Unsur Peta dan Fungsinya

Diposting pada

Unsur Peta dan Fungsinya

Pada ilmu geografi untuk mengetahui persebaran suatu objek dapat dikaji dari pemetaan objek-objek apapun yang terkait pada sub sub kajiannya. Pada dasarnya objek studi geografi itu adalah pendekatan spasial yang berujung keruangan. Pendekatan spasial tersebut didukung dengan prinsip-prinsip geografi berupa prinsip deskripsi, prinsip interelasi, prinsip distribusi, dan prinsip korologi.

Dengan adanya pendekatan spasial yang dibantu dengan beberapa prinsip geografi seperti yang telah disebutkan diatas maka geografi akan lebih mudah dipahami. Kita kembali lagi bahwa untuk mengkaji persebaran diperlukan pemetaan yang matang. Peta yang baik harus dibuat oleh seorang kartograf yang handal. Kartograf adalah orang yang membuat peta. Sementara kartografi adalah ilmu tentang pembuatan peta. Penjelasan tentang peta adalah sebagai berikut;

Peta

Pengertian peta adalah gambaran permukaan bumi pada bidang datar dengan menampilkan suatu objek yang terdapat pada permukaan bumi serta menampilkan skala-skala sebagai suatu perbandingan. Peta dapat terbagi atas berbagai macam jenis peta.

Jenis-jenis tersebut secara umum peta dibagi menjadi peta dasar, peta umum, dan peta khusus. Syarat peta yang baik harus memperhatikan beberapa unsur peta.

Unsur Peta

Secara harfiah unsur peta terbagi atas 12 macam. Klasifikasi pembagian unsur peta tersebut didasarkan pada agar pembaca peta mampu memahami pesan yang tersirat dari dalam peta itu sendiri. Unsur-unsur peta adalah sebagai berikut;

Judul Peta

Judul peta adalah sub bab peta yang menjadi induk dari sebuah peta. Jika tidak ada judul maka pembaca peta tidak akan mengerti peta apakah yang hendak ditampilkan tersebut. Biasanya judul peta terletak di tengah atas peta dengan penulisannya menggunakan huruf kapital.

Skala Peta

Skala peta adalah angka yang menampilkan jarak dalam peta dengan jarak yang sesungguhnya dengan perhitungan perbandingan. Skala yang tertulis pada peta contohnya 1:25.000. Arti dari skala tersebut adalah 1 cm pada peta tersebut berarti 25.000 cm pada jarak sebenarnya.

Peta yang hendak diperbesar atau diperkecil harus diubah skalanya agar peta tersebut tidak menipu setiap pembaca peta yang mempelarai atau membahasanya.

Arah Mata Angin

Unsur peta yang selanjutnya adalah arah mata angin. Arah mata angin tersebut menunjukkan bahwa menghadap kemanakah tanda-tanda suatu objek. Arah mata angin biasanya berbentuk anak panah yang ujungnya menginformasikan arah utara.

Arah mata angin yang menunjukkan posisi ke bawah mengandung arti arah selatan. Yang mengarah ke kanan adalah arah timur. Sedangkan yang mengarah ke kiri adalah arah barat.

Warna

Unsur peta berupa warna digunakan untuk menginformasikan topografi suatu tempat. Objek yang hendak ditampilkan akan lebih menarik serta lebih mudah dipahami apabila terdapat perbaduan warna yang kontras dengan jelas. Makna dari dalam warna peta memberikan kesan tersendiri dari kartograf yang ditujukan kepada pembaca peta. Tidak ada aturan yang membatasi penggunaan warna, asalkan pesan penggunaan warna tersebut tersampaikan.

Walaupun tidak ada yang membatasi aturan penggunaan warna dalam membuat peta namun terdapat dasar-dasar pewarnaan peta yaitu warna biru digunakan untuk menggambarkan laut, danau, sungai, dan perairan lainnya. Kedalaman perairan tersebut juga dapat dipetakan kembali menjadi biru muda untuk dangkal dan biru tua untuk terang.

Warna hijau digunakan untuk dataran rendah. Kuning untuk dataran tinggi. Merah untuk pegunungan. Warna-warna lain seperti ungu, cokelat, dan abu-abu dapat menggambarkan suhu, curah hujan, kelembapan, dan lain sebagainya.

Simbol

Simbol yang terdapat pada peta berfungsi untuk memberikan penjelasan keadaan fenomena permukaan bumi. Secara harfiah simbol dibagi menjadi 2, yaitu simbol fisiografis dan simbol kultur. Contoh dari simbol fisiografis adalah relief, hidrologi, oceanografi, klimatologi, dan lain-lain. Sedangkan contoh dari simbol kultur antara lain jalur transportasi, batas wilayah, tata letak desa, sarana dan prasarana, dan lain-lain.

Tata Tulis

Bukan hanya laporan dan tugas yang harus diperhatikan tata tulisnya. Namun untuk pembuatan peta juga harus diperhatikan tata tulis agar lebih mudah dipahami oleh pembaca peta. Terdapat 4 syarat umum yang harus diperhatikan dalam tata tulis pembuatan peta yaitu nama-nama negara, ibukota, provinsi, kota, kecamatan, kelurahan, dan lain sebagainya harus menggunakan awalan huruf kapital dan ditulis tegak.

Penggunaan nama perairan berupa samudra, laut, danau, sungai, rawa-rawa, dan lain sebagainya harus menggunakan huruf kapital miring. Untuk penulisan perwakilan simbol seperti gunung, jalur transportasi, makam, tempat ibadah, dan lain sebagainya harus ditulis dengan huruf kecil tegak. Yang terakhir untuk penulisan istilah atau nama lain suatu objek harus ditulis huruf kecil miring.

Legenda

Unsur peta yang nomor 7 adalah legenda. Legenda berfungsi untuk mendeskripsikan simbol-simbol yang terdapat pada peta. Legenda biasanya diletakkan pada pojok kana bawah peta. Legenda harus menerangkan arti yang sebenarnya. Kesalahan dalam membuat legenda dapat berhujung pada kesalahan dalam membaca peta. Maka dari itu legenda bersifat vital dalam unsur peta.

Inset

Inset adalah unsur peta yang menjelaskan lokasi utama pada tampilan suatu peta. Jika data yang terdapat di dalam peta kurang jelas maka tugas dari inset adalah memberikan gambaran secara lengkap dari peta tersebut. Maka untuk mempertajam salah satu bagian yang terdapat pada peta diperlukan inset untuk memperjelas deskripsinya.

Garis Astronomis

Garis astronomis adalah garis lintang dan garis bujur yang terdapat di dalam peta. Garis astronomis yang tergambar pada peta memiliki fungsi untuk menunjukkan lokasi suatu tempat. Garis astronomis ditulis dengan singkatan BT untuk bujur timur, BB untuk bujur barat, LS untuk lintang selatan, dan LU untuk lintang utara.

Garis Tepi

Garis tepi yang terdapat pada peta berfungsi untuk merapikan letak pembuatan peta. Pada pelajaran keterampilan seni rupa di sekolah dasar diajari bahwa untuk membuat gambar diperlukan garis tepi untuk merapikan gambar yang hendak dibuat begitu pula dengan pembuatan peta diperlukan garis tepi agar peta tampak lebih rapi.

Sumber Peta

Sumber dalam menunjang manfaat peta harus dicantumkan untuk menghargai kartograf pembuat peta dasar. Sumber dibagi menjadi 2, yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer adalah data yang diambil langsung terjun ke lapangan dengan cara plotting lokasi untuk mendapatkan koordinatnya. Sumber data sekunder yaitu data-data yang telah ada di lapangan.

Tahun Pembuatan Peta

Unsur peta yang terakhir yaitu tahun pembuatan peta. Tahun pembuatan peta berfungsi menginformasikan kepada pembaca peta bahwa tahun berapakah peta itu dibuat. Selain untuk menunjukkan tahun pembuatan peta juga dapat berfungsi sebagai legalitas dan masa berlaku persebaran suatu objek yang dipetakan.

Nah, penjelasan diatas merupakan uraian materi yang membahas tentang sedikit pengertian peta dan ulasan lengkap dari unsur-unsur peta. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi para pembaca yang bertujuan menambah ilmu pengetahuan dari bidang geografi. Terima kasih!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *