Contoh Kajian Geografi Sosial Secara Umum dan Penjelasannya

Diposting pada

Kajian Geografi Sosial

Melakukan tindakan sosialisasi merupakan kebutuhan manusia. Pada dasarnya, manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup tanpa bantuan manusia lain. Maksutnya begini, manusia tidak mungkin memenuhi kebutuhan primer seperti makanan, pakaian, dan rumah dengan sendirinya. Manusia harus bekerja untuk agar memiliki uang. Uang tersebut nantinya dijadikan sarana alat tukar untuk memnuhi kebutuhan hidup.

Bayangkan apabila tidak adanya sikap yang mencerminkan fenomena sosial di masyarakat. Semua keperluan dicukup sendiri. Yang terjadi adalah manusia hanya dapat memenuhi kebutuhan primer saja. Padahal secara umum kebutuhan manusia terbagi menjadi 2 yaitu primer, sekunder, dan tersier. Primer yaitu kebutuhan pokok, sekunder adalah penunjang kebutuhan primer, lalu tersier merupakan kebutuhan tambahan.

Hidup manusia yang melakukan kegiatan bersosial di masyarakat dijelaskan dalam kajian geografi sosial. Makna keruangan dalam kajian geografi sosial berfokus pada manusia. Subjek utama dalam kajian ini hanya manusia yang hidup sebagai penduduk. Ada manusia yang tidak hidup berpenduduk melainkan menyendiri di tengah hutan. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan geografi sosial? Apa sajakah contoh kajiannya? Berikut penjelasannya.

Geografi Sosial

Geografi sosial adalah salah satu cabang ilmu geografi yang mempelajari tentang interaksi manusia dengan lingkungan. Dalam kajian tersebut, manusia sebagai subjek dan peran lingkungan mewakili objek. Sudut pandang pendekatan spasial (spatial approach) berguna untuk memetakan persebaran manusia.

Contoh nyata dalam kajian ini misalnya saja terlihat pada peta persebaran penduduk di Indonesia pada saat ini yang sudah banyak beredar dari Pulau Sumatra sampai Pulau Papua.

Contoh Kajian Geografi Sosial

Mengkaji geografi sosial perlu dilakukan secara mendalam. Hal ini dikarenakan subjek yang dikaji yaitu manusia memiliki sifat kompleks. Perumpamaan bisa diambil dari sifat masyarakat desa dan kota. Patembayan mewakili sifat masyarakat kota, sedangkan paguyuban milik masyarakat desa. Keduanya memiliki unsur yang mendorong timbulnya sifat tersebut. Berikut merupakan beberapa contoh kajian geografi sosial yang terjadi di masyarakat.

Geografi Ekonomi

Geografi ekonomi adalah salah satu cabang ilmu geografi yang membahas tentang keuangan (financial) dalam sudut pandang pendekatan keruangan (spatial approach). Ilmu ini biasa digunakan masyarakat untuk menentukan status sosial seseorang. Hal ini disebabkan karena menilai status sosial dilihat dari perekonomiannya. Mengkaji geografi ekonomi perlu menguasai ilmu sosial dan eksakta.

Sosiologi

Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang interaksi antar manusia. Interaksi manusia terbagi 3 yaitu individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok. Interaksi manusia yang terjadi antara individu dengan individu contohnya obrolan antara pedagang dengan pembeli. Contoh interaksi manusia individu dengan kelompok antara lain presiden sedang memberikan pidato.

Lalu yang terakhir adalah contoh interaksi manusia kelompok dengan kelompok. Contohnya adalah saling saut-menyaut antar 2 suporter pertandingan sepak bola yang sedang berlaga. Syarat terjadinya interaksi manusia kelompok dengan kelompok adalah terdapatnya lebih dari 2 orang dalam satu kelompok yang melakukan interaksi. Banyak hal lain yang dipelajari dalam sosiologi terkait pembahasan ilmu sosial.

Dalam ilmu sosiologi dikenal sebutan mobilitas sosial. Mobilitas sosial adalah pergantian status sosial yang dialami seseorang. Misalnya Mas Darso adalah seorang warga Kampung Durian. Dirinya dikenal sebagai seorang mahasiswa. Saat dirinya lulus, Mas Darso seketika itu diterima kerja sebagai seorang guru di SD Durian 01. Secara tidak langsung, mobilitas sosial naik dialami oleh Mas Darso yaitu dari seorang mahasiswa menjadi guru SD.

Antropologi

Antropologi adalah ilmu yang membahas mengenai perilaku manusia. Manusia sangat kompleks dipelajari hingga ada cabang ilmu khusus yang mempelajari perilakunya. Pernahkah kamu mendengar istilah labeling? Labeling adalah pemberian julukan atau sebutan kepada seseorang yang melakukan aktivitas monoton. Misalnya Bu Sadikem sehari-hari berkerja menjadi penjual jamu.

Maka masyarakat akan memberikan labeling kepada Bu Sadikem sebagai “Mbak Jamu”. Jika suatu hari nanti dirinya sudah tidak lagi berjualan jamu, maka julukan tersebut akan terus melakat. Sebab masyarakat sudah memberikan labeling tersebut. Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa baik-baiklah dalam bermasyarakat agar mendapatkan labeling yang baik dan selalu dikenang.

Demografi

Demografi adalah salah satu cabang ilmu geografi yang membahas mengenai seluk beluk pendudiuk. Yang dipelajari dalam demografi salah satunya sensus penduduk. Menghitung jumlah penduduk di Indonesia merupakan bagian dari kajian demografi.

Demografi memiliki beberapa karakteristik seperti jenis kelamin, usia, pekerjaan, jumlah anggota keluarga, dan lain sebagainya. Demografi adalah lanjutan dari antroposfer.

Geografi Desa

Fokus geografi desa adalah kajian mengenai pedesaan. Desa adalah wilayah yang secara fisik masih banyak penduduknya bekerja pada bidang agraris.

Kajian geografi desa secara umum terbagi 3 yaitu mengelompokkan antara desa swadaya, desa swakarya, dan desa swasembada. Utamanya, dalam mempelajari geografi desa ujung-ujungnya akan bertemu kajian urbanisasi. Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota.

Geografi Budaya

Memetakan adat-istiadat yang dimiliki oleh masyarakat Negara Kesatuan Republik Indonesia memerlukan salah satu ilmu khusus. Ilmu yang tepat adalah geografi budaya. Mempelajari ilmu ini dipercaya dapat menimbulkan sikap integrasi nasional dalam diri masyarakat.

Geografi budaya umumnya dipakai oleh sastrawan untuk mengkaji ilmu tertentu, seperti faktor penyebab munculnya bahasa dialek suatu daerah.

Geografi Kota dan Heritage

Geografi kota dan heritage adalah salah satu cabang ilmu geografi yang mengkaji perkotaan beserta karakteristiknya. Kota mengandung arti suatu wilayah yang sudah modern serta banyak ditemukan kawasan industri.

Sedangkan heritage mengandung arti ciri khas yang dimiliki suatu wilayah namun tidak ditemukan pada daerah lain. Geografi kota dan heritage merupakan dasar ilmu planologi.

Geografi Pembangunan

Geografi pembangunan adalah kajian ilmu yang mempelajari mengenai persebaran infrastruktur suatu wilayah. Kemajuan daerah bisa dikenali dengan pesatnya pembangunan yang dilakukan. Yang berperan besar dalam kegiatan ini adalah anggaran daerah.

Tanpa tersedianya anggaran maka pembangunan mustahil dapat dilakukan. Maka dari itu geografi pembangunan berkaitan dengan geografi ekonomi.

Geografi Penduduk

Geografi penduduk adalah gabungan ilmu dari antropologi, demografi, dan sosiologi. Fokus ilmu ini mengakji tentang persebaran penduduk.

Persebaran penduduk dilakukan melalui sensus penduduk. Pada dasarnya metode pengambilan data sensus penduduk terbagi menjadi 2 yaitu canvasser (kuesioner) dan householder (datang ke rumah). Sedangkan jenis sensus penduduk terbagi 2 yaitu de jure dan de facto.

Geografi Industri

Indonesia sebagai ciri negara berkembang yang masih menggalakkan sektor agraris ketimbang mengembangkan berbagai jenis industri. Padahal untuk menjadi bagian daripada definisi negara maju indikatornya adalah banyaknya jumlah perindustrian.

Kajian mengenai perindustrian yang dibahas dalam pendekatan keruangan disebut geografi industri. Industri secara langsung membantu masalah pemerintah terkait pengurangan jumlah pengangguran di Indonesia.

Nah, uraian materi di atas adalah penjelasan yang membahas tentang berbagai contoh-contoh kajian geografi sosial. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi pembaca dalam hal menambah ilmu pengetahuan. Sekian dan terima kasih!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *