Pengertian Reklamasi, Tujuan, Dampak, Manfaat, dan Contohnya

Diposting pada

Pengertian Reklamasi

Reklamasi tentu saja bisa dikatakan sebagai upaya untuk memperbaiki lahan, agar lahan tersebut bisa sesuai untuk proses penggunaan yang lebih intensif. Dimana prihal upaya reklamasi berkaitan dengan perbaikan daerah yang kekurangan curah hujan dengan irigasi, sehingga dalam hal inilah terjadinya penghapusan unsur-unsur yang merugikan dari tanah yang asin atau alkali, sedangkan pembongkaran dan pengeringan arti rawa-rawa pasang surut, penghijauan kembali daerah-daerah bekas tambang, dan kegiatan serupa.

Namun yang pasti, seperti pada kegiatan yang lainnya, reklamasi ini juga memiliki dampak yang terjadi untuk kehidupan masyarakat sehari-hari. Akibat adanya reklamasi ini dapat berupa positif maupun negatif.

Reklamasi

Reklamasi bisa dikatakan sebagai bagian daripada bentuk dari konversi lahan yang banyak dilakukan dengan mengubah wilayah dan perwilayahan lautan menjadi daratan yang layak huni.

Kegiatan membuat daratan baru diatas permukaan air baik itu laut, danau, sungai, maupun rawa tersebut dalam UUD 1945 juga dijelaskan haruslah dilakukan oleh orang dalam rangka meningkatkan manfaat sumber daya lahan ditinjau dari sudut lingkungan sosial ekonomi dengan cara pengurugan, pengeringan lahan atau drainase.

Pengertian Reklamasi

Reklamasi adalah kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk menimbun atau memberi lapisan tanah yang bertumpuk di suatu perairan yang dalam hal ini mencakup wilayah dan perwilayahan yang luas untuk suatu kepentingan pribadi maupun golongan.

Pengertian Reklamasi Menurut Para Ahli

Adapun definisi reklamasi menurut para ahli, antara lain;

  1. KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia)

Pengertian reklamasi adalah proses perbaikan suatu area perairan yang sudah tidak difungsikan lagi menjadi daerah yang memiliki nilai guna tinggi untuk masyarakat sebagai sarana dan prasarana baru seperti permukiman, industri, rekreasi, jalan raya, dan lain-lain.

  1. Wisnu Suharto

Reklamasi adalah kegiatan untuk memanfaatkan perairan yang sudah tidak dapat difungsikan untuk kegiatan apapun menjadi suatu lahan yang mempunyai manfaat yang tinggi dengan cara ditimbun dengan tanah secara berlapis-lapis.

Pada pengertian tersebut wilayah perairan yang dimaksudkan tersebut adalah wilayah perairan daerah pantai yang notabene memiliki nilai manfaat uyang tinggi jika sudah dimaksimalkan fungsinya. Wisnu Suharto menambahkan bahwa reklamasi juga mengandung arti meninggikat tingkat ketinggian suatu tempat.

  1. UU No 27 Tahun 2017

Undang-undang nomor 27 tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan pulau-pulau kecil berbunyi Reklamasi adalah kegiatan yang dilakukan dalam rangka meningkatkan manfaat sumber daya lahan yang ditinjau dari sudut lingkungan dan sosial ekonomi dengan cara pengurugan, pengeringan lahan atau drainase.

  1. Save M Dagun

Arti reklamasi adalah suatu kegiatan untuk memanfaatkan lahan baik daratan maupun perairan agar memiliki nilai ekonomi tinggi untuk dijadikan sebagai permukiman, pertanian, perindustrian, rekreasi, dan lain-lain. Reklamasi bisa memiliki pengertian sebagai pengawetan tanah sebagai sebuah proyek pembangunan.

  1. Julian Blasco(2016)

Reklamasi lahan adalah proses pembuatan lahan baru dari laut. Metode reklamasi lahan yang paling sederhana adalah dengan mengisi area tersebut dengan batu berat dan/atau semen dalam jumlah besar, kemudian mengisinya dengan tanah liat dan tanah sampai ketinggian yang diinginkan tercapai. Pengeringan lahan basah yang terendam sering dipergunakan untuk mengklaim kembali lahan untuk keperluan pertanian.

Tujuan Reklamasi

tujuan reklamasi
Tujuan reklamasi

Tujuan kegiatan reklamasi adalah sebagai berikut;

  1. Dijadikan Permukiman

Pertumbuhan penduduk dalam era globalisasi ini menunjukaan angka yang tinggi. Hal ini didukung dengan Indonesia yang masih dalam tahap negara berkembang. Arti negara berkembang memiliki ciri-ciri angka kelahiran yang tinggi.

Angka kelahiran yang tinggi menyebabkan kepadatan penduduk. Untuk itu penambahan kawasan permukiman diatas lahan reklamasi merupakan tujuan dari reklamasi.

  1. Dijadikan Industri

Sektor industri adalah pembantu meningkatka devisa negara. Hal ini menjadi alasan bahwa negara Indonesia terus menerus membangun sektor industri. Karena ketersediaan lahan di daratan tidak mencukupi untuk keperluan kegiatan perindustrian maka yang terjadi adalah membangun industri di suatu kawasan reklamasi.

  1. Dijadikan Rekreasi

Banyak orang datang ke pantai untuk kebutuhan rekreasi. Hal ini dilirik paa pelaku bisnis untuk menambah jenis usahanya.

Maka prihal inilah yang dilakukan adalah melihat perairan yang tidak memiliki fungsi tinggi untuk dijadikan sebagai kawasan reklamasi untuk selanjutnya dijadikan sebuah area rekreasi, yang lebih dikenal dengan macam pemandangan alam.

  1. Untuk Mengembalikan Efek Abrasi

Abrasi adalah peristiwa pengikisan tanah oleh air laut. Terjadinya abrasi dapat dilihat dari garis pantai yang semakin mundur mendekati daratan. Untuk itu dilakukan sebuah upaya reklamasi agar mengembalikan daratan yang sudah terkikis oleh abrasi.

Manfaat Reklamasi

Kegiatan reklamasi memiliki manfaat yang besar bagi manusia. Antara lainnya;

  1. Tersedianya Pemukiman Masyarakat

Ketika laju pertumbuhan penduduk yang semakin pesat dan tidak disertai dengan ketersediaan lahan permukiman yang memadahi maka yang timbul adalah munculnya permukiman–permukiman kumuh di sudut kota yang dijadikan tempat tinggal.

Dalam hal ini reklamasi menjadi jalan untuk membuka permukiman baru supaya ketersediaan lahan yang terbatas tidak menjadi masalah bagi pengadaan permukiman karena adanya lahan baru yang dapat dijadikan sebagai permukiman penduduk tanpa melakukan kegiatan penggusuran.

  1. Mencegah Gelombang Tsunami

Pembuatan lahan reklamasi di tepian pantai dapat mencegah peristiwa gelombang tsunami menuju ke daerah pantai jika kegiatan reklamasi tersebut membangun lahan yang memiliki ketinggian yang cukup sebagai penghalang laju dari peristiwa gelombang tsunami.

  1. Indikasi Pesatnya Pembangunan

Pesisir pantai yang tadinya banyak lahan yang tidak berguna apabila dilaksanakan kegiatan reklamasi mempunyai nilai keindahan yang cukup tinggi. Dalam hal ini dapat juga dijadikan sebagai indikator pesatnya pembangunan berkelanjutan suatu daerah atau negara.

Dampak Reklamasi

Dampak terjadinya kegiatan reklamasi dapat kita simak pada penjelasan sebagai berikut;

  1. Positif

Kegiatan reklamasi dapat menyediakan lahan yang berguna untuk keperluan pesatnya pertumbuhan pembangunan suatu daerah atau negara. Dimana untuk kegiatan reklamasi dapat menjadi penambahan kualitas suatu pantai tersebut untuk kemudian mencoba berperan dalam mengetasi dinamika penduduk salah satunya dengan tersedianya hunian yang layak.

  1. Negatif

Kegiatan reklamasi juga memiliki suatu dampak negatif. Antara lain;

  1. Terjadinya perubahan proses alamiah daerah pantai seperti perubahan struktur hidro oceanografi pantai
  2. Sedimentasi alamiah oleh daerah pesisir pantai jadi berkurang
  3. Peningkatan tingkan kekeruhan warna air laut di sekitar pantai
  4. Pencemaran sampah di laut yang meningkat
  5. Rusaknya ekosistem laut
  6. Dapat menghilangkan mata pencaharian penduduk sekitar pantai

Sedangkan untuk dampak negatif yang paling besar dari terjadinya kegiatan reklamasi adalah sebagai berikut;

  1. Daerah pesisir pantai memiliki potensi yang tinggi terkena banjir
  2. Perubahan warna air
  3. Pencemaran udara
  4. Dan lain sebaginya

Proses dan Metode Reklamasi

Prosesi terjadinya metode reklamasi, antara lain;

  1. Sistem Timbunan

Kegiatan reklamasi adalah kegiatan menimbun daerah pantai yang sudah tidak memiliki fungsi guna dengan menimbun lahan secara berlapis-lapis hingga terciptanya suatu daratan baru yang memiliki nilai tinggi. Penimbunan perairan dengan lahan pada kegiatan reklamasi dilakukan dengan cara menimbun baru membuat tanggul atau bisa jadi membuat tanggul baru menimbun.

Contoh dari reklamasi sistem timbunan adalah reklamasi Teluk Palu, Sulawesi Tengah dan reklamasi Dermaga Logistik, Balikpapan.

  1. Sistem Polder

Reklamasi sistem polder adalah melakukan kegiatan reklamasi dengan cara menyedot atau menyurutkan daerah pesisir pantai yang masih tergenang air hingga daerah tersebut benar–benar kering. Air yang disedot tersebut kemudiaan dibuang lagi ke laut. Pada saat yang bersamaan membuat tempat penampungan air yang dinamakan polder.

Contoh dari reklamasi sistem polder adalah reklamasi Teluk Nipa, Kepulauan Riau dan Reklamasi Pulau Sentosa, Singapura.

  1. Sistem Campuran Polder dan Timbunan

Kegiatan reklamasi sistem campuran polder dan timbunan adalah kegiatan reklamasi yang dilakukan setelah menyurutkan air di daerah pesisir pantai kemudian menimbun daerah tersebut dengan lahan yang berlapis – lapis sehingga terjadi suatu daratan yang baru.

Contoh dari adanya reklamasi sistem campuran polder dan timbunan adalah terjadinya reklamasi Pelabuhan di Balikpapan.

  1. Sistem Drainase

Sistem drainase bisa dikatakan bagian daripada reklamasi dengan cara menaikkan tingkat ketinggian daerah pesisir pantai dengan cara menimbun dengan ketinggian tertentu untuk mencegah laju datangnya ombak, lalu membuat sistem aliran air di pinggir-pinggirnya.

Contoh dari reklamasi sistem drainase adalah reklamasi Pantai Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta dan reklamasi Pantai Losari, Makassar.

Contoh Reklamasi

Contoh terjadinya kasus reklamasi di Indonesia, yang cukup menyita perhatian publik antara lain;

  1. Teluk Benoa

Reklamasi teluk benoa mendapatkan penolakan dari masyarakat di wilayah Bali, hal ini lantaran selain karena dapat merusak kenampakan dan kekayaan alam teluk benoa, juga karena kegiatan tersebut merupakan kepentingan para kaum burjois yang ingin mengeruk keuntungan sedalam-dalamnya akan dinasti wisata di Bali.

Bahkan Band Rock asal Pulau Bali bernama Superman Is Dead menggalakkan aksi penolakan reklomasi teluk benoa. Band rock yang beranggotakan Bobby Kool pada vokal dan guitar, Eka Rock pada bass, dan JRX pada drum ini mengajak para fansnya yang diberi nama Outsider untuk fans laki-laki dan Lady Rose untuk fans perempuan sering menggelar aksi unjuk rasa untuk menolak terjadinya reklamasi tersebut.

  1. Jakarta

Kasus selanjutnya untuk contoh reklamasi adalah di DKI Jakarta, yang pada beberapa tahapan wilayah di Ibu Kota ini pernah diwacanakan untuk reklamasi. Bahkan secara legalitasnya Gubernur DKI Jakarta pada waktu itu Ahok menyetujunya, meskipun akhirnya setelah Ahok kalah dari Anis Baswedan proyek reklamasi diberhentikan engan menimbang keinginan masyarakat.

Kesimpulan

Dari penjelasan yang dikemukakan, dapatlah dikatakan bahwa reklamasi menjadi bagian daripada kegiatan menimbun suatu perairan yang sudah tidak memiliki fungsi guna dengan melapisi dengan berlapis-lapis lahan sehingga menjadi sebuah daratan yang memiliki nilai ekonomi tinggi maka.

Dimana prihal kebijakan ini ada pro dan kontra di masyarakat lantaran disisi lain bisa menimbulkan kerugian namun juga memberikan kebermanfaatan.

Nah, demikianlah serangkaian penjelasan serta pengulasan secara lengkap mengenai pengertian reklamasi menurut para ahli, tujuan, dampak manfaat, proses pelaksanaan, dan contohnya. Semoga melalui tulisan ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan bagi segenap pembaca sekalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *