Jenis dan Ciri Bioma Terestrial

Diposting pada

Bioma Terestrial

Dalam setiap ekosistem, organisme berinteraksi satu sama lain dan lingkungannya. Bioma adalah area geografis yang sangat besar yang lebih besar dari ekosistem. Bioma mengandung banyak ekosistem dalam area yang sama. Bioma dinamai dan dikategorikan berdasarkan iklim, tanaman, dan hewan yang ada di sana.  Ada banyak jenis dan ciri bioma di permukaan bumi, yang secara garis besar bisa dibedakan menjadi dua yaitu bioma terestrial (daratan) dan akuatik.

Bioma Terestrial (Darat)

Bioma terrestrial yang juga dikenal dengan bioma daratan adalah area di planet bumi yang dapat diklasifikasikan menurut tumbuhan dan hewan yang hidup di dalamnya. Suhu, tanah, dan jumlah cahaya dan air membantu menentukan kehidupan apa yang ada dalam bioma daratan.

Macam Bioma Terestrial

Adapun untuk jenis bioma daratan (terestrial) antara lain sebagai berikut;

  1. Bioma Hutan Hujan Tropis

hutan hujan tropis
hutan hujan tropis

Bioma hutan tropis merupakan bioma yang memiliki keanekaragaman hayati dan produktivitas primer tertinggi di antara semua bioma darat. Bioma hutan hujan tropis diperkirakan mengandung lebih dari setengah spesies terestrial di Bumi. Kira-kira 170.000 dari 250.000 spesies tanaman vaskular muncul pada bioma hutan hujan tropis.

Bioma hutan tropis terdiri dari beberapa sub-bioma yang berbeda, termasuk hutan hujan yang selalu hijau, hutan gugur musiman, hutan awan tropis, dan hutan bakau. Sub-bioma ini berkembang karena perubahan pola musiman curah hujan, ketinggian dan/atau substrat. Persebarannya meliputi sepanjang aliran Sungai Amazon-Orinaco, Amerika Tengah, sebagian besar Asia Tenggara, Papua Nugini, dan Lembah Kongo di Afrika.

Ciri-ciri bioma hutan hujan tropis, antara lain:

  • Curah hujan tinggi sepanjang tahunnya, yaitu 200 sampai 225 cm/tahun.
  • Disinari oleh Matahari sepanjang tahun.
  • Tidak mengalami perubahan suhu yang signifikan dari satu bulan ke bulan yang lain.
  • Mengingat banyak sekali pepohonan besar yang tumbuh di hutan ini, daerah di dalam hutan seolah-olah selalu gelap.
  • Suhu rata-rata 250 C sampai dengan 310 C.
  • Mempunyai tanah yang sangat subur
  • Contoh floranya yaitu tumbuhan berkayu yang tingginya 20 sampai dengan 40 m, rotan, epifit, anggrek, paku sarang burung, dan masih banyak lainnya.
  • Contoh faunanya yaitu kera, tupai, beraneka jenis burung, macan, singa, jaguar, dan masih banyak lainnya.
  1. Bioma Sabana

Bioma sabana
Bioma sabana

Bioma sabana merupakan bioma yang terletak di utara dan selatan bioma hutan tropis. Bioma ini didominasi oleh campuran rumput dan pohon kecil. Sabana mencakup 60% wilayah Afrika dan mewakili transisi dari hutan tropis ke padang pasir.

Beberapa jenis sabana yang terkait dengan pola dalam arti curah hujan yang berbeda, ketinggian permukaan air dan kedalaman tanah dapat dibedakan dengan kelimpahan relatif pohon dan rumput.

Ciri-ciri bioma sabana, antara lain:

  • Curah hujan 250 sampai 700 mm/tahun. Ada keunikan terkait curah hujan ini, yaitu apabila curah hujan di sabana rendah (250 sampai 500 mm/tahun), sabana akan menjadi semak belukar, sedangkan apabila curah hujannya tinggi (500 sampai 700 mm/tahun), sabana akan berubah menjadi hutan hujan.
  • Intensitas turunnya hujan tidak teratur.
  • Porositas atau peresapan tinggi.
  • Drainase atau aliran airnya berlangsung cepat.
  • Bulan kering terjadi pada bulan Desember sampai Februari. Bulan basah terjadi pada bulan Mei.
  • Contoh floranya yaitu pepohonan yang tumbuh secara menyebar, seperti akasia dan palem.
  • Contoh faunanya yaitu singa, zebra, gajah, jerapah, dan kerbau.
  1. Bioma Stepa/Padang Runput

Bioma Padang Rumput
Bioma Padang Rumput

Bioma stepa ialah bioma yang berbentuk semi-gurun yang tertutup oleh rumput atau semak tergantung pada musim dan garis lintang. Istilah stepa digunakan untuk menunjukkan iklim pada daerah yang terlalu kering.

Persebaran bioma stepa meliputi daerah perbatasan antara tropis dan subtropis, contohnya di Hongaria, Rusia Selatan, Asia Tengah, Amerika Selatan, dan Australia.. Di Indonesia, daerah yang paling banyak terdapat bioma stepa yaitu Nusa Tenggara Timur

Ciri-ciri bioma stepa, antara lain:

  • Curah hujan tidak teratur, antara 250-500 mm/tahun
  • Suhu 19ºC sampai 30ºC ketika musim panas, 12ºC sampai 20ºC kerika musim dingin
  • Memiliki kelembaban udara yang sangat rendah
  • Evaporasi (penguapan) tinggi yang lebih cepat dari prepitiasi (hujan)
  • Tanahnya tandus yang pada umumnya tidak mampu menyimpan air karena rendahnya tingkat porositas tanah dan sistem penyaluran yang kurang baik sehingga menyebabkan rumput-rumput tumbuh dengan subur
  • Tumbuhan yang mendominasi bioma ini adalah rerumputan
  • Contoh fauna yaitu bison (Amerika), zebra (Afrika), kanguru (Australia), singa, serigala, anjing liar, dan cheetah.
  1. Bioma Hutan Gugur

Bioma hutan gugur
Bioma hutan gugur

Bioma hutan gugur ialah bioma  yang dapat ditemukan wilayah subtropis atau empat musim, seperti Jepang, Korea Cina, bagian Timur Amerika Serikat, Australia, dan Inggris.Pada bioma ini, jumlah pohonnya tidaknya banyak dan tidak terlalu rapat.

Keanekaragaman hayati relatif tinggi di bioma ini karena pembagian niche yang pada berbagai lapisan hutan. Hutan yang lebih kompleks dikaitkan dengan sejumlah besar spesies hewan; misalnya, keanekaragaman jenis burung menunjukkan korelasi positif dengan tinggi hutan dan jumlah lapisan.

Ciri-ciri bioma hutan gugur, antara lain:

  • Curah hujan tinggi sepanjang tahun, yaitu 700 sampai 1.000 mm/tahun.
  • Mempunyai empat musim, yaitu musim dingin, semi, panas, dan gugur.
  • Hutan terdiri dari pohon berdaun lebar yang menjatuhkan daunnya di musim gugur, misalnya Oak.
  • Contoh faunanya yaitu serigala, rusa, beruang, rubah, dan burung pelatuk.
  1. Bioma Gurun

Bioma Gurun
Bioma Gurun

Bioma gurun ialah bioma yang menutupi antara 26-35% dari permukaan tanah Bumi. Iklim gurun didominasi oleh curah hujan yang rendah, umumnya di bawah 250 mm/tahun. Namun, ada banyak variabilitas dalam tipe gurun, dengan gurun panas, gurun dingin, gurun dataran tinggi, dan gurun bayangan hujan. Akibatnya, ada banyak variasi dalam keanekaragaman hayati, produktivitas dan organisme yang ditemukan di berbagai jenis gurun.

Ciri-ciri bioma gurun, antara lain:

  1. Curah hujan rendah (kurang dari 250 mm per tahun). Mungkin hanya hujan sekali setiap dua atau tiga tahun, sehingga sangat panas dan kering.
  2. Kisaran suhu tinggi antara suhu malam yang sangat dingin (0 ° C) dan suhu siang hari yang panas (mis. 45 ° C)
  3. Gurun panas mendapatkan lebih banyak sinar matahari selama musim panas daripada musim dingin.
  4. Vegetasi terbatas, akibatnya hanya ada sedikit serasah daun dan suhu tinggi berarti lambat terurai, menyebabkan tanah menjadi tipis dan miskin unsur hara.
  5. Contoh floranya yaitu kaktus. Selain itu, banyak tanaman memiliki siklus hidup yang pendek dan hanya muncul ketika hujan.
  6. Contoh floranya yaitu kalajengking, kadal, ular, dan serangga.
  1. Bioma Taiga

Bioma taiga
Bioma taiga

Bioma taiga ialah bioma yang didominasi oleh tumbuhan berdaun jarum. Bioma jenis ini persebarannya di daerah subtropis dan kutub, seperti Skandinavia, Rusia, Siberia, Alaska, dan Kanada.

Ciri-ciri bioma taiga, antara lain:

  1. Curah hujan terbatas (kurang dari 500mm per tahun). Sebagian besar jatuh sebagai salju.
  2. Musim dingin yang panjang dan dingin (-20 ° C)
  3. Musim panas pendek dan ringan (-10 ° C)
  4. Kebanyakan pohon selalu hijau, sehingga bisa tumbuh kapan saja ada cukup sinar matahari.
  5. Contoh floranya yaitu pohon jenis konifera seperti pinus dan cemara.
  6. Spesies hewan relatif sedikit karena kurangnya makanan yang tersedia. Contoh fauna yang ada yaitu beruang hitam, serigala dan rusa.
  7. Tanah membeku hampir sepanjang tahun karena suhu dingin.
  1. Bioma Tundra

Bioma Tundra
Bioma Tundra

Istilah tundra bisa diartikan sebagai “dataran tanpa pepohonan”, karena bioma tundra ini terletak di daerah bersuhu ekstrem seperti daerah kutub, misalnya di daerah lingkar Arktik dan Antarktika.

Ciri-ciri bioma taiga, antara lain:

  1. Curah hujan rendah yaitu kurang dari 250mm per tahun, sebagian besar turun sebagai salju.
  2. Musim panas 5-10 ° C, musim dingin -30 ° C.
  3. Sinar matahari hampir terus-menerus selama musim panas, dan sedikit atau tidak ada sinar matahari selama musim dingin.
  4. Vegetasi yang dominan yaitu lumut, lumut kerak, rumput.
  5. Relatif sedikit spesies hewan. Contohnya termasuk kelinci Arktik, rubah Arktik dan burung. Beberapa hewan bermigrasi ke selatan selama musim dingin.
  6. Vegetasi yang jarang menghasilkan sedikit serasah daun dan bahan organik terurai perlahan karena suhu yang dingin, sehingga tanahnya tipis dan miskin nutrisi.
  7. Di bawah permukaan tanah, ada lapisan tanah beku permanen (permafrost).

Itulah tadi artikel yang bisa kami bagikan pada kalian berkenaan dengan pengertian bioma terestrial, ciri, jenis, dan contohanya. Semoga bisa memberi edukasi serta menambah pengetahuan bagi kalian yang pada saat ini sedang memerlukan.

Gambar Gravatar
Diah Ainurrohmah Adalah Alumni Jurusan Geografi dan Saat Ini Sedang Proses Penyelesaian Program Pascasarjana Geografi di Kampus Negeri Jawa Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *