7 Struktur Bulan dan Penjelasannya

Diposting pada

Jenis Struktur Bulan

Saat pagi hari kita terbangun dan membuka mata, kita menyadari bahwa langit sudah terang. Langit yang terang menandakan hari sudah pagi. Yang menyinari planet bumi saat pagi hari disebut matahari. Dalam anggota tata surya, matahari merupakan satu-satunya jenis bintang yang ada dalam sistem gugusan planet. Matahari memiliki sumber cahaya sendiri yang bersifat panas dan menjadi penerangan 8 planet selama ini.

Hari telah berlalu, penatnya aktivitas seharian terbayarkan penuh dengan berbaring di kasur idaman. Mengistirahatkan badan setelah melewati hari yang berat paling tepat saat malam hari. Pada malam hari, ditandai dengan munculnya bulan. Bulan bertugas menyinari langit malam sebagai pengganti tugas matahari. Bukannya matahari merupakan satu-satunya benda langit yang memiliki cahaya? Benar adanya, karena bulan tidak bisa memproduksi cahaya sendiri.

Bulan mendapatkan asupan cahaya melalui pantulan sinar matahari. Sinar matahari yang diterima oleh bulan dipantulkan untuk menerangi bagian planet bumi yang gelap. Dalam kenampakannya bulan terbagi atas berbagai macam bentuk. Yaitu bulan sabit, purnama, separuh, gerhana, dan lain sebagainya. Bentuk bulan tersebut dipengaruhi karena adanya revolusi bulan. Bulan mengelilingi struktur bumi karena merupakan satu-satunya satelit alami.

Terbentuknya bulan terjadi karena berbagai macam teori. Untuk mempelajari teori terbentuknya bulan, perlu mengetahui pula teori terbentuknya jagat raya. Dari teori tersebut kita mengetahui bahwa jagat raya terbentuk dari berbagai macam teori. Material pembentuk bulan menyebabkan munculnya struktur pada bulan yang berlapis-lapis. Apa sebenarnya definisi tentang bulan sebagai satelit alami bumi? Apa sajakah struktur bulan itu? Penjelasannya berikut ini.

Bulan

Bulan adalah satelit alami bumi yang memiliki sistem edar mengelilingi bumi. Pembelajaran tata surya pada masa sekarang menganut paham heliosentris, yaitu matahari sebagai pusat sistem tata surya. Maka dari itu bulan juga mengitari keseluruhan arti matahari meskipun sebenarnya tidak memiliki garis orbit. Bulan mengelilingi matahari karena menempel pada planet bumi. Manusia pertama yang sukses mendarat di bulan menurut sejarah adalah Neil Armstrong, pada tanggal 20 Juli 1969.

Kala itu, Neil Armstrong menggunakan pesawat luar angkasa dengan jenis Apollo 11. Dokumentasi yang menjelaskan bukti permukaan bulan disebutkan bahwa terdapat lapisan berdebu dan berbatu. Meskipun banyak dokumentasi yang membuktikan wujud permukaan bulan, namun terkait komposisi dan struktur bulan masih menjadi perdebatan. Berikut analisis para ilmuwan yang mengirakan struktur yang dimiliki oleh bulan.

Struktur Bulan

Struktur bulan adalah lapisan-lapisan yang membentuk bulan. Seperti bumi, planet ini memiliki beberapa lapisan atau struktur pembentuk sehingga dapat nampak wujudnya. Struktur ini berfungsi untuk menopang kokohnya bumi. Struktur bulan diperkirakan hancur di bagian dalam.

Hancurmya struktur bulan disebabkan karena sering menerima tabrakan benda langit yang lain. Hal ini dibuktikan dengan kawah yang muncul di sekitar permukaan bulan.

Anggota Struktur Bulan

Identifikasi struktur bulan hingga kini belum dilakukan. Karena astronot yang pernah pergi ke bulan hanya membawa sampel permukaan saja.

Hambatan meneliti struktur bulan terbatas karena di luar angkasa tidak terdapat oksigen. Manusia mendapatkan persediaan oksigen dari tabung khusus yang dipersiapkan untuk penelitian luar angkasa. Struktur bulan menurut pada astronom terbagi menjadi macam, yaitu sebagai berikut.

Permukaan Bulan Sebagai Kenampakan Wujud

Permukaan bulan terdiri dari batuan dan berdebu serta terkandung banyak kawah akibat hantaman atau tabrakan dengan benda langit yang lain. Pada tahun 1994, NASA (Lembaga Peneliti Astronomi milik Amerika Serikat) menemukan bukti yang tidak terduga yaitu terdapat kandungan air dan es di permukaan bulan. Sontak hal ini menjadi sorotan dunia karena tidak memungkinkan air bisa ditemukan di luar angkasa.

Sedangkan penemuan es di luar angkasa masih logis mengingat suhu disana sangat ekstrim. Kembali lagi, es terbentuk dari air yang membeku. Tidak mungkin ada es jika adanya air. Setelah diteliti lebih lanjut ternyata kandungan air dan es pada permukaan bulan berasal dari sisa pembentukan partikel jagat raya. Air tersebut mengandung zat methan sehingga tidak dapat dikonsumsi oleh makhluk hidup.

Penemuan lain yang berada di permukaan bulan adalah terdapatnya batuan vulkanik. Batuan vulkanik tersebut berasal dari beberapa gunungapi yang terletak di permukaan bulan. Struktur batuan vulkanik tersebut mirip dengan apa yang ada di planet bumi.

Perbedannya terletak pada kepadatan batu dan massa batuan yang lebih ringan. Batuan vulkanik bulan memiliki inti logam yang beratnya 15 kali lebih ringan dari pada di planet bumi.

Kerak Bulan Melapisi Selimut

Kerak bulan merupakan struktur bulan yang terdapat di bawah permukaan. Analisis sampel bulan menunjukkan bahwa kerak bulan dipenuhi oleh batuan vulkanik.

Dahulu kala pada saat awal terbentuknya bulan, tepat sekitar 450 milyar tahun yang lalu, kerak bulan merupakan bagian dari permukaan bulan. Tebentuknya kerak bulan dikarenakan debu dan batuan yang terus-menerus menyelimuti permukaan bulan.

Selimut Bulan Pelindung Lempeng

Selimut bulan adalah struktur bulan yang tempatnya di bawah kerak bulan. Selimut bulan merupakan bagian struktur bulan yang memiliki ketebalan paling tinggi. Kandungan yang terdapat di selimut bulan diperkirakanterdapat debu tepung (regolith).

Regolith ini bentuknya sama dengan yang ditemukan pada gunung vulkanik di planet bumi. Regolith juga merupakan bahan dasar pembentuk lava.

Lempeng Bulan yang Mempengaruhi Pergerakan Rotasi Bulan

Lempeng bulan berada di bawah selimut bulan. Lempeng bulan bertugas sebagai penggerak bulan saat melakukan sistem rotasi. Dampak rotasi bulan berpengaruh pada kehidupan di permukaan bumi.

Gerhana bulan, pasang surut air laut, dan lain sebagainya merupakan beberapa contoh pengaruh rotasi bulan akibat pergerakan lempengnya. Lempeng bulan juga merupakan tempat dimana penampungan regolith sebelum menjadi magma.

Lautan Magma (Dapur Magma) Bulan

Bulan memiliki struktur berupa lautan magma. Gambarannya adalah sebelum menuju pada medan magnet, struktur bulan dipenuhi oleh lautan magma. Lautan magma biasa disebut sebagai dapur magma. Gunung vulkanik yang ada di permukaan bulan merupakan tempat dimana magma tersebut berubah menjadi lava.

Medan Magnet Bulan

Planet bumi memiliki 2 kutub, yaitu kutub utara dan kutub selatan. Fungsi daerah kutub sebagai medan magnet. Bulan juga memiliki medan magnet pada strukturnya, tepatnya di bawah lautan magma dan di atas inti bulan.

Inti Bulan (Bagian Struktur Bulan Paling Dalam)

Inti bulan merupakan bagian terdalam dari struktur bulan. Inti bulan adalah struktur bulan yang memiliki suhu tertinggi yaitu sekitar 4.000.000°K. Fungsi inti bulan adalah untuk mengatur pergerakan lempeng bulan, dan nantinya berpengaruh pada rotasi bulan.

Nah, penjelasan di atas merupakan ulasan materi yang membahas tentang beragam anggota dalam struktur bulan dan penjelasannya. Semoga artikel ini dapat menjadi sumber edukasi bagi pembaca dalam tujuan menambah ilmu pengetahuan. Semangat dan terima kasih!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *