Ciri Wilayah Daratan dan Pegunungan Serta Pemanfaatnya

Diposting pada

Wilayah Daratan dan Pegunungan

Kerak planet bumi pada dasarnya terbentuk kenampakan alam daratan dan pegunungan yang tercipta ketika lapisan luar cair planet Bumi mendingin untuk membentuk massa padat saat uap air yang terkumpul mulai bekerja di lapisan atmosfer.

Begitu juga lapisan tanahnya mampu mendukung kehidupan dan keanekaragaman hayati untuk berevolusi selama ratusan juta tahun, berkembang terus menerus kecuali jika diselingi oleh kepunahan massal.

Kenampakan Alam Daratan dan Pegunungan

Kenampakan alam yang terdapat dalam bentuk permukaan bumi dan bisa dilihat dengan mata telanjang adalah wilayah daratan dan dan wilayah pegunungan. Keduanya memiliki kajian topografi yang berebeda meskipun diakui atau tidak saling berkaitan satu sama lain.

Agar lebih jelas. Maka berikut ini adalah uraian lengkapnya;

Wilayah Daratan

Area daratan adalah wilayah bertemunya dasaran dengan badan air yang besar disebut zona pesisir. Pembagian antara daratan dan perairan merupakan konsep fundamental bagi manusia. Garis demarkasi antara daratan dan perairan dapat berbeda menurut yurisdiksi lokal dan faktor lainnya. Batas laut adalah salah satu contoh demarkasi politik.

Terdapat berbagai batas alam untuk membantu menentukan dengan jelas di mana air bertemu dengan daratan rendah dataran tinggi. Bentuk lahan batuan padat lebih mudah untuk dibatasi daripada batas berawa atau rawa, di mana tidak ada titik yang jelas di mana tanah berakhir dan badan air telah dimulai. Garis demarkasi selanjutnya dapat bervariasi karena pasang surut dan cuaca.

Wilayah Pegunungan

Pegunungan terbentuk ketika dua lempeng bertabrakan dan tepinya didorong ke atas. Selain itu, banyak fitur permukaan lainnya adalah hasil dari pergerakan pelat. Lempeng bergerak sekitar satu inci per tahun, jadi jutaan tahun yang lalu benua dan lautan berada pada posisi yang berbeda dengan masing-masing karakteristiknya.

Ciri Kenampakan Alam Daratan dan Pegunungan

Sedangkan untuk karakteristik yang ada dalam wilayah daratan dan pegunungan. Antara lain sebagai berikut;

Daratan
Kenampakan Alam Daratan
Kenampakan Alam Daratan

Daratan adalah area tanah, terutama yang digunakan untuk tujuan tertentu seperti bertani atau membangun. Oleh karena itulah bagian kenampakan padat dari permukaan bumi memiliki semua jenis sumber daya alam. Dengan karakteristik sebagai berikut;

  1. Memiliki Pertumbuhan yang Stabil

Dua model yang menjelaskan massa daratan mengalami pertumbuhan yang stabil ke bentuk-bentuk masa kini atau, lebih mungkin, pertumbuhan cepat di awal sejarah Bumi diikuti oleh kestabilan kontinental dalam angka panjang. Benua yang dibentuk oleh lempeng tektonik, suatu proses yang pada akhirnya didorong oleh hilangnya panas secara terus menerus dari interior bumi.

Dalam skala waktu yang berlangsung ratusan juta tahun, superkontinen telah terbentuk dan pecah tiga kali. Kira-kira 750 jtl (juta tahun yang lalu), salah satu superkontinen paling awal yang diketahui, Rodinia, mulai pecah. Benua-benua kemudian bergabung kembali menjadi Pannotia, 600 sampai dengan 540 jtl, lalu akhirnya Pangea, yang juga pecah 180 jtl.

  1. Terbagi atas Berbagai Bentuk Lahan

Daratan di muka bumi terbagi-bagi atas beragam bentuk lahan. Bentuk keseluruhan dari suatu bentuk lahan disebut sebagai geomorfologi. Karakteristik geomorfologi yang paling jelas adalah medan “relief” atau elemen vertikal dari bentuk lahan tersebut.

Pengukuran kemiringan dan ketinggian berkontribusi pada suatu medan. Kemiringan ke atas relatif terhadap medan di sekitarnya membuat gunung menjulang dari tanah. Demikian pula, lereng negatif yang tajam memberikan dinding tebing yang curam dan ketinggian yang lebih rendah dari daerah sekitarnya.

  1. Memberikan Pengaruh Iklim

Daratan bumi berinteraksi dan sangat memengaruhi iklim karena permukaan tanah memanas dan mendingin lebih cepat daripada udara atau air. Garis lintang, ketinggian, topografi, reflektifitas, dan penggunaan lahan semuanya memiliki efek yang berbeda-beda.

Letak daratan akan mempengaruhi seberapa besar radiasi matahari mencapai permukaan. Garis lintang tinggi menerima lebih sedikit radiasi matahari daripada garis lintang rendah. Dimana untuk ketinggian tanah penting dalam menciptakan dan mengubah aliran udara dan curah hujan di Bumi.

Bentang alam yang luas, seperti pegunungan, mengalihkan energi angin dan mengurangi kepadatan bidang udara serta mampu menahan lebih sedikit panas. Saat udara naik, efek pendinginan ini menyebabkan kondensasi dan pengendapan.

Pegunungan
Kenampakan Alam Pegunungan
Kenampakan Alam Pegunungan

Pegunungan adalah sekelompok atau rangkaian pegunungan yang berdekatan. Pegunungan juga bisa diartikan sebagai bentang alam yang menonjol yang memiliki ketinggian signifikan di atas permukaan laut dan daratan di sekitarnya.

Pegunungan lebih curam dari bukit. Sebuah gunung atau barisan pegunungan biasanya mempunyai puncak yang runcing. Adapun karakteristinya, adalah sebagai berikut;

  1. Suhu Lebih Dingin

Suhu di wilayah kenampakan alam pegunungan menjadi lebih dingin jika ketinggiannya semakin tinggi. Hal itu disebabkan karena pada umumnya dengan bertambahnya ketinggian, udara menjadi lebih tipis dan kurang mampu menyerap dan menahan panas.

Semakin dingin suhu, semakin sedikit penguapan, yang berarti semakin banyak uap air di udara. Tekanan udara menurun seiring ketinggian. Akibat tekanan udara yang berkurang, udara yang naik mengembang dan mendingin.

  1. Kondisi cuaca Berubah dengan Cepat

Pegunungan dalam segi cuaca bisa berubah drastis dari satu jam ke jam berikutnya. Misalnya, hanya dalam beberapa menit badai petir dapat datang ketika langit sangat cerah, dan hanya dalam beberapa jam suhu dapat turun dari suhu yang sangat panas ke suhu di bawah titik beku.

  1. Curah Hujan Tinggi

Pegunungan menerima curah hujan lebih banyak daripada daerah dataran rendah karena suhu di puncak gunung lebih rendah dari suhu di permukaan laut. Hal itu disebabkan karena angin membawa udara lembab ke daratan. Hal itu terjadi ketika udara mencapai gunung, udara naik karena gunung menghalangi.

Saat udara naik, itu menjadi dingin, dan karena udara dingin dapat membawa lebih sedikit kelembapan daripada udara hangat, biasanya terjadi presipitasi (hujan).

  1. Iklim yang Basah

Pegunungan cenderung memiliki iklim yang lebih basah daripada dataran datar di sekitarnya. Akan tetapi, iklim di gunung berbeda-beda bergantung pada ketinggian. Di kaki bukit (dekat dasar) mungkin terdapat iklim tropis, sedangkan puncak (puncak pegunungan) mungkin tertutup es.

Tingkat pegunungan paling atas sering kali berupa bebatuan dan salju. Tibet dan Himalaya dan pegunungan lainnya seperti Pegunungan Rocky atau Andes adalah contoh yang bagus untuk ini.

  1. Terkadang terdapat salju di puncak gunung

Hal itu disebabkan karena suhu di puncak gunung lebih rendah daripada di bagian bawah. Semakin tinggi tempat itu di atas permukaan laut semakin dingin jadinya. Beberapa gunung mencapai lebih tinggi dari awan. Di ketinggian ini, angin yang sangat dingin dan angin kencang menyebabkan badai salju.

  1. Terdapat daerah bayangan hujan

Sebagian besar kelembapan di udara turun sebagai hujan di sisi pegunungan yang berangin. Ini sering kali berarti bahwa tanah di sisi lain gunung (sisi bawah angin) mendapatkan hujan yang jauh lebih sedikit, efek yang disebut “bayangan hujan“, yang sering kali menghasilkan gurun. Semakin tinggi gunung, semakin jelas efek bayangan hujan dan semakin kecil kemungkinan hujan turun di sisi angin bawah.

  1. Pertumbuhan vegetasi di pegunungan bergantung pada curah hujan dan suhu

Vegetasi di lereng yang lebih rendah sangat bergantung pada zona iklim di mana gunung tersebut berada. Kaki bukit mungkin tertutup oleh hutan berdaun lebar. Ini berubah menjadi pohon berdaun jarum (pohon jenis konifera) seperti cemara dan pinus di lereng atas (dataran tinggi).

Saat kita mendaki gunung yang lebih tinggi, cuaca semakin dingin dan pepohonan akhirnya menipis dan menghilang. Saat cuaca menjadi terlalu dingin untuk tumbuh pohon, itu disebut jalur kayu.

Bagian tertinggi dari gunung hanya mendukung rerumputan yang jarang dan bunga alpine yang tumbuh rendah yang dapat bertahan dalam kondisi yang keras. Jika gunung cukup tinggi bahkan vegetasi ini punah dan puncaknya adalah batu gundul dan mungkin tertutup salju dan es.

  1. Kehidupan di pegunungan untuk hewan bisa sangat keras

Makanan langka dan iklim sangat dingin. Banyak hewan telah beradaptasi untuk bertahan dalam cuaca dingin yang menggigit. Akan tetapi, kehidupan hewan di pegunungan bervariasi dari benua ke benua. Hewan-hewan di pegunungan Amerika Utara (Kanada, AS) antara lain domba tanduk besar, kambing gunung, beruang coklat, beruang hitam, beruang grizzly, singa gunung dan antelop.

Kesimpulan

Dari penjelasan yang dikemukakan dapatlah dikatakan bahwa kenampakan alam daratan dan pengununan akan senantiasa terlihat atas lapisan tanah. Apa yang membedakan bentuk lahan daratan dan pengunungan tersebut hanya ketinggiannya saja yang setidakny ada 1.000 kaki yang minimumnya untuk gunung memiliki ketinggian 610 meter atau 2.000 kaki.

Itulah tadi artikel yang bisa kami kemukakan pada segenap pembaca berkaitan dengan karakteristik kenampakan alam di wilayah daratan dan pegunungan serta pemanfaatnya yang mudah dilihat dalam kehidupan sehari-hari. Semoga memberi referensi.

Gambar Gravatar
Diah Ainurrohmah Adalah Alumni Jurusan Geografi dan Saat Ini Sedang Proses Penyelesaian Program Pascasarjana Geografi di Kampus Negeri Jawa Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *