Prinsip Geografi dan Contohnya (Deskripsi, Interelasi, Distribusi, Korologi)

Diposting pada

Contoh Prinsip Geografi

Ilmu yang mempelajari tentang kebumian dari permukaan, unsur, replika, dan sejenisnya disebut dengan geografi. Pembelajaran geografi sudah dimulai sejak dini pada waktu jenjang sekolah dasar. Pada saat jenjang sekolah dasar ilmu geografi termasuk dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Untuk tingkatan sekolah menengah pertama juga demikian sampai pada jenjang sekolah menengah atas.

Barulah pada saat memasuki jenjang perguruan tinggi ilmu geografi ada yang termasuk dalam lingkup ilmu pengetahuan sosial dan ilmu pengetahuan alam. Pembagian klasifikasi ilmu pada hakikat geografi tersebut didasarkan pada terbelahnya secara umum geografi itu sendiri menjadi pembelajaran fisik dan sosial. Dalam penerapannya, ilmu geografi menggunakan sudut pandang spasial yang berisi prinsip geografi sebagai berikut.

Prinsip Geografi

Prinsip geografi adalah pembelajaran tentang fisik bumi dan manusia yang terdapat ruang lingkup meliputi deskripsi atau gambaran, interelasi atau keterkaitan, distribusi atau persebaran, dan korologi atau penggabungan. Dua aspek yang menjadi dasar dalam keilmuan geografi yaitu aspek fisik (abiotik, biotik, dan topografi) serta aspek sosial (manusia, ekonomi, dan kebudayaan) menjadi tolak ukur perkembangan pembelajaran geografi.

Jenis Prinsip Geografi dan Contohnya

Adapun dalam objek studi geografi, prinsip-prinsip ini secara umum terbagi atas deskripsi, interelasi, distribusi, dan korologi. Yang kesemuanya menjadi modal awal dalam menjelaskan beragam fenomena alam atau sosial yang ada di permukaan bumi. Penjelasan atas pengertian prinsip geografi dan contohnya antara lain adalah sebagai berikut;

Deskripsi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) deskripsi berarti gambaran suatu objek nyata maupun maya dengan penjelasan secara detail agar dapat dipahami oleh khalayak umum. Untuk kegunaannya dalam keilmuan geografi, prinsip deskripsi berfungsi untuk mengakses inti penjelasan secara spesifik mengenai suatu gejala geografi yang terdapat di permukaan bumi.

Dalam melakukan suatu penelitian, maka prinsip deskripsi ini paling banyak dipakai baik itu penelitian kualitatif, penelitian kuantitatif, maupun penelitian campuran. Penyajian deskripsi tidak hanya menggunakan kalimat tulisan secara rinci, namun juga bisa disajikan dalam bentuk peta, gambar, grafik, diagram, dan lain sejenisnya.

Contoh prinsip geografi antara lain adalah tabel pengelompokan usia pekerja industri pembuatan karet di Kabupaten Karanganyar tahun 2018 menurut psikologi perkembangan, grafik pengelompokan jenis kelamin peserta didik di SMA Batik 1 Surakarta tahun 2018, peta persebaran harga tanah di Kecamatan Jebres Kota Surakarta tahun 2018, gambar penggunaan citra foto dan non foto pada pembelajaran gografi SMA, dan lain-lain.

Interelasi

Prinsip geografi yang kedua yaitu prinsip interelasi. Prinsip interelasi ini mengandung arti bahwa pembelajaran geografi menganalisis hubungan keterkaitan pada fenomena-fenomena yang terdapat di permukaan bumi. Prinsip interelasi memiliki tujuan untuk penguraian hubungan fenomena alam dengan fenomena sosial dengan landasan kebumian.

Dasar dari prinsip interelasi sebagaimana dalam kegunaannya dalam geografi diambil dari keterkaitan sebab akibat, jika maka, dari menuju, dan lain sebagainya. Terjadinya prinsip interelasi ini merupakan sudut pandang dari alam kepada manusia maupun sebaliknya yaitu manusia kepada alam.

Contoh dari prinsip geografi kedua yaitu prinsip interelasi adalah banjir yang terjadi di Kecamatan Pasar Kliwon Kota Surakarta tahun 2017 disebabkan karena meluapnya air sungai yang tidak mengalir dengan lancar akibat banyaknya sampah, tanah longsor di Kecamatan Maospati Kabupaten Magetan tahun 2019 terjadi karena penebangan hutan secara liar tanpa diimbangi dengan reboisasi secara langsung, dan lain sebagainya.

Distribusi

Prinsip geografi yang ketiga yaitu prinsip distribusi. Prinsip distribusi dalam keilmuan geografi artinya adalah persebaran secara merata maupun tidak merata pada suatu objek atau fenomena yang terjadi di permukaan bumi. Objek atau fenomena distribusi dapat berupa landscape, landuse, landform, antroposfer, flora, fauna, dan lain-lain.

Kegunaan prinspi distribusi dalam keilmuan geografi ini berfungsi untuk mengetahui persebaran objek yang nantinya digunakan untuk menelaah kemajuan suatu fenomena. Selain itu prinsip distribusi dapat dipercaya meramalkan kejadian yang akan datang dalam spasial temporal 5 hingga 10 tahun ke depan.

Contoh dari prinsip distribusi adalah persebaran dataran tinggi di Pulau Jawa, persebaran kegunaan lahan di Kecamatan Jebres Kota Surakarta tahun 2018, persebaran flora dan fauna pada bioma sabana di Afrika Tengah tahun 2018, persebaran penggunaan lahan di Kecamatan Slogohimo Kabupaten Wonogiri tahun 2018, dan lain sebagainya.

Korologi

Prinsip geografi yang terakhir adalah prinsip korologi. Prinsip korologi merupakan gabungan dari prinsip-prinsip geografi yang lain. Perpaduan prinsip deskripsi, prinsip interelasi, dan prinsip distribusi bergabung menjadi satu membentuk prinsip korologi. Secara harfiah prinsip korologi mengandung arti analisis fenomena yang dilihat dari penjelasan, keterkaitan, dan sebaran objek di permukaan bumi.

Tujuan dari terbentuknya prinsip korologi adalah untuk menganalisis temuan-temuan fenomena sosial dan fisik di permukaan bumi yang telah diketahui deskripsi, interelasi, dan distribusinya. Para ilmuan geografi sepakat bahwa prinsip korologi merupakan prinsip geografi yang modern.

Contoh prinsip korologi adalah proses terjadinya hujan yang terjadi di Indonesia bagian barat (Sumatera, Jawa, dan Kalimantan Barat) pertama-tama harus dijelaskan kronologi terjadinya, lalu di identifikasi terjadinya, kemudian dipetakan persebarannya, untuk kemudian diambil kesimpulan melalui prinsip korologi. Biasanya prinsip korologi dalam geografi ini digunakan dalam penelitian geografi dengan metode kualitatif, sehingga tidak membutuhkan hipotesis.

Nah, penjelasan diatas merupakan uraian materi yang membahas tentang 4 prinsip geografi dan contohnya. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi para pembaca yang ingin menambah ilmu pengetahuan dalam bidang geografi. Terima kasih !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *