Tujuan Reboisasi Secara Umum dan Contohnya

Diposting pada

Tujuan Reboisasi dan Penghijauan

Semakin bertambahnya jumlah persebaran penduduk Indonesia yang ada mengakibatkan keperluan penambahan kawasan permukiman. Melihat peluang tersebut banyak pihak yang menginginkan pembangunan lingkungan permukiman sebagai ladang bisnis investasi properti. Lama kelamaan lahan menjadi sempit karena selalu dibangun permukiman. Akhirnya lari ke hutan dengan cara menebang habis pohon karena ingin dibuat kawasan permukiman.

Penggundulan hutan tersebut dilakukan dengan cara membabat habis pohon-pohon yang tersedia. Akibatnya penyerapan air tanah oleh pohon tidak dapat dilakukan. Tanah menjadi semakin banyak menyerap air sehingga massa lapisan tanah akan bertambah. Tanah memiliki sifat alami bergerak, pergerakan massa tanah dapat bertambah seiring penambahan intensitas air tanah. Tanah yang bergerak tersebut dinamakan sebagai tanah longsor.

Tanah longsor dalam skala kecil disebut sebagai definisi erosi, jika jumlahnya besar maka disebut sebagai bencana alam. Bencana alam tanah longsor dapat dicegah melalui cara reboisasi. Secara umum definisi reboisasi adalah penanaman hutan yang gundul. Pada artikel kali ini kita akan membahas tujuan reboisasi secara umum untuk dilakukan.

Reboisasi

Reboisasi adalah kegiatan dalam definisi penghijauan kembali lahan yang telah mengalami penebangan secara liar. Penghijauan tersebut dilakukan dengan menanam tanaman yang berpotensi menjadi pohon besar sebagai paru-paru dunia.

Pohon memiliki sifat utama melakukan proses fotosintesis, yaitu menyerap sebagian air tanah dan karbondioksida kemudian dengan bantuan sinar matahari menghasilkan oksigen sebagai udara yang dibutuhkan manusia dan binatang.

Tujuan Reboisasi

Tujuan reboisasi secara umum adalah menghindari terjadinya bencana alam tanah longsor dan menyejukkan udara agar tidak terjadi semakin banyaknya dampak pemanasan global (global warming). Sejatinya reboisasi merupakan suatu upaya agar masyarakat menyadari pentingnya fungsi hutan sebagai pencegah segala macam fenomena alam. Dalam upayanya, kegiatan reboisasi mengandung tujuan sebagai berikut.

Mencegah Tanah Longsor

Pengertian tanah longsor adalah peristiwa tanah yang bergerak turun secara vertikal karena kandungan massa air tanah menjadi semakin berat. Tumbuhan memiliki sifat alami menyerap air yang ada di dalam tanah melalui akar. Sinar matahari tidak dapat mengevaporasi air yang terdapat di dalam tanah. Maka, tumbuhan merupakan satu-satunya media yang digunakan sebagai penyerap air di dalam tanah.

Air yang diserap dalam tanah digunakan tumbuhan sebagai proses fotosintesis dan sumber mineral. Dengan fenomena penyerapan air tersebut, intensitas air tanah setiap harinya akan stabil meski tanah setiap hari melakukan infiltrasi.

Menghambat Erosi Tanah

Erosi tanah merupakan kejadian alami dimana tanah mengalami pergerakan yang disebabkan karena komponen abiotik seperti air dan angin. Keadaan tanah akan menimbulkan bekas tatkala erosi. Erosi yang besar dapat mengakibatkan tanah longsor. Maka dari itu perlu dilakukan reboisasi dengan tujuan menyetabilkan proses erosi tanah.

Proses geologis ini sebagai gambaran dari memisahnya partikel tanah karena tarikan gaya gravitasi bumi. Klasifikasi erosi tanah dibedakan menjadi erosi percik, lembar, alur, parit, dan tebing sungai. Erosi percik bermula saat presipitasi air hujan menghujam ke arah tanah. Erosi lembar terjadi pada saat hujan deras, sehingga mengakibatkan lahan menjadi basah dan terbawa air.

Erosi alur terjadi di sela-sela jalan setapak tengah hutan. Erosi alur terjadi di bantaran dalam macam pola aliran sungai tepatnya di bagian lereng sungai. Dan yang terkahir adalah erosi tebing sungai yang terjadi karena kurangnya kandungan tanaman di sekitar daerah sungai. Dari situ kita dapat menarik kesimpulkan bahwa penanaman melalui media reboisasi dapat menghambat laju erosi tanah.

Memperkuat Bendungan Tanah

Bendungan tanah alami yang terdapat di hutan adalah barisan batuan. Barisan dalam jenis batuan beku tersebut dapat diperkuat dengan cara membangun pagar tembok di lereng lembah. Dengan terbentuknya kegiatan reboisasi maka bendungan tersebut tidak terpakai dalam mencegah tanah longsor karena sudah diwakili oleh pohon-pohon penyerap air.

Menambah Nilai Estetika Hutan

Hutan adalah lahan yang dipenuhi oleh tumbuhan liar serta pepohonan besar. Pohon tersebut merupakan paru-paru dunia yang menyuplai oksigen di udara. apa jadinya jika kawasan lahan tidak terdapat pohon? Maka tidak dapat disebut sebagai hutan melainkan hanya lahan kosong dalam ukuran sangat luas.

Perlu dilakukan kegiatan reboisasi untuk menambah nilai estetika hutan dan menunjukkan kembali identitas beragam manfaat hutan bagi manusia di kehidupan.

Menyegarkan Udara

Hutan merupakan penyedia udara paling besar di struktur bumi. Selain itu hutan juga berfungsi sebagai penyerap kandungan karbondioksida. Kadar oksigen yang lebih banyak dari karbondioksida membawa dampak udara terasa lebih segar.

Hal ini dapat dibuktikan dari daerah perkotaan yang jauh dari hutan pasti memiliki kualitas udara yang tidak sesegar kawasan pedesaan.

Menangkal Zat Radikal Bebas

Pabrik dalam pengertian industri, knalpot kendaraan bermotor, asap rokok, dan berbagai polusi udara lainnya penyebab pencemaran udara mengandung racun berbahaya bagi tubuh. Racun tersebut dinamakan sebagai zat radikal bebas. Tujuan reboisasi dalam hal ini adalah menyerap zat radikal bebas yang berterbangan di udara untuk dirubah menjadi oksigen.

Mencegah Kebocoran pada Lapisan Ozon

Kebocoran ozon di lapisan atmosfer bumi disebabkan karena pencemaran udara. Fungsi utama lapisan ozon adalah membakar asteroid yang menabrak bumi agar tidak jatuh sampai ke dasar bumi. Jika lapisan ozon bocor, maka kejadian yang ditakutkan adalah asteroid tidak terbakar sempurna pada lapisan atmosfer dan mengancam kehidupan di permukaan bumi. asteroid yang menghantam bumi dan lolos dari lapisan ozon dinamakan meteor.

Pada zaman dahulu kala tepatnya di masa pra sejarah, dinosaurus mengalami kepunahan hujan meteor. Kala itu lapisan ozon belum terbentuk secara sempurna. Ditakutkan apabila lapisan ozon rusak maka serangan asteroid mengancam kehidupan bumi.

Sebagai Sarana Rekreasi

Reboisasi mampu dijadikan sebagai wahana rekreasi. Kepenatan aktivitas sehari-hari menyebabkan pekerja perlu untuk menyegarkan diri dengan pergi mengunjungi tempat-tempat yang indah. Hutan yang memiliki banyak pepohonan mampu dijadikan sebagai sarana rekreasi. Maka dari itu diperlukan kegiatan reboisasi pada hutan yang gundul supaya dapat dijadikan sarana rekreasi.

Sebagai Tempat Penelitian

Penelitian dapat dilakukan dimana saja termasuk hutan. Hutan yang telah mengalami penebangan secara liar perlu dilakukan reboisasi supaya hijau kembali. Menanam hutan agar hijau kembali tidak dapat dilakukan dengan asalh tanam.

Perlu penelitian mengenai jenis tumbuhan langka ataupun tidak yang cocok ditanam pada lahan tersebut. Agar nantinya hutan dapat tertanam dengan maksimal.

Untuk Melestarikan Kawasan Konservasi

Kawasan konservasi merupakan suatu upaya untuk melestarikan bermacam-macam flora dan definisi fauna dari ancaman kepunahan. Pembentukan kawasan konservasi memerlukan kondisi alam yang sesuai dengan aslinya. Keaslian kawasan yang termasuk dalam indikator lestari dicirikan dengan memiliki banyak jenis pepohonan. Maka dari itu reboisasi dapat digunakan sebagai tujuan melestarikan kawasan dalam jenis konservasi.

Nah, penjelasan diatas merupakan pembahasan yang mengkaji pengertian reboisasi dan tujuan reboisasi secara umum. Semoga artikel ini bermanfaat bagi pembaca dalam hal menambah ilmu pengetahuan dan sebagai acuan untuk melakukan kegiatan reboisasi. Semangat dan terima kasih !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *