Pengertian Antroposfer, Aspek, dan Perhitungannya

Diposting pada

Pengertian Antroposfer

Data statistik dunia mencatat bahwa populasi manusia yang hidup di permukaan bumi jumlahnya mencapai sebesar 7 milyar jiwa. Jumlah populasi yang didapat dari sensus penduduk Republik Indonesia hingga saat ini berjumlah sebesar 240 juta jiwa. Itu artinya penduduk Indonesia menyumbang 3.42% jumlah keseluruhan manusia yang terdapat di permukaan bumi. Tidak heran bahwa negara Indonesia merupakan negara yang memiliki jumlah populasi penduduk terbanyak nomor 4 di dunia setelah Tiongkok, India, dan Amerika Serikat. Berbicara tentang ilmu kependudukan di dalam ilmu geografi sendiri dikenal dengan cabang ilmu geografi bernama antroposfer.

Antropsfer pada dasarnya diartikan ilmu tentang kependudukan. Penjelasan tentang antroposfer akan kita ulas secara lengkap pada artikel sebagai berikut;

Antroposfer

Antroposfer berasal dari kata antrophos yang memiliki arti manusia dan sphaira yang memiliki arti lapisan. Menurut asal kata dari antroposfer tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa antroposfer adalah ilmu yang mempelajari tentang lapisan manusia yang tinggal di permukaan bumi.

Antroposfer tidak terlepas dari dinamika penduduk. Dinamika penduduk itu sendiri berisi tentang ilmu demografi. Ilmu demografi adalah cabang lagi dari ilmu antroposfer yang berisi tentang; fertilitas, mortalitas, dan migrasi.

Penjelasan mengenai ilmu antroposfer berkaitan mengenai potensi dan permasalahan kemasyarakatan. Potensi tersebut berupa kajian sumberdaya manusia dan permasalahan tersebut berupa ilmu demografi.

Pengertian Antroposfer

Pengertian antroposfer adalah kajian sosial ekonomi masyarakat yang berkarakteristik ilmu demografi  berlandaskan dengan potensi masyarakat, permasalahan kependudukan, persebaran penduduk, dan kepadatan penduduk yang dijadikan sebagai kajiannya.

Baca Juga;

  1. Pengertian Penduduk, Faktor, dan Jenisnya
  2. Persebaran Penduduk: Pengertian, Faktor, Contohnya di Indonesia
  3. Persebaran Penduduk Tidak Merata: Pengertian, Faktor, dan Dampaknya

Aspek Antroposfer

Dalam mempelajari cabang ilmu geografi berupa antroposfer akan ditemukan beberapa aspek di dalamnya. Aspek antroposfer tersebut berupa jumlah populasi penduduk. Populasi penduduk kajiannya adalah sebagai berikut.

Populasi Penduduk

Penduduk merupakan sekumpulan orang yang tinggal dalam satu wilayah tertentu dalam waktu lama serta dapat memilih tinggal secara menetap atau sementara di wilayah tersebut. Populasi penduduk perhitungannya melalui sensus penduduk. Sensus penduduk proses perhitungan jumlah penduduk di suatu wilayah atau suatu negara yang dihitung dalam kurun waktu tertentu. sensus penduduk dibagai menjadi 2, yaitu.

Sensus De Jure

Sensus de jure adalah perhitungan jumlah jiwa yang dihitung berdasarkan masyarakat yang tinggal menetap. Masyarakat yang tinggal nomaden atau hanya tinggal sementara tidak diikut sertakan dalam perhitungan sensus de jure.

Sensus De Facto

Sensus de facto adalah jenis sensus penduduk yang dilakukan dengan cara mendata penduduk secara keseluruhan berdasarkan data yang di lapangan. Sensus de facto mencatat keseluruhan warga tanpa memandang menetap atau tidaknya orang tersebut dalam suatu wilayah.

Jenis-jenis sensus penduduk yang dinamakan dengan sensus de jure dan sensus de facto dalam pelaksanaannya menggunakan 2 metode. Metode tersebut adalah metode householder dan metode canvaser, penjelasannya adalah sebagai berikut.

Metode Householder

Metode householder adalah metode sensus penduduk yang dilakukan dengan cara menyebar angket untuk diisi oleh penduduk sendiri. Metode householder biasanya cocok digunakan untuk ukuran negara maju yang angka pendidikan penduduknya tinggi.

Metode Canvaser

Metode canvaser adalah metode pelaksanaan sensus penduduk dengan cara mewawancarai setiap keluarga. Metode canvaser dilakukan saat melakukan sensus penduduk di negara berkembang yang mana angka pendidikannya masih relatif rendah.

Perhitungan Antroposfer

Dalam ilmu antroposfer perhitungannya bukan melalui sensus penduduk saja. Terdapat beberapa unsur dalam perhitungan analisis antroposfer di suatu wilayah. Analisis tersebut berdasarkan pada fertilitas, mortalitas, dan migrasi yang terjadi pada penduduk di suatu wilayah. Penjelasannya adalah sebagai berikut.

Fertilitas

Fertilitas disebut juga dengan kelahiran, jadi fertilitas adalah angka tingkat kelahiran penduduk di suatu wilayah yang menjadi pokok perhitungan antroposfer. Negara yang sedang berkembang seperti Indonesia memiliki jumlah fertilitas yang tinggi. Hal ini dikarenakan jumlah perkawinan yang tinggi membawa dampak jumlah kelahiran yang tingi pula.

Fertilitas dapat dihitung melalui jumlah bayi yang lahir dalam satu tahun, dibagi jumlah penduduk secara keseluruhan, kemudian dikalikan 1000. Menurut tingkat angka ketinggiannya fertilitas dibedakan menjadi 3, yaitu golongan tinggi dengan angka kelahiran lebih dari 30 bayi, lalu golongan sedang yang angka kelahirannya antara 20-30 bayi, dan yang terakhir adalah golongan rendah yang angka kelahirannya dibawah 20 bayi.

Mortalitas

Mortalitas disebut juga dengan kematian. Pada isi dalam salah satu ayat suci Al – Qur’an disebutkan dalam Surat Ali ‘Imran ayat 145 yang berbunyi “wa maa kaa nalinamsin’antamuta’illaa bi’idnillahikitaa banmu’ajjalan” yang artinya “sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya”

Kematian (mortalitas) adalah faktor yang menjadi penyeimbang jumlah angka kelahiran (fertilitas). Di negara berkembang seperti Indonesia angka kelahirannya tinggi dan diimbangi dengan angka kematian tinggi. Angka kematian tinggi di negara berkembang tinggi karena harapan hidup yang rendah karena faktor gaya hidup yang tidak sehat. Kematian dihitung dengan cara angka kematian yang tercatat dibagi jumlah penduduk lalu dikalikan dengan 1000. Selengkapnya, baca; Pengertian Mortalitas, Faktor, dan Contohnya

Migrasi

Migrasi adalah perpindahan dari suatu tempat ke tempat yang lain. Migrasi dapat dijadikan sebagai faktor perhitungan antroposfer karena terkait dengan tempat tinggal penduduk. Migrasi dapat bersifat sementara dan dapat juga bersifat menetap. Migrasi dibedakan menjadi.

Transmigrasi

Transmigrasi adalah perpindahan penduduk dari pulau dengan jumlah angka kepadatan penduduk yang tinggi berpindah ke pulau dengan angka kepadatan penduduk yang rendah. Transmigrasi berguna untuk pemerataan kepadatan penduduk. Pemerintah akan memerintahkan masyarakat untuk melakukan transmigrasi untuk yang belum mempunyai pekerjaan dan diberi imbalan ladang untuk digarap di tempat tinggal yang baru.

Urbanisasi

Urbanisasi adalah perpindahan dari desa ke kota. Urbanisasi terjadinya karena masyarakat desa masih mengganggap bahwa bekerja di kota akan menjanjikan kesuksesan. Padahal jika urbanisasi tidak disertai dengan pendidikan dan keterampilan yang mumpuni akan membawa dampak semakin tingginya angka pengangguran di Kota. Urbanisasi dapat bersifat sementara dan dapat bersifat menetap.

Ruralisasi

Ruralisasi adalah perpindahan penduduk dari kota ke desa. Ruralisasi diminati oleh penduduk perkotaan yang jenuh dengan suasana perkotaan dan menginginkan tinggal di wilayah pedesaan yang tenteram.

Imigrasi

Imigrasi adalah perpindahan penduduk dari luar negeri menuju Indonesia. Imigrasi dilakukan oleh warga negara asing dengan tujuan bekerja dan sebagainya. Imigrasi dilakukan dengan prosedur tertentu yang sudah ditetapkan kebijakannya oleh pemerintah.

Emigrasi

Emigrasi adalah perpindahan penduduk dari Indonesia ke negara lain. Emigrasi memiliki tujuan bahwa warga Indonesia yang akan bekerja di luar negeri atau untuk urusan tertentu akan menetap dalam jangka waktu lama.

Remigrasi

Remigrasi adalah perpindahan penduduk dengan kembalinya seorang penduduk Indonesia yang telah melakukan emigrasi ke luar negeri untuk kembali ke Indonesia. Atau sebaliknya seorang warga negara asing yang telah melakukan imigrasi ke negara Indonesia lalu kembali lagi ke negara asalnya.

Nah, penjelasan diatas adalah materi tentang antroposfer yang dikaji dari pengertian, aspek, dan perhitungannya. Semoga hadirnya tulisan ini dapat bermanfaat untuk segenap pembaca terutama pelajar Indonesia yang sedang membutuhkannya. Terima kasih!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *