15 Contoh Sumber Daya Alam Yang Tidak Dapat Diperbarui

Diposting pada

Jenis Sumber Daya Alam Tidak Dapat Diperbaharui di Indonesia

Indonesia bisa dikatakan sebagai salah satu negara dengan tingkat kekayaan sumber daya alam yang tinggi. Bahkan sering pula atas alasan ini masyarakatnya mendengar kalimat Gemah Ripah Loh Jinawi, yang artinya kekayaan alam yang berlimpah. Kekayaan alam yang menjadi sumber daya alam tersebut memiliki potensi yang besar untuk dimanfaatkan dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup masyarakat. Antara satu wilayah dan perwilayahan lainnya memiliki potensi yang berbeda-beda sesuai dengan kondisi letak geografisnya.

Keberlimpahan potensi sumberdaya alam yang dimiliki Indonesia terdiri atas sumber daya alam yang dapat diperbarui. Misalnya seperti tumbuhan, hewan, air, sinar matahari, tanah, dan lain-lain. Dan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui. Contohnya seperti barang-barang tambang yang proses pembentukannya memakan waktu ribuan bahkan tahun.

Sumber Daya Alam Tidak dapat Diperbarui

Definisi sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui yang juga dikenal dengan istilah asing non-renewable resources ialah kekayaan alam yang tidak memiliki kemampuan untuk memperbanyak diri atau bertambah banyak, sehingga apabila senantiasa dimanfaatkan secara terus-menerus jumlahnya akan semakin berkurang bahkan habis.

Meski, jenis sumber daya alam ini memungkinkan untuk mengalami regenerasi, akan tapi membutuhkan waktu ratusan bahkan jutaan tahun. Hal ini lantaran proses penyusunan kekayaan alam tersebut berlangsung secara alami (tidak dapat dilakukan oleh manusia).

Jenis Sumber Daya Alam Yang Tidak Dapat Diperbarui

Contoh Sumberdaya Alam Yang Tidak Dapat Diperbarui
Jenis Sumber Daya Alam Yang Tidak Dapat Diperbarui

Adapun yang termasuk dalam jenis sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui beserta dengan wilayah persebarannya. Diantaranya yaitu:

  1. Logam Mulia

Logam Mulia Sebagai Sumber Daya Alam Tidak Dapat Diperbaharui
Logam Mulia

Logam mulia adalah logam yang tahan terhadap korosi maupun oksidasi. Logam ini memiliki sifat tahan banting, tidak berkarat, langka, dan tidak berubah fisik menjadi busuk, lapuk atau robek. Sehingga logam jenis ini umumnya memiliki harga yang tinggi karena kelangkaan dalam keterdesiannya, memiliki warna yang bagus, dan lunak.

Adapun untuk contoh logam mulia diantaranya;

  1. Rutenium (Ru)
  2. Rodium (Rh)
  3. Paladium (Pd)
  4. Perak (Ag)
  5. Osmium (Os)
  6. Iridium (Ir)
  7. Platina (Pt)
  8. Emas (Au)
  1. Bijih Besi

Bijih Besi
Bijih Besi

Bijih besi ialah batuan yang mengandung mineral-mineral besi dan sejumlah mineral seperti silika, alumina, magnesia, dan lain-lain. Dimana bijih besi dapat dimanfatakan sebagai bahan baku berbagai jenis industri cat, semen, flux pada peleburan logam-logam non-ferrous dan juga sebagai katalisator.

Persebaran Bijih Besi di Indonesia

Persebaran bijih besi sebagai sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui di Indonesia. Antara lain;

  1. Sumatera (Aceh, Sumatera Barat, dan Lampung)
  2. Pulau Jawa (Cilacap, Blitar, Tulung Agung, dan Daerah sekitar Kulon Proggo)
  3. Pulau Kalimantan (Pelaihari, Tanah Bumbu, dan Kotabaru)
  4. Pulau Papua (Wilayah War Akopi dan Was Isyow)
  1. Tembaga

Tembaga Sumber Daya Alam
Tembaga

Tembaga merupakan logam dengan sifat warna merah muda yang lunak sehingga dapat ditempa oleh liat. Pemanfaatan tembaga yaitu sebagai bahan untuk kabel listrik dan kumparan dinamo atau dipergunakan sebagai paduan logam yang kemudian dijadikan sebagai mata uang dan perkakas-perkakas.

Disisi lain, pemanfataan tembaga biasanya dipergunakan sebagai bahan penahan untuk bangunan dan beberapa bagian dari kapal. Dimana serbuk tembaga digunakan sebagai katalisator untuk mengoksidasi metanol menjadi metanal.

Wilayah Persebaran Tembaga di Indonesia

Persebaran tembaga di Indonesia diantaranya yaitu;

  1. Daerah Cikotok (Jawa Barat)
  2. Kompara (Papua)
  3. Sangkarapi (Sulawesi Selatan)
  4. Tirtamaya (Jawa Tengah)
  5. Sumatra di Provinsi Jambi
  6. Sulawesi Tengah
  1. Nikel

Nikel
Nikel

Nikel merupakan komponen yang banyak ditemukan dalam meteorit dan menjadi ciri komponen yang membedakan meteorit dari mineral lainnya. Pemanfaatan nikel diantaranya sebagai bahan pembuat logam paduan, logam yang dipadukan dengan nikel memiliki karakteristik kuat, tahan panas, serta tahan karat.

Bahkan, sekitar 65 % nikel dimanfaatkan untuk membuat stainless steel dengan komposisi sebagian besar besi, 18 % kromium, dan 8 % nikel.

Persebaran Nikel di Indonesia

Persebaran nikel di Indonesia diantaranya yaitu;

  1. Kalimantan Barat
  2. Maluku
  3. Papua
  4. Sulawesi Selatan
  5. Sulawesi Tengah
  6. Sulawesi Tenggara
  1. Gas alam

Gas alam Sumber Daya
Gas alam

Gas alam merupakan hasil pencampuran dari beberapa hidrokarbon dengan kadar karbon kecil terutama metan(CH4 atau C2H6), propan (C3H6), dan butan (C4H10).

Gas alam yang dimanfaatkan berupa gas alam cair yang biasanya diperdagangkan untuk memenuhi kebutuhan dapur dan rumah tangga, misalnya LPG (liquefied petroleum ga) atau gas minyak bumi cair yang terdiri atas terdiri atas propan dan butan dan LNG (liquefied natural gas) atau gas alam cair yang terdiri atas asam dan metan.

  1. Gipsum

Gipsum merupakan salah satu contoh mineral yang memiliki kadar kalsium tinggi. Gipsum yang paling banyak ditemukan yaitu jenis hidrat kalsium sulfat.  Gipsum hampir dapat ditemukan di berbagai wilayah.  Manfaat gipsum terutama dalam bidang konstruksi bangunan, yaitu  sebagai bahan dasar atau bahan tambahan/campuran.

  1. Batu Marmer

Batu Marmer atau batu pualam berasal dari batu kapur yang telah mengalami perubahan bentuk dan rupa menjadi batuan yang sangat indah apabila digosok dan dihaluskan, yang akan menjadi licin dan mengkilap. Batu marmer dimanfaatkan untuk membuat keramik,  mega, ornament batu hias dan bahan bangunan lainnya.

Persebaran Batu Marmer di Indonesia

Persebaran batu marmer untuk di wilayah Indonesia sebagai sumber daya alam tidak dapat diperbaharui. Misalnya;

  1. Kabupaten Trenggalek (Jawa Timur)
  2. Daerah Bayat (Jawa Tengah)
  1. Minyak bumi

Minyak bumi adalah sumber daya alam yang berasal dari mikroplankton yang terdapat di danau, rawa, teluk dan laut dangkal. Proses terbentuknya minyak bumi ini berawal dari mikroplankton yang telah mati kemudian berjatuhan dan mengendap di dasar laut, selanjutnya akan bercampur dengan lumpur yang disebut dengan lumpur supropelium.

Karena adanya tekanan dari lapisan di atasnya serta adanya  panas magma, maka akan terjadi proses distilasi hingga terbentuk minyak bumi kasar yang membutuhkan waktu jutaan tahun. Hasil olahan minyak bumi dapat berupa avtur, avgos, premium, minyak tanah, solar, minyak disel.

Persebaran Minyak Bumi di Indonesia

Adapun untuk wilayah persebaran minyak bumi di Indonesia diantaranya;

  1. Pulau Jawa (Cepu, Cirebon, dan Wonokromo)
  2. Pulau Sumatra (Palembang (Sungai Gerong, Sungai Plaju), dan Jambi (Dumai))
  3. Pulau Kalimantan (Pulau Tarakan, Pulau Bunyu Kutai, dan Balikpapan)
  4. Pulau Papua (Sorong)
  1. Intan

Intang merupakan mineral yang secara kimiawi berbentuk kristal atau alotrop, dari karbon, yang terbentuk pada kedalaman 100 mil (161 Km) di bawah permukaan bumi, tepatnya pada batuan yang cair pada bagian astenosfer yang memiliki suhu dan tekanan tertentu yang memungkinkan terjadinya perubahan mineral  carbon menjadi intan.

Pemanfaatan intan diantaranya yaitu untuk pembuatan mata bor suatu mesin;  untuk perhiasan dengan nilai jual yang sangat tinggi.

Persebaran Intan di Indonesia

Daerah di Indonesia yang merupakan penghasil intan terbesar yaitu;

  1. Martapura di Sumatra Selatan
  2. Kalimantan Selatan
  1. Alumunium

Alumunium merupakan logam memiliki sifat tahan karat, ringan, mudah menghantarkan panas, berwarna putih. Pengambilan alumunium dari kerak bumi yaitu dalam bentuk bauksit. Pemanfaatan alumunium diantaranya yaitu untuk bahan pembuatan peralatan dapur, peralatan rumah tangga, mebel, dan lain-lain.

Persebaran Alumunium di Indonesia

Daerah yang dikenal sebagai  penghasil aluminium terbesar di Indonesia yaitu;

  1. Pulau Bintan
  1. Timah

Timah merupakan sumberdaya alam berbentuk logam yang berwarna putih keperakan, dengan kekerasan yang rendah, dapat ditempa (“malleable“). Timah memiliki sifat konduktivitas panas dan listrik yang tinggi, relatif lunak, tahan karat dan memiliki titik leleh yang rendah dan memilki struktur kristal yang tinggi. Pemanfaatan timah yaitu sebagai sebagai pembungkus permen, coklat, hingga rokok.

Persebaran Timah di Indonesia

Persebaran timah di Indonesia diantaranya;

  1. Pulau Bangka
  2. Singep
  3. Daratan Riau
  1. Batu Bara

Batubara merupakan terbentuk dari endapan atau sedimentasi tumbuh-tumbuhan yang tertimbun di dalam tanah selama berjuta-juta tahun.

Batu bara terdiri atas 3 unsur utama yaitu karbon, hidrogen, dan oksigen. Pemanfaatan batu bara diantaranya untuk sumber energi kereta api uap, bahan bakar, aspal jalanan, pembuatan cat, sabun, pupuk, dan bahan peledak.

Persebaran Batu Bara di Indonesia

Persebaran bartu bara di Indonesia, antara lain;

  1. Ombilin
  2. Bukit Asam
  3. Sawah Lunto
  1. Belerang

Belerang
Belerang

Belerang pada hakekatnya merupakan sumberdaya non logam yang tidak berasa. Bentuk asli dari belerang berupa zat padat kristalin berwarna kuning. Pemanfaatan belerang misalnya untuk pembuatan  pupuk, untuk bahan obat patek dan korek api.

Persebaran Belerang di Indonesia

Persebaran belerang di Indonesia diantaranya;

  1. Gunung Welirang yang ada di Provinsi Jawa Timur
  2. Jambi di Pulau Sumatra
  3. Jawa Tengah
  4. Sulawesi Utara
  1. Mangan

Mangan
Mangan

Mangan merupakan salah satu jenis sumber daya tambang berupa logam hitam yang biasanya dimanfaatkan dalam pembuatan batu baterai. Adapun disisi lain mangan juga dimanfaatkan dalam proses campuran besa pada pembentukan baja, keramik, dan lain sebagainya.

Persebaran Mangan di Indonesia

Persebaran mangan di Indonesia diantaranya;

  1. Tasikmalaya
  2. Kiripan
  3. Martapura
  1. Batu Gamping

Batu Gamping
Batu Gamping

Batu gamping atau dikenal pula dengan batu kapur merupakan sumber daya tambang yang biasanya digunakan dalam industri bangunan. Pada umumnya Batu gamping  dimanfaat  untuk bahan utama dalam pembuatan semen, akan tetapi juga dapat digunakan sebagai pupuk bagi tanah yang kurang akan zat kapur.

Persebaran Batu Gamping di Indonesia

Persebaran batu gamping di Indonesia diantaranya yaitu;

  1. Pulau Jawa
  2. Sumatera Utara
  3. Sulawesi Selatan
  4. Bali

Dari penjelasan yang dikemukakan, dapatlah dikatakan bahwa peran manusia disini haruslah bersikap bijak dalam memanfaatkan sumber daya alam, khusunya sumberdaya alam yang tidak dapat diperbarui. Hal ini lantaran sumber daya tersebut terdapat di alam dari susunan biotik maupun fisik yang dapat dimanfaatkan manusia untuk mencukupi kebutuhannya dalam meningkatkan kesejahteraannya.

Nah, demikianlah serangkaian tulisan yang mengulas tentang macam contoh sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui beserta manfaat dan persebaran wilayahnya di Indonesia. Semoga melalui tulisan ini bisa menjadi referensi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *