Hakikat Geografi: Sejarah, Aspek, dan Contohnya

Diposting pada

Hakikat Geografi Adalah

Disiplin akademis modern geografi berakar pada praktik kuno, berkaitan dengan karakteristik tempat, khususnya pengertian lingkungan hidup (alam) dan masyarakat, serta hubungan antara keduanya. Identitasnya yang terpisah pertama kali dirumuskan dan dinamai sekitar 2.000 tahun yang lalu oleh orang-orang Yunani, yaitu geo dan graphein yang digabungkan dan memiliki arti “tulisan bumi” atau “deskripsi bumi”.

Bagi kebanyakan orang, pengertian geografi berarti mengetahui di mana “tempat” dan seperti apa tempat itu. Diskusi geografi suatu wilayah biasanya mengacu pada topografi-nya (pola bantuan dan drainase), vegetasi yang dominan, pola iklim dan cuaca, serta bagaimana tindakan manusia terhadap lingkungan itu (bagaimana manusia memanfaatkan tempat tersebut), seperti dimanfaatkan untuk pertanian, industri, permukiman dan penggunaan lahan lainnya. Untuk memperjelas pemahaman kita tentang geografi, artikel ini akan mengulas tentang pengertian hakikat geografi, sejarah, aspek, dan contohnya.

Hakikat Geografi

Berdasarkan hakikat atau esensinya, geografi merupakan suatu disiplin ilmu yang muncul dari perasaan universal manusia tentang waktu, ruang, dan tempat, yang berakar kuat dalam tradisi ilmiah Yunani. Banyak orang Amerika telah mempelajari geografi, dan paling tidak beberapa orang suka mengingat atau menghafal negara bagian dan ibu kota wilayah mereka.

Terlepas dari tingkat apresiasi mereka terhadap disiplin geografi, bagaimanapun, sebagian besar tampaknya percaya bahwa mereka memiliki pemahaman yang relatif kuat tentang sifat dan substansi geografi. Ini bukan pengamatan sepele karena orang sering merasa bingung untuk belajar bahwa apa yang telah lama mereka pegang sebagai kebenaran terlalu sederhana untuk bisa berguna, atau, dalam beberapa kasus, hanyalah kesalahan.

Banyak orang percaya bahwa tanggung jawab dasar para ahli geografi adalah untuk mendeskripsikan dan mengajarkan tentang ribuan tempat yang dihuni manusia di muka bumi. Meskipun benar bahwa mendeskripsikan sifat dunia adalah salah satu aplikasi tertua dari analisis geografis, ini hanya mewakili sebagian dari apa geografi itu. Sejak pertengahan abad kedua puluh, para ahli geografi semakin terlibat dalam perspektif spasial, hubungan spasial, dan analisis spasial.

Seperti sejarah, bagaimanapun, geografi adalah disiplin terintegrasi yang memainkan peran sentral dalam komunitas akademis. Sejarah berfungsi untuk menghubungkan ilmu sosial dan kemanusiaan, sementara geografi mengintegrasikan disiplin ilmu sosial dengan ilmu pengetahuan. Selain itu, seperti semua disiplin akademis lainnya, geografi memiliki tema yang transenden. Bagi sejarawan, tautan pemersatu adalah waktu. Untuk ahli geografi, itu adalah ruang.

Meskipun sifat penyelidikan geografis yang terintegrasi justru mengaburkan identitas disiplin ilmu ini, tapi kemampuan para ahli geografi untuk menarik dan menyintesis informasi dari berbagai sumber juga merupakan kekuatan yang luar biasa.

Pada hakekatnya, studi geografi adalah pengkajian keruangan tentang fenomena sosial dan masalah kehidupan manusia. Studi itu disusun berdasarkan hasil observasi dari berbagai fenomena di lapangan. Hasil observasi tersebut akan membentuk pola abstrak dari fenomena yang diamati. Pola abstrak inilah yang disebut konsep geografi. Sehingga dapat diaktakan bahwa tanpa melakukan kerja lapangan tidak akan menghasilkan konsep tentang hakikat fenomena dan masalah kehidupan yang sebenarnya.

Agar dapat menghasilkan suatu konsep geografi, maka diperlukan analisis terhadap fenomena manusia, fenomena alam, persebaran fenomena serta interaksinya dalam ruang. Untuk menunjukkan dan menjelaskan fenomena geografi yang terjadi di permukaan bumi, maka harus diawali dengan 6 pertanyaan pokok, yaitu 5W+1H, yang meliputi What (Apa), Where (Dimana), When (Kapan), Why (Mengapa), Who (Siapa), dan How (Bagaimana).

Pengertian Hakikat Geografi

Secara etimologis, istilah ‘geografi’ berasal dari dua kata Yunani. Yang pertama adalah ‘geo’ yang berarti “bumi’ dan kata Yunani kedua adalah “graph” yang berarti “tulisan”. Istilah geografi pertama kali digunakan oleh Eratosthenes, seorang cendekiawan Yunani yang hidup dari 276–194 SM yang dikreditkan sebagai pencipta disiplin geografi).

Ada 6 hakikat dari geografi, yaitu sebagai berikut:

Geografi sebagai Ilmu Pengetahuan, Biosfik

Yang dikaji atau dibahas dalam hakikat ialah geografi fisik dan geografi biotik yang menjadi dasar telaah atas seluk beluk lapisan tanah.

Geografi sebagai Retasi Timbal Balik antara Manusia dan Alam

Yang dikaji atau dibahas dalam hakikat ialah topik-topik sosial, misalnya dalam pengertian pengangguran, migrasi, dan kelaparan.

Geografi sebagai Ekologi Manusia

Yang dikaji atau dibahas dalam hakikat ini ialah adaptasi manusia terhadap lingkungan hidupnya. Manusia bukan hanya dianggap dan diakui sebagai makhluk dari dunia fisik-biotik, tapi juga sebagai suatu kekuatan.

Setiap masyarakat mempunyai kemampuan dan cara adaptasi yang diwariskan secara turun-temurun dan selalu dikembangkan. Namun, ekologi mansua lebih mengutamakan relasi atau hubungan antara manusia dengan lingkungannya dan kurang memperhatikan adanya hubungan antarwilayah.

Geografi sebagai Telaah Bentang Alam

Yang dikaji atau dibahas dalam hakikat ialah geomorfologi permukaan bumi sehingga dapat diketahui adanya persamaan dan perbedaan bentuk-bentuknya.

Geografi sebagai Telaah Tentang Sebaran Gejala Alam dan Sosial

Yang dikaji atau dibahas dalam hakikat ialah gejala dan fenomena yang terjai di mana-mana. Gejala dan fenomena terjadi di mana-mana dan berbeda-beda, sehingga teknik pembahasan yang dilakukan pun berbeda-beda pula.

Geografi sebagai Teori tentang Ruang Bumi

Yang dikaji atau dibahas dalam hakikat ialah kemampuan adaptasi manusia di dalam berperilaku sesuai dengan ruang keberadaanya.

Pengertian Geografi Menurut Para Ahli

Adapun pengertian geografi menurut para ahli, antara lain:

Bintarto (1977)

Pengertian geografi ialah ilmu pengetahuan yang mencitrakan, menerangkan sifat-sifat bumi, menganalisis gejala-gejala alam, dan penduduk, serta mempelajari corak yang khas mengenai kehidupan dan berusaha mencari fungsi dari unsurunsur bumi dalam ruang dan waktu.

Hartshorne (1960)

Definisi geografi ialah ilmu yang berkepentingan untuk memberikan deskripsi yang teliti, beraturan, dan rasional tentang sifat variabel permukaan bumi. Menurut pandangan Hartshorne, geografi merupakan suatu ilmu yang mampu menjelaskan tentang sifat-sifat variabel permukaan bumi secara teliti, beraturan, dan rasional.

Karl Ritther (1859)

Geografi ialah suatu telaah mengenai bumi sebagai tempat hidup manusia. Studi geografi meliputi semua fenomena yang terjadi di permukaan bumi, baik alam organik maupun alam anorganik yang terkait dengan kehidupan manusia, termasuk aktivitas manusia juga turut dibahas.

Sejarah Geografi

Geografi pertama kali dipelajari secara sistematis oleh orang Yunani kuno, yang juga mengembangkan filsafat geografi; Miletus, Herodotus, Eratosthenes, Aristoteles, Strabo, dan Ptolemy yang memiliki kontribusi besar untuk geografi. Kontribusi bangsa Romawi untuk geografi adalah dalam eksplorasi dan pemetaan tanah yang sebelumnya tidak diketahui.

Pembelajaran geografi Yunani dipertahankan dan ditingkatkan oleh orang-orang Arab selama Abad Pertengahan. Ahli geografi Arab, di antaranya Idrisi, Ibnu Battutah, dan Ibnu Khaldun, bepergian secara ekstensif untuk tujuan meningkatkan pengetahuan mereka tentang dunia. Perjalanan Marco Polo pada akhir Abad Pertengahan mulai membangkitkan kembali minat geografi di luar dunia Muslim.

Dengan munculnya Renaisans di Eropa, maka muncul keinginan untuk menjelajahi bagian-bagian dunia yang tidak diketahui yang mengarah pada penjelajahan dan penemuan-penemuan besar.

Pada abad ke-16 dan 17, diperkenalkan kembali geografi teoritis dalam bentuk buku teks (Geographia generalis Bernhardus Varenius) dan peta (peta dunia Gerardus Mercator). Pada abad ke-18, geografi mulai memperoleh pengakuan sebagai suatu disiplin dan diajarkan untuk pertama kalinya di tingkat universitas.

Periode modern geografi dimulai menjelang akhir abad ke-18, dengan munculnya karya-karya Alexander von Humboldt dan Karl Ritter. Karena itu metode utama pendekatan geografi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu: sistematis, mengikuti Humboldt, dan regional, mengikuti Ritter.

Pada sekolah-sekolah nasional, geografi juga mulai berkembang, sekolah di Jerman dan Prancis adalah yang paling berpengaruh. Sekolah di Jerman, yang terutama berurusan dengan geografi fisik, mengembangkan gaya penulisan ilmiah dan analitis.

Sekolah Prancis menjadi terkenal karena monografi regionalnya yang deskriptif disajikan dengan cara yang jelas dan mengalir; geografi manusia dan sejarah adalah keahliannya. Meskipun penekanan telah bergeser beberapa kali antara pendekatan dan sudut pandang, interdependensi mereka diakui oleh semua ahli geografi.

Sejak akhir Perang Dunia II, geografi, seperti disiplin lain, telah mengalami ledakan pengetahuan yang dibawa oleh alat-alat baru teknologi modern untuk akuisisi dan manipulasi data; ini termasuk foto udara, sensor jarak jauh (termasuk fotografi inframerah dan satelit), dan komputer (untuk analisis dan pemetaan kuantitatif).

Metode kuantitatif penelitian geografis telah mendapatkan banyak berkembang sejak tahun 1950-an, Edward Ullman dan William Garrison dari Amerika Serikat dan Peter Haggett menjadi eksponen utama dalam hal ini.

Kontribusi penting untuk kemajuan geografi dan pengembangan konsep geografis telah dibuat oleh Ferdinand von Richthofen, Albrecht Penck, Friedrich Ratzel, Alfred Hettner, Karl Haushofer, dan Walter Christaller di Jerman; Paul Vidal de la Blache, Jean Brunhes, Conrad Malte-Brun, Elisée Reclus, dan Emmanuel de Martonne di Prancis; dan William Morris Davis, Isaiah Bowman, Ellen Churchill Semple, Carl O. Sauer, Albert Brigham, dan Richard Hartshorne di Amerika Serikat.

Geografi saat ini dipelajari oleh lembaga pemerintah dan di banyak universitas di dunia. Penelitian dirangsang oleh lembaga geografi yang tercatat seperti Royal Geographical Society (1830, Inggris), American Geographical Society (1852, Amerika Serikat), dan Société de Geographie (1821, Prancis).

Aspek Geografi

Disiplin ilmu geografi memiliki 2 aspek yaitu aspek geografi fisik dan aspek geografi sosial. Penjelasannya sebagai berikut:

Aspek Fisik

Aspek fisik adalah aspek geografis yang mengkaji segala fenomena geosfer yang memengaruhi keberlangsungan hidup manusia. Aspek fisik ini meliputi aspek kimiawi, biologis, astronomis, dan semua fenomena alam yang langsung dan dapat diamati.

Ada 3 macam aspek fisik, anatara lain:

Aspek Topografi

Aspek topografi yaitu aspek geografi fisik yang berkaitan dengan letak atau lokasi suatu wilayah. Aspek topografi mengkaji tentang hal-hal yang berkenaan dengan letak daerah dan negara, bentuk muka buminya, luas area dan batas-batas wilayah yang memiliki ciri-ciri khas atau karakteristik tertentu.

Aspek Biotik

Aspek biotik yaitu aspek geografi fisik yang berkaitan makhluk hidup. Aspek biotik mengkaji tentang hal-hal yang berkenaan dengan unsur tumbuhan (flora), binatang (fauna) serta kajian penduduk.

Aspek Non-Biotik

Aspek non-biotik yaitu aspek geografi fisik yang berkaitan dengan tanah dan air suatu wilayah. Aspek non-biotik mengkaji tentang hal-hal yang berkenaan dengan unsur kondisi tanah, hidrologi baik perairan darat maupun laut dan kondisi iklim dari suatu wilayah. Baca juga; Pengertian Geografi Fisik, Ruang Lingkup, Fungsi, dan Contohnya

Aspek Sosial

Aspek sosial adalah aspek geografi yang membahas fenomena yang terjadi di geosfer yang masih berhubungan dengan kegiatan manusia. Aspek sosial bertujuan untuk mengetahui pola hubungan manusia dan lingkungannya. Aspek sosial tersebut meliputi kegiatan sosial, ekonomi, politik dan budaya. Macam-macam aspek sosial diantaranya yaitu:

Aspek Sosial

Aspek sosial yaitu aspek dalam pengertian geografi sosial yang berkaitan dengan unsur-unsur sosial. Aspek sosial mengkaji tentang hal-hal yang berkenaan dengan unsur tradisi, adat-istiadat, komunitas, kelompok masyarakat dan lembaga-lembaga sosial.

Aspek Ekonomi

Aspek ekonomi yaitu aspek geografi sosial yang berkaitan dengan hal-hal ekonomis. Aspek ekonomi mengkaji tentang hal-hal yang berkenaan dengan unsur pertanian, perkebunan, pertambangan, perikanan, industri, perdagangan, transportasi dan pasar. Baca jugaPengertian Geografi Ekonomi, Ruang Lingkup, Fungsi, dan Contohnya

Aspek Budaya

Aspek budaya yaitu aspek geografi sosial yang berkaitan dengan unsur sosial-budaya.. Aspek budaya mengkaji tentang hal-hal yang berkenaan dengan unsur pendidikan, agama, bahasa, kesenian dan ragam budaya lain.

Aspek Politik

Aspek politik yaitu aspek geografi sosial yang berkaitan dengan unsur politik. Aspek politik membahas mengkaji tentang yang berkenaan dengan unsur kepemerintahan yang terjadi dalam kehidupan di masyarakat. Baca jugaPengertian Geografi Politik, Ruang Lingkup, Fungsi, dan Contohnya

Contoh Kajian Geografi

Pada dasarnya, kajian geografi mencakup 5 tema utama yang meliputi kajian tentang lokasi, interaksi antara manusia dengan lingkungan, tempat, wilayah, pergerakan barang dan jasa.

Lokasi

Dua bagian yang berbeda tetapi terkait secara spesifik dan umum memunculkan ide tentang lokasi. Lokasi spesifik mengacu pada alamat yang sebenarnya atau yang mengacu pada koordinat geografis. Sedangkan lokasi umum atau relatif menggambarkan tempat dalam kaitannya dengan tempat lain. Ini tidak memberikan alamat langsung tetapi menunjukkan lokasi relatif tempat dan jarak relatifnya.

Interaksi Manusia-Lingkungan

Interaksi manusia-lingkungan menggambarkan bagaimana orang bekerja bersama dan bagaimana mereka berfungsi di lingkungan mereka. Interaksi ini mengandung tiga bidang utama: ketergantungan manusia pada lingkungan, bagaimana manusia mengubah lingkungan, dan bagaimana lingkungan mengubah manusia.

Tempat

Tempat mengacu pada deskripsi daripada lokasi. Tempat dibagi menjadi dua kategori: perbedaan manusia dan perbedaan fisik. Konsep perbedaan manusia mengacu pada cara di mana orang mengubah dan mengembangkan tempat. Perubahan ini mungkin konkret, seperti dalam konstruksi bangunan atau budaya. Konsep perbedaan fisik menggambarkan perbedaan karakteristik tempat. Sebagai contoh, beberapa tempat memiliki gunung, sementara yang lain memiliki gurun.

Wilayah

Setiap wilayah memiliki karakteristik khusus. Wilayah, sebagai sebuah konsep, mengandung tiga kategori: pemerintah, fungsional, dan umum. Manusia mendefinisikan wilayah pemerintahan secara formal dan politis, Misalnya Amerika adalah wilayah pemerintahan.

Daerah-daerah fungsional memiliki layanan khusus yang ditujukan untuk daerah tersebut; Misalnya distrik sekolah. Manusia mengklasifikasikan wilayah umum dalam arti luas. Misalnya, berbagai bagian AS dapat dianggap sebagai Selatan, Timur Laut, dan sebagainya.

Pergerakan: Transmisi Barang dan Jasa

Manusia mendefinisikan gerakan sebagai cara orang melakukan perjalanan dari satu tempat ke tempat lain, mengedarkan informasi, memperdagangkan barang dan jasa, dan berbagi ide.

Nah, demikianlah serangkaian penjelasan serta pengulasan secara lengkap mengenai materi pengertian hakikat geografi menurut para ahli, sejarah, aspek, dan contoh kajiannya. Semoga melalui tulisan ini bisa memberikan wawasan kepada segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

Berikan Ranting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *