Contoh Kajian Geografi Regional Secara Umum dan Penjelasannya

Diposting pada

Kajian Geografi Regional

Hutan adalah paru-paru dunia karena proses fotosintesis yang dilakukan oleh tumbuhan mengeluarkan penyediaan oksigen di permukaan bumi. Beberapa manusia memiliki sifat serakah akan harta kekayaan, sehingga banyak hutan yang terkena penebangan secara liar. Kondisi tersebut sangat memprihatinkan mengingat penggundulan hutan dapat menyebabkan bencana alam tanah longsor.

Penyebab tanah longsor dapat dicegah dengan cara selektif dalam menebang hutan serta mengadakan kegiatan reboisasi. Sepenggal penjelasan tersebut merupakan contoh nyata hubungan antara manusia dengan alam. Dengan kata lain korelasi antara komponen biotik dan abiotik dapat menimbulkan suatu hal negatif. Meskipun banyak yang positif dan menguntungkan namun kajian korelasi komponen haruslah dibahas secara menyeluruh.

Namun pada artikel kali ini pembahasan tidak berfokus pada korelasi komponen biotik dan abiotik. Melainkan mengkaji geografi regional dan beberapa contohnya secara umum. Pembelajaran geografi regional tidak terlepas dari pendekatan spasial (spatial approach). Penggunaan pendekatan spasial dikarenakan dalam mempelajari geografi harus menggunakan dasar keruangan. Berikut pengertian geografi regional dan beberapa contohnya secara umum.

Geografi Regional

Geografi regional adalah ilmu keruangan yang mempelajari hubungan antara manusia dengan lingkungan dalam lingkup lokal maupun interlokal. Dalam mempelajari ruang, tolak ukur yang digunakan adalah tempat dan situasi. Kajian geografi regional berdasar tempat bisa mencakup morfologi, hidrologi, bisofer, penduduk, dan lain-lain.

Sedangkan untuk situasi mewakili kondisi thermal seperti suhu udara, iklim, cuaca, arti curah hujan, dan lain sebagainya.

Contoh Kajian Geografi Regional

Gambaran permukaan bumi yang dipelajari menggunakan pendekatan spasial disebut sebagai geografi regional. Pemahaman menganalisis fenomena yang terjadi di lingkungan sekitar salah satunya didapatkan dari kajian geografi regional.

Cara pandang geografi ini dimulai sejak salah satu disiplin ilmu bagian pemetaan (kartografi) hendak mengkaji tentang ruang lingkup. Beberapa contoh kajian geografi regional adalah sebagai berikut.

Kesesuaian Budidaya Tanaman di Daerah Karst

Pada dasarnya karst adalah dataran berkapur di permukaan bumi dengan ciri khas terlihatnya depresi tertutup bagian atas gua. Pembentukan dataran karst dimulai dari sedimentasi pergerakan lempeng tektonik dalam selimut bumi. Di Indonesia, dataran karst salah satunya ditemui di Kabupaten Marros, Provinsi Sulawesi Selatan. Penggalian batu kapur dan penambangan industri semen merupakan kegiatan yang mengancam kelestarian karst.

Meskipun dikenal dengan lapisan tanah yang tandus namun tanaman dapat dibudidayakan di dataran ini. Budidaya tanaman karst dilakukan dengan cara memenuhi kebutuhan air di dataran tersebut. Relief dan drainase air di dataran karst memiliki masalah tersangkut ke stalagtit, sehingga dalam mengaliri lahan diperlukan campur tangan manusia. Penambahan tanah di permukaan karst bisa menjadi salah satu cara untuk membudidayakan tanaman.

Mata Pencaharian Penduduk Perkotaan

Penduduk kota memiliki sifat heterogen, yaitu berbeda-beda satu sama lain. Hal ini dikarenakan penduduk perkotaan tidak hanya warga asli namun banyak yang berasal dari berbagai daerah. Urbanisasi (perpindahan penduduk dari desa ke kota) menjadi salah satu penyebab masyarakat kota menjadi heterogen. Faktor terjadinya urbanisasi adalah pandangan masyarakat desa beranggapan bahwa hidup di kota lebih mudah mendapatkan pekerjaan.

Alhasil, mata pecaharian penduduk perkotaan menjadi berbeda-beda jenisnya. Sebagai contoh di desa penduduknya hanya mengenal beberapa pekerjaan saja. Yang umum seperti petani, nelayan, tukang, mandor bangunan, PNS, karyawan swasta, juragan dagang, dan lain-lain. Sedangkan yang khusus seperti notaris, desain interior, youtuber, selebgram, dan lain-lain hanya ditemukan di daerah perkotaan saja.

Penggunan Lahan Kawasan Lindung

Kawasan lindung adalah sebidang lahan yang kegunaannya diperuntukkan supaya menahan ancaman bencana yang bisa saja terjadi sewaktu-waktu. Pemanfaatan lahan yang hendak digunakan sebagai kawasan lindung biasanya mengutamakan pada hutan yang mudah terbakar. Kasawan lindung seperti tanaman bakau mengharuskan dasarnya menggunakan permukaan air.

Permukaan air mampu menahan api yang membakar hutan sehingga dikatakan sebagai kawasan lindung. Pertanian yang menggunakan metode terasering juga merupakan salah satu penggunaan kawasan lindung. Terasering dibentuk pada lahan pertanian miring, dan dibuat layaknya bentuk tangga agar menahan laju erosi. Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa kawasan lindung mengandung arti menahan bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

Regional Aspek Lokasi

Lokasi adalah titik yang menunjukkan tempat berada. Regional aspek lokasi dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan dimana (where) dan mengapa disini tidak disana. Lokasi menjadi salah satu bagian penting dalam aspek geografi. Komponen yang mendukung keterkaitan lokasi menggunakan dasar arah dan jarak. Arah mata angin dan skala sangat penting dalam menentukan regional aspek lokasi.

Secara umum aspek lokasi terbagi dua yaitu absolut (mutlak) dan relatif. Lokasi absolut digunakan jika data-data terkait seperti garis astronomi telah diketahui. Dan juga sifat yang dimiliki oleh lokasi absolut tidak akan berganti-ganti. Sedangkan lokasi relatif dapat berubah-ubah sesuai dengan kondisi alam. Selain alam, penggunaan alat ukur jarak dapat menjadikan lokasi menjadi relatif.

Interelasi Antar Objek

Interelasi merupakan pengertian dari hubungan timbal balik. Setiap fenomena di permukaan bumi mengandung sebab akibat. Hubungan antar aspek fisik dan sosial misalnya, membuat perilaku penduduk yang tinggal di perkotaan berbeda dengan yang berada di pedesaan.

Tempat

Tempat menjadi kajian geografi regional yang selanjutnya. Tempat digunakan untuk membahas tentang karakter fisik suatu tempat. Situasi seperti iklim, suhu, curah hujan, dan lain-lain juga bisa menjadi dasar perhitungan kewilayahan.

Perwilayahan

Perwilayahan diumpamakan menjadi suatu tempat yang memiliki ruang tersendiri. Sebagai contoh dalam 12 unsur peta salah satunya terdapat warna.

Warna mewakili beberapa arti seperti hijau untuk dataran rendah, kuning untuk dataran tinggi, biru muda untuk laut dangkal, biru tua untuk laut dalam, dan lain sebagainya. Kajian ruang membuat wilayah menjadi faktor utama dalam menentukan aspek fisik dan sosial.

Mobilitas

Mobilitas adalah perpindahan objek dari satu tempat ke tempat lain. Mobilitas terbagi menjadi beberapa kategori seperti sosial, fisik, pekerjaan, dan lain-lain. Perubahan status dari warga biasa menjadi Kepala Desa merupakan mobilitas sosial. Pak Sapto mengendarai mobil menuju ke kantor merupakan contoh mobilitas fisik. Penduduk yang mengganti pekerjaan dari buruh bangunan menjadi pekerja pabrik merupakan mobilitas pekerjaan.

Pendekatan Keruangan

Pendekatan keruangan dalam kajian geografi regional mengandung arti batas persebaran penggunaan ruang yang menjadi tolak ukur analisis fenomena geosfer. Contohnya adalam menganalisis bencana alam tanah longsor. Kajian mengenai kerugian materi merupakan pendekatan ekonomi. Sedangkan lokasi terjadinya masuk dalam pendekatan keruangan. Perumpamaan sederhananya seperti itu.

Perencanaan Wilayah dan Kota

Perencanaan wilayah dan kota mengacu pada kelimuan planologi. Geografi regional berperan penting dalam kajian ilmu tersebut. Keindahan dan estetika lokasi tidak akan selaras tanpa hadirnya analisis pendekatan keruangan.

Nah, penjelasan di atas merupakan ulasan materi yang membahas tentang berbagai contoh-contoh geografi regional secara umum. Semoga artikel ini dapat membantu pembaca dalam menambah ilmu pengetahuan. Sekian dan terima kasih!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *