Ciri Planet Bumi dalam Tata Surya dan Penjelasannya

Diposting pada

Karakteristik Planet Bumi

Maha Besar Tuhan dengan segala kekuasanNya telah menciptakan teori pembentukan jagat raya yang luas ini. Jagat raya (universe) memiliki berbagai macam galaxy dalam ruang yang tidak terbatas. Salah satunya disebut sebagai galaxy bima sakti. Dalam galaxy bima sakti, terdapat anggota tata surya dengan bintang sebagai pusatnya. Matahari disebut sebagai salah satu bintang yang menjadi pusat suatu sistem tata surya (heliosentris).

Matahari dikelilingi oleh 8 planet yaitu planet Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. Semua planet tersebut hanya ada 1 yang dihuni oleh makhluk hidup, yaitu bumi. Alasan bumi menjadi satu-satunya planet yang dihuni makhluk hidup karena unsur oksigen dan air terkandung dalam setiap lapisan. Pengertian bumi beserta cirinya akan dibahas dalam penjelasan materi sebagai berikut.

Bumi

Pengertian bumi adalah planet dengan nomer urut 3 terdekat dari pusat tata surya yaitu matahari. Dengan jarak sekitar 150.000 km dari matahari, suhu bumi tergolong stabil sehingga layak dijadikan sebagai hunian. Dilihat dari ukurannya, bumi merupakan planet terbesar kelima dalam urutan tata surya.

Karakteristik struktur bumi yang paling khas adalah ketersediaan unsur kehidupan (manusia, hewan, dan tumbuhan). Berikut ciri planet bumi secara lengkap.

Ciri Planet Bumi

Setiap planet memiliki ciri khas yang digunakan untuk membedakan satu sama lain. Kesamaan ciri pada setiap objek dapat mempersulit identifikasi. Jika seorang pengamat sedang berada di bulan dan menyaksikan planet bumi, gambaran yang didapatkan adalah bola raksasa dengan warna biru campur hijau. Warna dapat dijadikan sebagai penanda atau karakteristik suatu planet. Ciri planet bumi yang lain dapat disimak pada uraian materi sebagai berikut.

Unsur Kehidupan

Permukaan bumi merupakan satu-satunya planet dalam susunan tata surya yang mengandung unsur kehidupan di dalamnya. Unsur kehidupan tersebut disebabkan adanya ketersediaan oksigen dan air pada setiap lapisan planet bumi. Oksigen diperoleh dari tumbuhan yang melakukan proses fotosintesis. Tumbuhan hidup ditopang oleh tanah yang menyediakan daerah resapan air, untuk digunakan sebagai makanan bagi tanaman.

Selanjutnya dengan bantuan radiasi sinar matahari, tumbuhan menyerap karbondioksida yang terbang bebas di udara. Dari proses tersebut oksigen dapat terbentuk sehingga manusia tidak perlu repot untuk memproduksi oksigen masal. Sedangkan air sudah disediakan oleh bumi secara alamiah sejak zaman pra-sejarah. Konon, air terbentuk dari es yang mencair pada zaman glasial.

Sebagian para ahli tidak menyetujui pendapat tersebut. Hal ini dikarenakan sebelum zaman glasial sudah terdapat makhluk hidup sel satu (mikroorganisme) yang dipastikan membutuhkan air untuk bertahan hidup. Argumen paling masuk akal akhirnya disetujui oleh para ahli yaitu kandungan air di permukaan bumi tersedia secara alamiah dari proses pembentukan planet bumi.

Lapisan Ozon

Lapisan ozon terdapat di atmosfer bumi. yang berguna untuk menahan serangan asteroid. Pergerakan bumi mengitari matahari (revolusi bumi) memiliki sumbu sendiri. Begitu pula dengan asteroid, letaknya yang berada diantara planet Mars dan Jupiter memiliki orbit tersendiri dalam kebutuhan mengitari matahari. Jumlah asteroid yang sangat banyak memungkinkan keluar dari orbitnya sehingga terjadinya tabrakan dengan planet lain.

Planet bumi memiliki gaya gravitasi yang memungkinkan seluruh objek ditarik ke permukaan. Asteroid yang menabrak bumi tentunya mengalami gaya tarik tersebut, sehingga jatuh dalam kecepatan penuh dan mengancam keselamatan makhluk hidup. Disinilah tugas dari lapisan ozon yaitu sebagai zat pembakar benda asing termasuk asteroid yang memasuki wilayah permukaan planet bumi.

Isu global warming (pemanasan global) menyebabkan suhu di permukaan bumi menjadi naik drastis. Selain membawa dampak pencairan es di kutub, global warming juga menyebabkan kebocoran pada lapisan ozon. Bayangkan apabila lapisan ozon rusak, maka kemampuan membakar benda asing menjadi menipis. Akhirnya keselamatan makhluk hidup di bumi terancam akibat adanya serangan benda asing dari luar angkasa.

Mempunyai Satelit Alami yaitu Bulan

Bumi memiliki satelit alami yaitu bulan. Satelit adalah benda langit yang selalu mengikuti induknya (planet). Bulan memiliki peranan vital bagi bumi. Salah satunya untuk menerangi wilayah bumi malam (yang tidak terkena cahaya matahari). Bulan tidak memiliki cahaya sendiri. Hal ini dikarenakan definisi benda langit yang dapat memancarkan cahaya sendiri disebut bintang.

Arti cahaya yang dihasilkan oleh bulan diperoleh dengan cara memantulkan sinar matahari. Bulan selalu mengelilingi bumi, hal ini dibuktikan dengan kenampakan bulan pada malam hari yang terkadang purnama, sabit, separuh, bahkan purnama. Gaya gravitasi juga dimiliki oleh bulan. Dampak gaya gravitasi bulan bagi planet bumi adalah terjadinya fenomena pasang surut air laut.

Lempeng Tektonik

Lempeng tektonik merupakan lapisan selimut bumi yang selalu melakukan mobilitas sesuai dengan jalur pergerakannya. Kecepatan pergerakan lempeng tektonik sangat lambat, yaitu hanya sekitar 16 mm per tahun. Pergerakan lempeng tektonik dibuktikan dengan terpisahnya Pangea (sebuah benua besar) menjadi 6 benua seperti yang sudah dikenal selama ini yaitu Asia, Afrika, Amerika, Eropa, Australia, dan Antartika.

Suhu yang Stabil

Suhu planet bumi beragam, tergantung kondisi iklim dan cuaca. Namun perlu disyukuri bahwa sedingin dan sepanas apapun suhu bumi, masih dalam kategori stabil dan layak huni. Mengapa demikian? Karena jarak antara bumi dan matahari sekitar 150.000 km tersebut menyebabkan suhu yang tidak terlalu ekstrim. Bayangkan betapa panasnya Planet Merkurius yang paling dekat dengan matahari.

Bencana Alam

Ciri khas planet bumi yang keenam adalah seringnya terjadi bencana alam. Bencana alam dapat disebabkan secara alami maupun ulah manusia.

Bencana alam secara alami antara lain gunung meletus, tsunami, gempa bumi, angin topan, dan lain sebagainya. Sedangkan bencana alam yang disebabkan oleh manusia antara lain banjir, tanah longsor, kebakaran hutan, dan lain sebagainya.

Kenampakan Alam

Permukaan bumi menyediakan keindahan kenampakan alam yang dapat memanjakan mata manusia. Kenampakan tersebut dapat berupa arti pegunungan, bukit, lereng, lembah, dan lain-lain. Kenampakan alam dalam istilah ilmu geografi disebut sebagai topografi.

Terbentuknya topografi disebabkan karena kondisi patahan dan lipatan yang terjadi pada lempeng tektonik tepatnya di selimut bumi.

Kerusakan Lingkungan

Kerusakan lingkungan sering terjadi akibat ulah manusia. Alam memegang peranan yang kecil dalam terjadinya kerusakan lingkungan.

Sebagai contoh Planet Mars tidak terdapat unsur makhluk hidup, alam disana tidak pernah rusak meskipun terdapat gunungapi yang melakukan aktivitas vulkanisme. Sebagai manusia yang memiliki budi pekerti luhur sudah sepatutnya menjaga kelestarian lingkungan guna menyambut generasi yang akan datang.

Terjadi Siklus Hidrologi

Meskipun terdapat kurang lebih 7 milyar manusia yang mendiami bumi, jumlah air tidak akan berkurang meskipun dikonsumsi setiap harinya.

Stabilnya jumlah debit air di permukaan bumi disebabkan karena siklus hidrologi. Siklus hidrologi dimulai dari evaporasi (penguapan), dilanjutkan dengan kondensasi (pendinginan), lalu presipitasi (turunnya hujan), kemudian ditutup dengan infiltrasi (penyerapan).

Ditemukan Ragam Lithosfer

Litosfer adalah ilmu yang mempelajari tentang batuan. Di planet bumi, banyak ditemukan beragam jenis batuan. Batuan tersebut memiliki berbagai fungsi yang dapat menunjang kebutuhan manusia. Dari berbagai macam jenis batuan, yang paling banyak diminati manusia adalah batuan metamorf (sedimen).

Hal ini dikarenakan dalam berbagai contoh batuan metamorf (sedimen) terdapat jenis batuan marmer yang dimanfaatkan sebagai hiasan bangunan.

Pusat Pembelajaran Ilmu Jagat Raya

Karena manusia hanya terdapat di planet bumi, maka sudah sepatutnya predikat pusat pembelajaran ilmu jagat raya dipegang oleh planet bumi. Meskipun sejauh ini beredar isu adanya alien sebagai makhluk planet lain, namun belum pernah ditemukan bukti nyata yang membuktikan keberadaan alien.

Nah, uraian diatas merupakan penjelasan yang mengulas beragam ciri-ciri planet bumi dalam sistem tata surya. Semoga artikel diatas dapat membantu pembaca dalam hal menambah ilmu pengetahuan dan wawasan. Sekian dan terima kasih !

Berikan Ranting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *