23 Contoh Gejala Alam di Indonesia dan Dunia Pada Saat Ini

Diposting pada

Contoh Gejala Alam

Alam pada dasarnya tidaklah bersifat statis, tapi selalu menunjukkan gejala-gejala yang dapat menyebabkan perubahan di struktur bumi. Sebelum suatu fenomena di bumi dikatakan sebagai bencana alam, maka kejadian itu adalah gajala kejadian alam. Waktu manusia tidak sebanding dengan dengan waktu geologi. Gejala alam dapat menjadi arti bencana alam ketika waktu manusia berpotongan dengan waktu geologi.

Terjadinya gejala alam memang diperlukan di muka bumi, contohnya saja adanya udara yang segar, lautan yang menyimpan kekayaan yang melimpah, kegunaan pegunungan yang menawarkan keindahan dalam beragam macam pemandangan alam.

Gejala Alam

Gejala alam bisa dikatakan sebagai bentuk nyata yang terjadi akibat serangkaian gejala-gejala yang terjadi di alam yang dapat dirasakan oleh manusia maupun makhluk hidup lainnya. Gejala alam merupakan peristiwa yang disebabkan oleh aktivitas alam.

Disisi setidaknya dapat dipahami bahwa gejala alam adalah bentuk peristiwa yang terjadi secara alami dan disebabkan oleh perubahan yang berada di Bumi. Berdasarkan faktor penyebabnya, gejala alam dapat dibedakan menjadi 2, yang diantaranya adalah gejala abiotik dan gejala alam biotik.

Contoh Gejala Alam

Gejala Alam di Lingkungan Sekitar

Terdapat beragam contoh gejala alam yang terjadi baik di negara kita khusunya maupun terjadi di dunia pada umumnya. Adapun hal tersebut tersebut berbeda dengan fenomena sosial, baik dari pengelompokan ataupun waktu terjadinya. Berikut penjelasannya:

  1. Populasi Eceng Gondok yang Membeludak

Di ekosistem rawa, populasi eceng gondok dapat berkembangbiak dengan begitu cepat. Eceng gondok yang dapat berkembang dengan mudah terutama pada ekosistem air tawar yang kaya kandungan nitrogen berpengaruh besar terhadap laju pendangkalan rawa.

  1. Penyebaran Virus HIV

Virus ini hingga saat ini belum ditemukan vaksinnya. Virus ini pada mulanya hanya ditemukan pada hewan sebangsa simpane di Benua Afrika. Namun karena kesamaan jumlah kromosom, virus ini akhirnya dapat menjangkiti manusia. Penyebarannya virus ini sangat sulit untuk dikendalikan karena metode penularannya sangat bervariasi.

  1. Longsoran Salju

Longsoran salju merupakan bahaya geofisika yang mengakibatkan longsornya salju berukuran besar atau massa batu di lereng gunung, yang terjadi ketika penumpukan materi dilepaskan menuruni lereng. Fenomena tersebut adalah salah satu bahaya utama yang dihadapi wilayah pegunungan pada musim dingin. Salju bisa bercampur dengan udara dan membentuk awan bubuk yang dapat longsor.

  1. Tanah Longsor

Tanah longsor adalah bencana yang melibatkan unsur-unsur tanah, termasuk batu, pohon, bagian rumah, dan hal lain yang mungkin terjadi. Tanah longsor dapat disebabkan oleh gempa bumi, letusan gunung berapi, atau ketidakstabilan umum di tanah sekitarnya.

Lumpur longsoran atau lumpur, adalah kasus khusus tanah longsor, di mana hujan deras menyebabkan tanah gembur di tanah yang terjal runtuh dan meluncur ke bawah.

  1. Gempa bumi

Gempa bumi adalah getaran di permukaan bumi  yang terjadi akibat pelepasan energi dari dalam bumi secara tiba-tiba yang menciptakan gelombang seismik. Gempa bumi dapat terjadi karena adanya pergerakan kerak Bumi (lempeng Bumi).

Untuk frekuensi gempa bumi di suatu wilayah mengacu pada jenis dan ukuran gempa Bumi yang dialami selama periode waktu.

  1. Kebakaran hutan

Kebakaran hutan adalah kebakaran yang tidak terkendali yang membakar di daerah hutan belantara. Penyebab umumnya adalah petir, pembakaran, letusan gunung berapi, dan awan piroklastik dari gunung berapi aktif, serta akibat kecerobohan manusia. Itu bisa menjadi ancaman bagi masyarakat yang tinggal di sekitar hutan dan juga satwa liar.

  1. Banjir

Banjir adalah limpahan hamparan air yang menenggelamkan tanah. Banjir biasanya terjadi ketika volume air di dalam badan air, seperti sungai atau danau, melebihi kapasitas totalnya, sebagai hasilnya sebagian air mengalir ke luar dari badan air tersebut.

  1. Kekeringan

Kekeringan adalah suatu periode ketika suatu wilayah menderita kekurangan persediaan air selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Umumnya, ini terjadi ketika suatu daerah menerima curah hujan di bawah rata-rata secara konsisten.

Sehingga hni dapat memiliki dampak besar pada ekosistem dan pertanian di wilayah yang terkena dampak. Meskipun kekeringan dapat bertahan selama beberapa tahun, bahkan kekeringan yang singkat dan intens dapat menyebabkan kerusakan signifikan dan membahayakan ekonomi lokal.

  1. Angin topan

Angin topan adalah angin yang berhembus dengan kekuatan kencang atau sangat kuat, yang biasanya terjadi di daerah beriklim tropis, terutama di daerah yang dekat dengan garis balik utara dan garis balik selatan (kecuali daerah yang sangat dekat garis khatulistiwa).

Wujud dari arti angin ini berupa pusaran angin yang kencang dengan kecepatan angin sekitar 120 km/ jam atau lebih, bahkan dapat mencapai kecepatan angin topan mencapai hingga 250 km per jamnya.

  1. Tornado

Tornado adalah fenomena berputarnya kolom udara dengan kecepatan tinggi yang membentuk hubungan antara jenis awan cumulonimbus atau dalam kejadian langka dari dasar awan cumulus dengan permukaan tanah. Tornado umumnya mempunyai kecepatan angin 177 km/jam atau lebih dengan rata-rata jangkauan 75 m dan menempuh beberapa kilometer sebelum menghilang.

  1. Gunung Meletus

Gunung meletus adalah fenomena ketika gunung berapi aktif dan melepaskan lava dan gas beracun ke udara. Mulai dari letusan kecil setiap hari hingga letusan super yang sangat jarang terjadi (di mana gunung api mengeluarkan setidaknya 1.000 kilometer kubik material).

Beberapa letusan membentuk aliran piroklastik, yang merupakan awan abu dan uap bersuhu tinggi yang dapat menuruni lereng gunung dengan kecepatan melebihi kecepatan sebuah pesawat terbang.

  1. Tsunami

Tsunami adalah perpindahan badan air yang disebakan oleh perubahan permukaan laut secara vertikal dengan tiba-tiba. Perubahan tersebut dapat disebabkan karena terjadinya gempa bumi yang berpusat di bawah laut, letusan gunung berapi bawah laut, longsor bawah laut, atau hantaman meteor di laut.

  1. Badai salju

Badai salju merupakan fenomena terjadinya badai saat udara yang hangat dan basah bertemu dengan udara yang dingin. Penggabungan antara massa udara yang hangat, basah, dan dingin tersebut dapat mencapai diameter 1000 km atau lebih.

Adapun faktor penyebab gejala alam atas terjadinya badai salju adalah perbedaan suhu udara yang hangat, dingin, dan basah. Suhu udara yang berbeda dapat memengaruhi gerakan, isi uap, dan suhu massa udara. Perbedaan itulah yang sangat berpengaruh pada  jenis dan keparahan badai salju.

  1. Hujan Es

Hujan es merupakan presipitasi yang terdiri dari bola-bola es, yang terbentuk melalui kondensasi uap air lewat pendinginan di atmosfer pada lapisan di atas level beku. Hujan es bukan hanya dapat terjadi wilayah subtropis, tetapi juga dapat terjadi di daerah ekuator.

Proses lain yang dapat menimbulkan hujan es adalah pembekuan, ketika uap air yang lewat dingin kemudian tertarik ke permukaan benih-benih es yang terjadi karena terjadi pengembunan yang mendadak sehingga terbentuklah es dengan ukuran yang besar.

  1. El Nino

El Nino (dalam bahasa Spanyol diartikan sebagai anak laki-laki) merupakan suatu fenomena perubahan iklim secara global yang disebabkan oleh memasnasnya suhu di permukaan air laut Pasifik bagian timur. Peristiwa El Nino dapat diketahui secara kasat mata oleh orang- orang, khusunya  para nelayan dari Peru ataupun Ekuador. El Nino biasanya terjadi menjelang bulan Desember.

  1. La Nina

La Nina (dalam bahasa Spanyol diartikan sebagai anak perempuan) adalah kebalikan dari El Nino. La Nina merupakan suatu kondisi dimana suhu permukaan air laut di kawasan Timur Equador atau di lautan Pasifik mengalami penurunan.

La Nina berbeda dengan El Nino karena fenomena ini tidak  bisa dilihat secara fisik. Periodenya terjadinya La Nina juga tidak tetap. Fenomena ini memiliki periode 2-7 tahun.

  1. Pelapukan

Pelapukan merupakan proses alterasi dan fragsinasi batuan dan material tanah pada dan/atau dekat permukaan bumi yang disebabkan karena proses fisik, kimia dan biologi. Hasil dari proses pelapukan berupa batuan sedimen dan tanah (soil).

  1. Erosi

Erosi adalah terjadinya pengikisan di bagian permukaan tanah bagian atas oleh pergerakan air ataupun angin. Erosi dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti karena faktor alam maupun karena ulah atau aktivitas yang dilakukan manusia yang dapat mengakibatkan hilangnya unsur hara tanah, yang berdampak pada hilangnya daya serap tanah terhadap air, maupun berkurangnya struktur tanah yang nantinya akan berpengaruh pada tanaman yang tumbuh di atasnya.

  1. Terbentuknya Pelangi

Pengertian pelangi merupakan salah satu gejala alam yang kemunculannya sulit diprediksi. Tapi biasanya muncul setelah hujan, meskipun tidak selalu setelah hujan ada pelangi.

Pelangi terbentuk karena adanya pembiasan cahaya, yang akan menghasilkan spektrum warna merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu atau mejikuhibiniu. Selanjutnya warna-warna itu mengalami pemantulan di belakang tetes hujan, yang mengakibatkan cahaya tampak melengkung menjadi pelangi.

  1. Tebentuknya Aurora

Aurora ialah pedaran cahaya yang berwarna yang terdapat di atas cakrawala daerah yang berada di lintang tinggi yang terjadi karena adanya pembelokan arah angin Matahari oleh medan magnet bumi ke daerah kutub dan terjadi reaksi dengan partikel molekul di atmosfer.

Ada dua jenis Aurora yaitu aurora yang berada di daerah kutub utara (Aurora Borealis) dan aurora yang ada di kutub selatan (Aurora Australis).

  1. Gerhana

Gerhana juga menjadi salah satu peristiwa di mana satu objek astronomi tersebut menutupi cahaya dari objek lain, kondisi ini terjadi seperti gerhana matahari ketika bulan menutupi matahari atau gerhana bulan ketika bumi berada di antara matahari dan bulan.

  1. Kilat dan Petir

Kilatan cahaya dan suara ledakan yang disebabkan oleh muatan listrik yang besar yang terjadi selama terjadi kilat dan petir adalah salah satu bentuk adanya gejala alam yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Fenomena ini sendiri tentu saja menjadikan bahwa gerakan alam seolah ada yang mengatur.

  1. Aurora

Aurora juga menjadi salah satu fenomana dalam gejala alam. Biasanya kondisi ini terjadi ketika cahaya alami yang terlihat di langit utara dan selatan, biasanya di wilayah kutub yang disebabkan oleh interaksi partikel bermuatan dari matahari dengan atmosfer bumi.

Kesimpulan

Dari penjelasan yang dikemukakan, dapatlah dikatakan bahwa gejala alam adalah peristiwa non-artifisial dalam pandangan fisika, dan kemudian tidak diciptakan oleh manusia, meskipun dapat memengaruhi manusia. Prihal ini misalnya saja bakteri, penuaan, bencana alam. Adapun untuk contoh terjadinya gejala alam misalnya letusan gunung berapi, cuaca, dan pembusukan. 

Tetapi yang perlu dipahami sebagaimana yang dikatakan oleh Stephen Nelson, seorang spesialis gunung api dan kepala Departemen Bumi dan Ilmu Lingkungan di Universitas Tulane “Kita tidak akan memiliki udara dan air bersih tanpa adanya gunung api dan kita tidak akan memiliki gunung tanpa terjadinya gempa bumi”.

Nah, demikianlah serangkaian penjelasan serta pengulasan secara lengkap mengenai contoh gejala Alam di Indonesia dan dunia pada saat ini. Semoga melalui tulisan singkat ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan segenap pembaca sekalin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *