan desa menjadi penyedia bahan pokok atau bahan mentah bagi wilayah dan perwilayahan perkotaan. Bahan pokok tersebut misalnya beras, padi, sayurna, ikan dan buah-buahan.

Selain bahan pokok untuk pangan, bisa juga bahan mentah untuk beragam jenis industri misalnya kapas sebagai bahan baku dalam industri tekstil.

  1. Desa Sumber Tenaga Kerja

Selain sebagai sumber bahan pokok/bahan mentah, desa juga sebagai sumber tenaga kerja. Pemanfaatan potensi tenaga kerja produktif di daerah pedesaan menjadi masalah khususnya desa-desa yang mayoritas penduduknya adalah petani.

Pada umumnya penduduk usia produktif di desa tidak bekerja alias menganggur. Hal itu disebabkan karena sempitnya lapangan kerja dan upah buruh yang kecil. Itulah yang memicu atau menjadi faktor pendorong urbanisasi.

Dalam arti luas, urbanisasi dapat diartikan sebagai proses pengkotaan (berubahnya masyarakat desa  menjadi masyarakat kota), tapi dalam arti sempit urbanisasi bisa diartikan sebagai perpindahan penduduk dari desa ke kota atau kota kecil ke kota besar. Orang yang melalukan urbanisasi dinamakan urban.

Selain faktor pendorong tersebut, urbanisasi juga terjadi karena adanya faktor penarik yang berasal dari kota, misalnya tersedianya banyak lapangan kerja di kota dan sarana dan prasarana ada di kota lebih lengkap dan juga memadahi. Kota-kota di Indonesia yang menjadi tujuan urbanisasi diantaranya yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan dan Semarang.

  1. Desa Sebagai Pelestari Kebudayaan Lokal

Kearifan lokal kini masih banyak kita jumpai di pedesaan. Hal tersebut menjadikan budaya lokal sebagai potensi desa yang harus dilestarikan. Saat ini, desa berfungsi sebagai pelestari kebudayaan lokal dan nilai-nilai kearifan nenek moyang bangsa Indonesia yang telah ada sejak zaman dahulu.

Itu bisa kita lihat dari banyaknya desa-desa wisata yang  berkembang untuk menarik wisatawan dan menampilkan sisi kearifan lokal yang masih terpelihara hingga kini.

  1. Kota Sebagai Penyedia Barang-Barang Industri

Apabila berbagai jenis desa berperan sebagai penyedia bahan baku atau bahan mentah untuk industri, maka sebaliknya kota menjadi penyedia barang-barang hasil industri tersebut, karena sebagian besar pabrik-pabrik tersebut dibangun di wilayah perkotaan.

  1. Kota Sebagai Pusat Hiburan dan Pendidikan

Selain sebagai penyedia barang-barang hasil industri, kota juga berperan sebagai pusat tempat-tempat hiburan, misalnya bioskop, pusat perbelanjaan, dan lain-lain, karena memang sarana dan prasarana atau fasilitas yang tersedia di kota lebih lengkap jika dibandingkan dengan yang ada di desa.

Bukan hanya itu, kota juga menjadi pusat pendidikan. Hal itu bisa kita lihat dari banyaknya kampus-kampus yang dibangun di kota.

  1. Ruralisasi

Ruralisasi dapat diartikan sebagai mobilitas penduduk dari daerah perkotaan yang padat penduduknya ke daerah lain di pedesaan yang penduduknya masih jarang. Ruralisasi berbeda dengan urbanisasi, karena ruralisasi dilakukan saat kepadatan masyarakat di perkotaan sudah sangat tinggi dan keseimbangan populasinya telah terganggu.

Faktor pendorong ruralisasi, misalnya harga lahan di kota semakin mahal, sehingga banyak masyarakat kota yang tidak dapat memiliki lahan di kota; Sebagian masyarakat kota pindah ke pedesaan karena merasa tidak sanggup lagi mengikuti dinamika kehidupan di perkotaan.

Sedangkan faktor penarik ruralisasi, misalnya harga lahan di daerah pedesaan relatif masih murah dan terjangkau; biaya hidup dan pola kehidupan masyarakat di desa lebih sederhana; adanya kenangan masa kecil di pedesaan dan perasaan terhubung dengan desa asalnya.

Demikianlah artikel yang bisa kami selesaikan pada semua pembaca. Tentang contoh interaksi desa kota yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga melalui postingan ini mampu memberi referensi bagi segenap pembaca sekalian.

Gambar Gravatar
Diah Ainurrohmah Adalah Alumni Jurusan Geografi dan Saat Ini Sedang Proses Penyelesaian Program Pascasarjana Geografi di Kampus Negeri Jawa Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *