Contoh Konsep Geografi

Diposting pada

Contoh Konsep Geografi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Para geografer melakukan penyelidikan dan penafsiran terhadap tempat-tempat yang membentuk permukaan bumi dengan cara menjelajahi, menganalisis, dan memahami karakteristik beserta proses pembentuknya. Geografer menggunakan sejumlah konsep dalam proses ini. Konsep Konsep adalah ide-ide besar yang mengatur yang, bersama-sama, secara unik dimiliki oleh geografi sebagai bidang studi, sehingga bisa disebut sebagai konsep geografi.

Terdapat beragam contoh konsep dalam geografi. Salah satunya satu konsep geografi yang dikemukakan oleh J. Warman, yang terdiri atas konsep, diantaranya yaitu konsep regional (kewilayahan), konsep interaksi keruangan, konsep manusia sebagai pemberi pengaruh yang dominan terhadap lingkungan, konsep batas kehidupan, konsep hubungan timbal balik antar wilayah, dan lain-lain, dengan masing-masing contoh fenomenanya.

Konsep Geografi

Konsep geografi adalah konsep-konsep dalam bidang ilmu geografi yang bertujuan untuk menjelaskan fenomena yang terjadi di bumi dari sudut pandang geografis. Konsep-konsep dalam geografi menjadi landasan bagi pembelajaran dan sarana analisis bagi para geografer, baik di laboratorium maupun di lapangan.

Atau bisa juga dikatakan bahwa, konsep geografi memungkinkan eksplorasi relasi dan koneksi antara manusia dan lingkungan alam maupun lingkungan budayanya.

Konsep tersebut memiliki komponen spasial, yang menyediakan kerangka kerja yang digunakan ahli geografi untuk menafsirkan dan merepresentasikan informasi tentang dunia, karena komponen spasial berkaitan dengan bagaimana fitur diatur di permukaan bumi.

Contoh Konsep Geografi

Adapun untuk contoh konsep dalam geografi yang bisa dilihat dalam kehidupan sehari-hari, antara lain:

  1. Regional (Kewilayahan)

Konsep regional (kewilayahan) merupakan konsep yang menekankan bahwa wilayah dan perwilayahan di muka Bumi memiliki karakteristik khas atau khusus, sehingga bisa dilihat dengan jelas perbedaan antara satu wilayah dengan wilayah di sekitarnya.

Kekhasan dari suatu wilayah bisa dilihat dari kondisi alam maupun sosialnya.  Contoh region dengan kekhasan kondisi alamiah misalnya region kutub, gurun, hutan hujan tropis, kawasan pantai, dataran rendah, dan pegunungan.

Sedangkan contoh region dengan kekhasan kondisi sosial misalnya wilayah perkotaan, pedesaan, daerah pertanian lahan basah, hortikultur, wilayah Amerika Latin, ASEAN, dan Timur Tengah.

  1. Batas Kehidupan

Konsep batas kehidupan merupakan konsep yang menekankan bahwa muka Bumi sebagai suatu ruang bagi bagi manusia dan makhluk-makhluk lain, tapi pada kenyataannya tidak semua bisa dihuni dan dimanfaatkan untuk kepentingan pemenuhan kebutuhan hidup manusia.

Hal itu terkait erat dengan persyaratan hidup, ketersediaan sumber daya, dan kemampuan manusia dalam mengolah dan memanfaatkan sumber daya yang tersedia. Contohnya yaitu kawasan kutub senantiasa tertutup salju tebal dan bongkahan es, sehingga suhu udara rata-ratanya sangat rendah.

Karena kondisi tersebut, manusia akan kesulitan untuk memanfaatkan lahan kutub sebagai ruang hidup dan aktivitas sosial sehari-hari. Hewan dan tumbuhan yang bisa hidup di kawasan tersebut jumlahnya juga sedikit. Misalnya hewan-hewan yang bekulit tebal dan tumbuhan lumut.

Contoh lainnya yaitu kawasan gurun yang sangat gersang, sebab curah hujan sangat rendah sehingg cadangan air tanah dan permukaan gurun sangat minim. Amplitudo rata-rata suhu harian di kawasan gurun juga sangat mencolok.

Ketika siang hari suhu udara sangat tinggi, sedangkan pada malam hari suhu udara turun bahkan mencapai kondisi di bawah titik beku. Kondisi inilah juga merupakan pembatas bagi kehidupan makhluk hidup di muka Bumi ini.

  1. Manusia sebagai Pemberi Pengaruh Dominan terhadap Lingkungan

Inti dari konsep yang satu ini ialah bahwa manusia sebagai makhluk Tuhan memiliki akal pikiran untuk menciptakan sesuatu melalui ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimilikinya. Melalui akalnya, manusia memiliki kemampuan untuk mengubah Bumi sebagai lingkungan hidup, baik untuk meningkatkan kualitas atau justru perubahan yang merusak lingkungan.

Misalnya, untuk pemerintah mencanangkan program transmigrasi dengan mengubah kawasan hutan hujan tropis di Kalimantan menjadi lahan permukiman dan pertanian. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan kesejahteraan penduduk yang bersedia untuk bertransmigrasi

Akan tetapi, seringkali upaya manusia untuk mengubah lingkungan justru  menimbulkan kerusakan, misalnya penduduk yang tidak bertanggung jawab melakukan penebangan hutan untuk diambil kayunya karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi, tapi tidak ada upaya untuk menanaminya kembali.

  1. Globalisme

Konsep globalisme merupakan konsep yang menekankan bahwa semua wilayah di muka bumi pada dasarnya merupakan suatu kesatuan global. Jika satu wilayah mengalami perubahan, maka akan berpengaruh terhadap wilayah-wilayah lainnya. Kini, konsep globalisme digunakan terutama dalam persebaran informasi.

Informasi bisa tersebar ke seluruh dunia dalam waktu singkat tanpa ada halangan batas wilayah, batas negara, bahkan beberapa batas alam, karena kemajuan teknologi internet. Misalnya kita dapat menonton peristiwa dunia dengan cepat, dapat  mengirim berita melalui aplikasi email.

  1. Interaksi Keruangan

Konsep interaksi keruangan menggambarkan adanya interaksi antar komponen di ruang muka Bumi. Interaksi komponen tersebut bisa antara sesama faktor alami, antara faktor alami dengan manusia, antara faktor alami dengan kondisi sosial-budaya, atau antara sesama faktor sosial.

Misalnya, ketika menganalisis tentang fenomena banjir di suatu wilayah, yang menjadi fokus utama analisis adalah pengaruh tindakan manusia terhadap lingkungan alamnya. Sebagai contoh yaitu manusia melakukan penebangan hutan secara liar, yang dapat menyebabkan berkurangnya daerah resapan air atau meningkatkan aliran permukaan, yang pada akhirnya dapat menimbulkan banjir.

  1. Hubungan Timbal Balik Antar Wilayah

Konsep hubungan timbal balik antarwilayah menggambarkan hubungan timbal balik antara wilayah yang satu dengan wilayah lainnya atau bisa disebut sebagai areal relationship, yang disebabkan oleh faktor alami dan faktor manusia.

Misalnya, ada dua wilayah yaitu Wilayah A dan B. Wilayah A berupa daerah pertanian, sedangkan Wilayah B berupa daerah industri. Penduduk dari kedua wilayah saling melakukan hubungan timbal balik karena saling membutuhkan, di satu pihak mereka, Wilayah B membutuhkan produk pertanian sebagai bahan pangan, di lain pihak Wialyah A membutuhkan produk-produk industri.

  1. Kesamaan Wilayah

Meskipun setiap wilayah di muka bumi bersifat unik, tapi ada kalanya dua wilayah atau lebih mempunyai persamaan gejala atau karakteristik alami maupun sosial. Misalnya dalam hal ini yaitu antara negara Indonesia, Zaire, Kongo, dan Brasil yang sama-sama beriklim tropis, tentunya memiliki karakteristik hutan tropis pada keempat yang hampir sama juga memiliki kesamaan.

  1. Perbedaan Wilayah

Perbedaan wilayah merupakan konsep yang berkebalikan dari konsep kesamaan wilayah, yaitu konsep yang menekankan bahwa terdapat perbedaa-perbedaan wilayah di muka Bumi. Misalnya, perbedaan antara wilayah pantai dan dataran tinggi.

Kedua wilayah tersebut memiliki kondisi alam yang sangat berbeda, yang bisa dilihat dari kondisi suhu udaranya, di wilayah pantai relatif lebih panas dibandingkan dengan di dataran tinggi atau pegunungan yang relatif sejuk sampai dingin.

Perbedaan kondisi alam juga bisa berpengaruh terhadap perbedaan kondisi sosialnya. Misalnya berpengaruh pada pola penggunaan lahan. Di wilayah pantai pada umumnya digunakan untuk budidaya tanaman pertanian sawah, tebu, atau kelapa, sedangkan di wilayah dataran tinggi  diguankan untuk budidaya jenis pertanian hortikultur dan palawija.

  1. Keunikan Wilayah

Konsep keunikan wilayah merupakan konsep yang didasari oleh pemahaman tentang region yang memandang bahwa suatu wilayah memiliki kekhasan atau keunikan tersendiri dibandingkan dengan wilayah lain di sekitarnya. Akibatnya muncullah wilayah-wilayah yang sangat unik.

Misalnya, masyarakat Batak dan Deli yang sama-sama tinggal di Sumatra Utara, memiliki bahasa keseharian yang berbeda.

  1. Persebaran Wilayah

Konsep persebaran wilayah merupakan konsep yang menjelaskan bahwa fakta, gejala, dan fenomena geosfer tersebar secara tidak merata di muka Bumi.

Misalnya, daerah yang kaya akan minyak Bumi di Indonesia tersebar di sepanjang pantai timur Sumatra, pantai utara Jawa, pantai timur Kalimantan, dan sekitar wilayah utara Papua, sedangkan daerah yang kaya akan cebakan timah putih tersebar di wilayah Pulau Bangka, Belitung, dan Singkep.

  1. Lokasi Relatif

Kosep lokasi relatif merupakan konsep yang menggambarkan posisi suatu tempat di muka Bumi ditinjau dari sudut pandang wilayah yang ada di sekitarnya. Misalnya, posisi relatif Indonesia terletak diantara dua benua (Asia di sebelah utara dan Australia di selatan) dan dua samudra (Hindia di sebelah barat dan Pasifik di sebelah timur).

  1. Transformasi Bentuk Bumi yang Bulat ke dalam Bidang Datar

Konsep yang satu ini merupakan konsep yang berkaitan erat dengan peta. Peta merupakan hasil transfomrasi bentuk Bumi bulat dengan semua fenomena yang ada ke dalam bidang datar atau bidang yang dapat didatarkan.

Untuk memperkecil terjadinya distorsi atau penyimpangan dalam melakukan transfomrasi tersebut dibutuhkan sistem proyeksi. Dalam kartografi, berdasarkan bidang proyeksi yang digunakan, ada 3 jenis proyeksi yaitu silinder, azimutal, dan kerucut.

  1. Eksploitasi dan Optimalisasi Sumber Daya dibatasi oleh Perkembangan Budaya

Konsep yang satu ini merupakan konsep yang menggambarkan tingkat optimalisasi pengolahan dan pemanfaatan sumber daya yang berbeda di setiap wilayah. Perbedaan tersebut bergantung pada adat istiadat, budaya, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki atau dikuasai oleh penduduk setempat.

  1. Keuntungan Secara Komparatif

Konsep yang satu ini merupakan konsep yang membandingkan beragam wilayah di muka Bumi ditinjau dari komponen alamiah maupun sosial. Melalui konsep ini bisa diketahui keunggulan dan kekurangan tiap-tiap wilayah, sehingga bisa menentukan kebijakan yang tepat sesuai karakteristik tiap-tiap wilayah tersebut.

  1. Transformasi Berkesinambungan

Konsep yang satu ini merupakan konsep yang menjelaskan bahwa unsur-unsur dalam hakikat geografi yang terdapat di suatu wilayah selalu mengalami perkembangan dan transformasi secara terus menerus dan berkesinambungan sejalan dengan dimensi ruang dan waktu dalam kehidupan.

Kesimpulan

Dari penjelasan yang dikemukakan dapatlah dikatakan bahwa konsep geografi ialah rancangan atau gambaran dari objek, proses, atau apa pun yang memiliki kaitan dengan ilmu geografi. Konsep Geografi menjadi salah satu unsur penting dalam memahami fenomena atau kejadian geografi (alam dan sosial)

Itulah tadi artikel yang bisa kami selesaikan pada semua pembaca berkenaan dengan berbagai jenis dan contoh konsep geografi yang bisa dilihat dalam kehidupan sehari-hari. Semoga memberi edukasi serta referensi untuk semua kalangan yang membutuhkan.

Gambar Gravatar
Diah Ainurrohmah Adalah Alumni Jurusan Geografi dan Saat Ini Sedang Proses Penyelesaian Program Pascasarjana Geografi di Kampus Negeri Jawa Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *