Contoh Ekosistem Sawah Biotik dan Abiotik

Diposting pada

Contoh Ekosistem Sawah Biotik dan Abiotik

Sawah adalah ekosistem kecil. Ekosistem adalah komunitas yang terdiri dari unsur-unsur dalam arti biotik dan makna abiotik. Serangga, burung, dan makhluk hidup lainnya semuanya bergantung pada komunitas ini untuk bertahan hidup. Setiap bagian dari ekosistem memiliki peran masing-masing. Bahkan udara yang mengacak-acak rumput di sawah itu juga penting. Bahkan komunitas mikroba di ekosistem sawah, yang terdiri dari virus, bakteri, archaea, jamur dan protista, juga memiliki dampak bagi ekosistem sawah.

Misalnya, pasokan substrat metanogenik oleh bakteri anaerob simbiotik diperlukan untuk menghasilkan gas metana, salah satu gas rumah kaca, oleh metanogenik archaea. Metana dioksidasi oleh metanotrof di tanah aerob yang teroksidasi. Dinamika komunitas metanogenik archaneal dan methanotorph dikendalikan oleh virus dan protista.

Ekosistem Sawah

Sawah adalah sebidang tanah subur yang digunakan untuk menanam tanaman semi-statis, terutama padi dan talas. Itu berasal dari budaya pertanian padi Neolitik di lembah Sungai Yangtze di Cina selatan, yang terkait dengan budaya pra-Austronesia dan Hmong-Mien.

Itu menyebar di zaman prasejarah oleh ekspansi Austronesia ke Pulau Asia Tenggara, Madagaskar, Melanesia, Mikronesia, dan Polinesia. Teknologi ini juga diperoleh oleh budaya lain di Asia daratan untuk pertanian padi, menyebar ke Asia Timur, Asia Tenggara Daratan, dan Asia Selatan.

Pertanian sawah tetap merupakan bentuk dominan dari menanam padi di zaman modern. Ini dipraktikkan secara luas di Bangladesh, Kamboja, Cina, India, Indonesia, Iran, Jepang, Laos, Malaysia, Myanmar, Nepal, Korea Utara, Pakistan, Filipina, Korea Selatan, Sri Lanka, Thailand, Taiwan, dan Vietnam.

Ini juga telah diperkenalkan di tempat lain sejak era kolonial, terutama di Italia Utara, Camargue di Perancis, dan di Spanyol, khususnya di lahan basah Albufera de València di Komunitas Valencia, Delta Ebro di Catalonia dan lahan basah Guadalquivir di Andalusia, serta di sepanjang pantai timur Brasil, Lembah Artibonite di Haiti, dan Lembah Sacramento di California, di antara tempat-tempat lain.

Sawah merupakan sumber utama metana atmosfer dan diperkirakan berkontribusi dalam kisaran 50 hingga 100 juta ton gas per tahun. Penelitian telah menunjukkan bahwa ini dapat dikurangi secara signifikan sambil juga meningkatkan hasil panen dengan mengeringkan sawah agar tanah dapat diangin-anginkan untuk mengganggu produksi metana.

Pengertian Ekosistem Sawah

Sawah telah berfungsi sebagai pembibitan keanekaragaman hayati dan budaya. Selain itu, sawah telah menyediakan banyak fungsi seperti pengendalian banjir, pengisian ulang air tanah, mencegah hilangnya tanah, dan pemurnian air (Kim, Lee, dan Jang, 20110)

Ekosistem sawah terdiri dari air permukaan, lapisan tanah yang dibajak, dan lapisan tanah bagian bawah (subsoil). Lapisan tanah yang dibajak dibagi menjadi dua lapisan; lapisan tanah teroksidasi tipis dan lapisan tanah tereduksi. Lapisan-lapisan tanah ini dihubungkan oleh air yang meresap.

Selain itu, akar padi dikembangkan dan residu tanaman seperti jerami padi dan tunggul setelah panen padi dimasukkan ke dalam lapisan tanah yang dibajak. Mikrosit ini adalah habitat yang berbeda untuk mikroorganisme, dan komunitas mikroba yang unik mendiami tergantung pada mikrosit.

Contoh Ekosistem Sawah Biotik dan Abiotaik

Komponen ekosistem sawab bisa dibedakan menjadi dua, yaitu komponen dalam contoh lingkungan biotik dan abiotik. Berikut ini penjelasannya;

Komponen Biotik

Komponen biotik adalah komponen ekosistem yang berupa makhluk hidup. Contoh komponen biotik dalam ciri ekosistem sawah, antara lain:

  1. Produsen

Produsen ialah organisme yang dapat menghasilkan atau membuat makanannya sendiri. Produsen dalam suatu ekosistem yaitu tumbuhan, yang mampu melakukan fotosisntesis. Pada ekosistem sawah, tumbuhan yang berperan sebagai produsen bisa dibedakan menjadi dua, yaitu:

  • Tumbuhan primer

Tumbuhan primer ialah tumbuhan yang memang sengaja di tanam untuk agar berbuah dan hasilnya bisa di ambil. Beberapa jenis tumbuhan primer misalnya padi, kedelai, jagung, kacang cabai dan lainnya.

  • Tumbuhan sekunder

Tumbuhan sekunder ialah jenis tumbuhan yang akan menempel pada tumbuhan primer. Tumbuhan sekunder biasanya dikenal dengan tumbuhan liar. Beberapa jenis tumbuhan sekunder misalnya rumput dan semak – semak.

  1. Konsumen

Konsumen ialah organisme yang membutuhkan produsen sebagai sumber makanannya karena tidak dapat membuat makanannya sendiri. Dalam ekosistem sawah, konsumen bisa dibedakan menjadi dua, yaitu:

  • Herbivora (konsumen primer)

Herbovora merupakan hewan pemakan tumbuhan dan pemakan biji-bijian atau dalam rantai makanan biasanya dinamakan konsumen primer. Contoh herbivora misalnya tikus, serangga, burung pipit, dan lainnya.

  • Karnivora (konsumen sekunder)

Karnivora merupakan hewan pemakan danging atau dalam rantai makanan biasanya dinamakan konsumen sekunder. Contoh karnivora misalnya katak, elang, ular dan lainnya.

  1. Pengurai

Penguraian ialah organisme yang berperan dalam menguraikan berbagai macam sisa organisme hidup yang telah mati menjadi zat organik.

Zat organik itulah yang berguna untuk kesuburan tanah. Shingga unsur hara tanah menjadi semakin baik, yang akhirnya dapat meningkatkan produktivitas tumbuhan. Contoh pengurai dalam ekosistem sawah misalnyai cacing, bakteri dan jamur.

  1. Manusia

Manusia merupakan salah satu faktor dalam contoh lingkungan abiotik yang justru berperan besar dalam mengolah dan mengelola ekosistem sawah itu sendiri. Manusia bisa melakukan berbagai upaya untuk tetap mempertahankan keseimbangan ekosistem sawah.

Misalnya melakukan upaya pembibitan, pengairan, penyiangan terhadap gulma tanaman, pembasmian hama tanaman, dan berbagai aktivitas lainnya agar ekosistem sawah mampu menghasilkan produktivitas yang yang tinggi.

Komponen abiotik

Kompone abitotik adalah komponen dalam ekosistem yang berupa segala sesuatu yang tidak hidup tapi turut berpengaruh terhadap berjalannya siklus energi yang ada di sawah. Contoh komponen abiotik dalam ekosistem sawah, antara lain:

  1. Tanah

Tanah merupakan komponen abiotik utama bagi tanaman, tak terkecuali tanaman yang ditanam di sawah, karena tanah perperan utama sebagai tempat tumbuhnya tanaman. Oleh sebab itu, berbagai jenis tanah harus dikelola dengan baik, misalnya dengan cara dibajak, agar kesuburannya tetap terjaga dan mendukung untuk dijadikan sebagai tempat bercocok tanam.

  1. Nutrisi dalam tanah

Pada dasarnya tanah bukan hanya berperan penting sebagai tempat tumbuhnya tanaman, tapi nutrisi yang terkandung di dalamnya, seperti fosfor, kalium, kalsium, dan mineral-mineral lainnya sangat penting dalam menunjang tumbuh kembang tanaman. Nutrisi tersebut bisa diperoleh melalui pemukukan, baik pupuk organik maupun pupuk yang anorganik.

  1. Air

Selain nutrisi, air tentunya juga tak kalah penting dalam menunjang tumbuh kembang tanaman karena dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perubahan struktur dan organ tumbuhan. Bahkan bukan hanya tanaman, semua organisme hidup memerlukan air.

Dalam ekosistem sawah, air bisa diperoleh melalui berbagai sumber yang dialirkan melalui saluran irigasi ke pematang-pematang sawah. Air irigasi bisa berasal dari sungai, waduk atau bendungan, atau bisa juga bergantung pada air hujan.

  1. Cahaya Matahari

Cahaya matahari merupakan komponen abiotik yang sangat berperan penting dalam fotosintessis tanaman.  Fotosintesis ialah proses pembuatan makanan yang dilakukan oleh tumbuhan hijau melalui proses biokimia pada klorofil dengan bantuan cahaya matahari.

Dalam proses tersebut, energi dari cahaya matahari bereaksi dengan 6 molekul karbon dioksida (CO2) dan 6 molekul air (H2O) untuk menghasilkan 1 molekul glukosa (C6H12O6) dan 6 molekul oksigen (O2).

  1. Suhu

Suhu ialah kondisi yang menunjukkan derajat panas atau dingin suatu benda atau lingkungan.  Suhu turut berpengaruh secara langsung/tidak langsung terhadap kehidupan tanaman pada ekosistem sawah.

Peran suhu tersebut dalam ekosistem diantaranya yaitu: mempengaruhi proses metabolisme makhluk hidup, mempengaruhi kondisi pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup, mempengaruhi dekomposisi bahan organik, mempengaruhi ketersediaan oksigen dan karbon dioksida di lingkunganmempercepat proses penguapan.

  1. Kelembaban

Kelembaban ialah kadar air yang terdapat di udara. Kelembaban berpengaruh terhadap proses penguapan air dari permukaan tubuh makhluk  hidup.Laju penguapan mempengaruhi ketersediaan air di dalam tubuh makhluk  hidup.

Masing-masing makhluk hdup memiliki respon yang berbeda-beda terhadap kelembaban lingkungan yang berbeda-beda pula. Kelembaban berperan dalam mempengaruhi kecepatan penguapan air dari permukaan tubuh organisme yang selanjutnya mempengaruhi kemampuannya untuk bertahan terhadap kekeringan.

  1. Angin

Angin ialah udara yang bergerak karena adanya perbedaan suhu diantara dua tempat. Kekuatan angin akan mempengaruhi karakter tumbuhan. Daerah yang biasa dengan tiupan angin yang kencang/kuat, maka hanya dapat ditempati oleh tumbuhan yang liat dan berakar kuat. Selain itu, angin juga bisa berperan dalam sebagai alat penyebaran biji dan spora.

  1. Udara

Udara juga memiliki peran penting dalam ekosistem sawah, diantaranya yaitu nitrogen yang berfungsi untuk membentuk protein, karbondioksida yang berfungsi untuk membantu tanaman dalam melakukan fotosistesis yang dapat menghasilkan oksigen. Oksigen inilah yang berfungsi bagi makhluk hidup lainnya untuk bernafas.

Itulah bahasan lengkap yang bisa kami uraikan pada segenap pembaca berkaitan dengan contoh ekosistem sawah dalam komponen biotik dan abiotik beserta penjelasannya. Semoga memberikan wawasan dan menambah pengetahuan bagi semuanya.

Sumber Referensi
  1. Paddy field dari en.wikipedia.org
  2. Scheme of Paddy Field Ecosystem
Gambar Gravatar
Diah Ainurrohmah Adalah Alumni Jurusan Geografi dan Saat Ini Sedang Proses Penyelesaian Program Pascasarjana Geografi di Kampus Negeri Jawa Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *