Pengertian Konservasi, Jenis, Tujuan, Manfaat, dan Contohnya

Diposting pada

Konservasi Adalah

Pengertian sumberdaya alam di Bumi meliputi udara, air, tanah, mineral, bahan bakar, tanaman, dan hewan. Konservasi adalah kegiatan untuk merawat sumber daya tersebut sehingga semua makhluk hidup dapat memperoleh manfaat untuk masa sekarang dan di masa depan. Semua hal yang kita butuhkan untuk bertahan hidup, seperti makanan, air, udara, dan tempat tinggal, berasal dari sumber daya alam. Akan tetapi mnusia sering mengekploitasi sumber daya alam. Hewan diburu. Hutan ditebang hingga habis pepohonannya. Tanah yang subur hilang oleh erosi karena praktek pertanian yang buruk. Persediaan bahan bakar habis. Air dan udara tercemar.

Jika sumber daya dikelola secara sembarangan, banyak yang akan habis. Jika digunakan dengan bijaksana dan efisien, bagaimanapun, sumber daya terbarukan akan bertahan lebih lama. Melalui konservasi, orang dapat mengurangi limbah dan mengelola sumber daya alam secara bijaksana. Untuk memperjelas pemahaman kita tentang konservasi, artikel ini akan mengulas tentang pengertian konservasi, jenis, tujuan, manfaat, dan contohnya.

Konservasi

Konservasi adalah pelestarian lingkungan atau perlindungan. Kata konservasi berasal dari bahasa Inggris yaitu Conservation yang artinya pelestarian atau perlindungan.

Konservasi juga dapat diartikan sebagai upaya perlindungan, pelestarian, manajemen, atau pemulihan lingkungan alam dan komunitas ekologi yang menghuninya. Konservasi pada umumnya diadakan untuk mengelola penggunaan jenis sumber daya alam agar memberikan kebermanfaatan kepada manusia pada saat ini dan kebermanfaatan secara sosial dan ekonomi yang berkelanjutan. Konservasi dapat dilakukan oleh berbagai orang, termasuk konservator, teknisi dan relawan.

Konservasi dapat dilakukan sebagai upaya pencegahan atau konservasi preventif kerusakan sumber daya alam maupun upaya konservasi remedial.

Konservasi Preventif

Praktik konservasi preventif berupaya untuk mencegah kerusakan lingkungan hidup yang terjadi. Tujuan dari konservasi preventif adalah untuk mempertahankan, dan jika mungkin meningkatkan, kondisi suatu objek, serta mengelola risiko kerusakan, seperti penanganan dan kondisi lingkungan.

Konservasi Remedial

Konservasi remedial praktiknya dapat bervariasi, mulai dari perbaikan terkecil hingga penggantian atau restorasi penuh. Prinsip-prinsip konservasi remedial termasuk melakukan sesedikit mungkin (‘pelestarian minimal’) dan konsep ‘reversibilitas‘ atau ‘re-treatability‘.

Tujuan dari konservasi ini adalah untuk menghindari perubahan objek sedemikian rupa sehingga tidak dapat dikembalikan ke keadaan sebelumnya.

Pengertian Konservasi

Pengertian konservasi adalah penggunaan, peningkatan, dan perlindungan sumber daya manusia dan alam dengan cara yang bijaksana, memastikan derivasi dari manfaat ekonomi dan sosial tertinggi secara berkelanjutan atau jangka panjang.

Konservasi dicapai melalui teknologi alternatif, daur ulang, dan pengurangan limbah dan pembusukan, dan (tidak seperti pelestarian) menyiratkan konsumsi sumber daya yang dilestarikan. Baca juga; Pembangunan Berkelanjutan: Pengertian, Ciri, dan Contohnya

Pengertian Konservasi Menurut Para Ahli

Adapun definisi konservasi menurut para ahli, diantaranya yaitu:

Alison Backer

Konservasi dapat dimakanai sebagai proses yang dilakukan dengan berkesinambungan terhadap sumber daya alam, sehingga dapat bertahan dan dipergunakan oleh generasi sekarang atau generasi masa depan.

Mochamad Hadi

Konservasi merupakan penghematan yang dilakukan dalam penggunaan Sumber Daya Alam (SDA) yang berdasarkan hukum alam.

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990

Konservasi sumber daya alam hayati ialah pengelolaan sumber daya alam hayati yang pemanfaatannya dilakukan secara bijaksana untuk menjamin kesinambungan persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas keanekaragaman dan nilainya.

IUCN

Konservasi ialah kegiatan mamanajemankan kehidupan manusia dan sumber daya alamnya sehingga dapat dipertahakan atau dilestarikan bagi kehidupan.

Jenis-Jenis Konservasi

Konservasi dapat dilakukan pada bermacam-macam sumber daya berikut ini, antara lain:

Konservasi Air

Menurut WHO, lebih dari satu miliar orang di seluruh dunia tidak memiliki akses pada air minum yang bersih. Di Amerika Serikat, negara bagian barat mungkin menghadapi krisis air sendiri karena meningkatnya populasi dan terbatasnya ketersediaan air yang telah diolah.

Ketersediaan air bersih dipengaruhi oleh polusi. American Rivers memperkirakan bahwa sekitar 40 persen sungai dan aliran AS terlalu tercemar bahkan untuk tujuan rekreasi. Mempertimbangkan bahwa kebanyakan orang Amerika bergantung pada air permukaan seperti danau dan sungai, kebutuhan untuk menghemat air lebih mendesak.

Oleh karena itu perlu dilakukan konservasi untuk kembali memaksimlakan fungsi air, yaitu upaya mengelola sumber daya air yang dilakukan secara bijak dengan memperhatikan manfaat yang didapat serta mempertahankan komponen penyusunnya agar dapat dinikmati di masa mendatang.

Konservasi Tanah

Pengelolaan pada lapisan tanah yang buruk, misalnya penerapan metode pertanian yang buruk dengan cara menanami tanah dengan tanaman yang sama berulang kali (monokultur) dapat berdampak pada hilangnya humus sangat penting sebagai nutrisi tanah. Saat ini, praktik pertanian dan pengelolaan lahan memfokuskan konservasi tanah sebagai cara untuk memastikan kualitas nutrisi tanah dan mencegah terjadinya pengertian pencemaran air.

Konservasi tanah merupakan serangkaian strategi pengaturan untuk mencegah erosi tanah dari permukaan bumi atau terjadi perubahan secara kimiawi atau biologi akibat penggunaan yang berlebihan, salinisasi, pengasaman, atau akibat kontaminasi lainnya.

Konservasi Hutan

Manfaat hutan senantiasa menyediakan habitat bagi hewan dan tumbuhan. Hutan menyimpan karbon, membantu mengurangi dampak pemanasan global. Hutan juga berfungsi untuk melindungi tanah dengan mengurangi limpasan. Hutan dapat menambahkan nutrisi ke tanah melalui serasah daun, serta menyediakan sumber kayu bagi manusia.

Akan tetapi, terjadinya deforestasi menghancurkan habitat satwa liar dan meningkatkan erosi tanah, melepaskan gas rumah kaca ke atmosfer, yang berkontribusi terhadap pemanasan global.

Oleh karena itu diperlukan upaya konservasi hutan dengan melakukan praktek kehutanan yang berkelanjutan, yang sangat penting untuk memastikan kita memiliki sumber daya hutan dengan baik di masa depan. Salah satu praktik ini adalah membiarkan beberapa pohon mati dan membusuk secara alami di hutan.

Konservasi Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman hayati adalah berbagai makhluk hidup yang mengisi Bumi. Produk dan manfaat yang kita dapatkan dari alam bergantung pada keanekaragaman hayati. Ketika suatu spesies menjadi punah, ia akan hilang selamanya. Kepunahan tersebut dapat diakibatkan oleh perburuan, polusi, perusakan habitat, mempercepat hilangnya keanekaragaman hayati pada tingkat yang mengkhawatirkan.

Oleh karena itu perlu dilakukan upaya perlindungan atau konservasi keanekaragaman hayati untuk memastikan kita memiliki sumber makanan yang melimpah dan beragam.

Konservasi Lahan Basah

Lahan basah memberikan perlindungan terhadap banjir serta habitat bagi tumbuhan dan satwa liar. Badan Perlindungan Lingkungan AS memperkirakan bahwa sepertiga spesies yang terancam dan terancam punah di negara itu sangat bergantung pada lahan basah, sehingga menjadikannya salah satu dari jenis konservasi yang diperlukan untuk mencegah kerugian lingkungan lebih lanjut.

Upaya konservasi mungkin berfokus pada restorasi habitat lahan basah melalui kontrol terhadap spesies invasif, yang dapat bersaing dengan spesies asli. Metode lain termasuk pencegahan limpasan ke lahan basah melalui strip penyangga yang ditanam berdekatan dengan saluran air.

Konservasi Padang Rumput

Padang rumput adalah salah satu ekosistem yang paling terancam di dunia. Tanah padang rumput yang kaya menyediakan lingkungan yang ideal untuk tanaman pertanian. Prairies telah mengalami kerugian lebih dari 90 persen di beberapa negara bagian seperti Iowa dan Illinois. Seperti lahan basah, padang rumput menyediakan habitat yang berharga bagi tumbuhan dan satwa liar. Mereka juga dapat memainkan peran dalam melestarikan sumber daya alam lainnya seperti tanah.

Konservasi Energi

Meningkatnya biaya bahan bakar fosil dan meningkatnya masalah lingkungan telah menjadikan konservasi energi sebagai prioritas utama bagi pemerintah dan individu. Konservasi energi dapat menjadi sesuatu yang sederhana seperti mematikan lampu ketika kita meninggalkan ruangan.

Ini juga dapat melibatkan solusi yang lebih kompleks seperti pembangkit listrik bahan bakar alternatif. Tujuan dari konservasi energi adalah untuk menyeimbangkan kebutuhan energi dengan dampak lingkungan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Ditinjau dari tempat dilakukannya konservasi, konservasi dapat dilakukan secara in situ dan ek situ.

Konservasi In situ

Konservasi in situ artinya melindungi hewan atau tumbuhan yang terancam punah di habitat aslinya. Konservasi in situ menyelamatkan spesies dari pemangsa atau melindungi dan membersihkan habitat itu sendiri. Konservasi in situ meliputi program-program seperti taman nasional, cagar alam, suaka margasatwa, dan zona perlindungan lahan basah. Jenis konservasi ini efektif ketika jumlah individu yang terlibat cukup besar.

Konservasi Ex situ

Konservasi ek situ artinya konservasi yang dilakukan di luar tapak (habitat asli); pendekatan ini melindungi suatu spesies dengan memindahkan dan merelokasi bagian dari suatu habitat yang terancam ke habitat yang dilindungi, yang mungkin merupakan area liar atau area yang dirawat. Contoh upaya ex situ termasuk taman safari, kebun binatang, akuarium, kebun raya, pembibitan, dan bank benih.

Tujuan Konservasi

Secara umum tujuan konservasi adalah pelestarian biosfer yang berfungsi penuh sebagai satu-satunya habitat manusia. Itu memerlukan pelestarian berbagai potensi genetik dalam spesies, spesies dalam semua keragaman intrinsiknya.

Upaya konservasi memiliki beberapa tujuan, diantaranya yaitu:

  1. Untuk preservasi, artinya suatu upaya untuk perlindungan SDA (Sumber Daya Alam) terhadap segala bentuk eksploitasi komersial.
  2. Untuk restorasi, yaitu koreksi atas kesalahan masa lalu yang dinilai membahayakan produktivitas SDA (Sumber Daya Alam).
  3. Untuk penggunaan SDA seefesien mungkin, agar kiranya genrasi penerus dapat ikut merasakan kekayaan Sumber Daya Alam.
  4. Untuk mencari soslusi atas sumber daya alam  yang dinilai menggurang atau menipis.

Manfaat Konservasi

Upaya konservasi memiliki beberapa manfaat, diantaranya yaitu:

  1. Untuk melindungi kekayaan ekosistem alam dan memelihara proses – proses ekologi maupun keseimbangan ekosistem secara berkelanjutan.
  2. Untuk melindungi spesies flora dan fauna yang langka atau hampir punah.
  3. Untuk melindungi ekosistem yang indah, menarik dan juga unik.
  4. Untuk melindungi ekosistem dari kerusakan yang disebabkan oleh faktor alam, mikro organisme dan lain-lain.
  5. Untuk menjaga kualitas lingkungan supaya tetap terjaga, dan lain sebagainya.

Contoh Konservasi

Adapun beberapa contoh upaya konservasi baik secara in situ maupun ex situ, diantaranya yaitu:

Konservasi In Situ

Contoh dalam konservasi in situ ini misalnya saja sebagai berikut;

Taman Nasional

Taman nasional ialah kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi. Taman nasional sebagai salah satu jenis kawasan konservasi karena dilindungi, biasanya oleh pemerintah pusat, dari perkembangan manusia dan polusi.

Contohnya Taman Nasional Ujung Kulon di Banten, Taman Nasional Meru Betiri di Jawa Timur, Taman Nasional Gunung Leuser di Sumatera Utara.

Cagar Alam

Pengertian cagar alam ialah suatu kawasan suaka alam yang karena keadaan alamnya mempunyai kekhasan tumbuhan, satwa, dan ekosistemnya atau ekosistem tertentu yang perlu dilindungi dan perkembangannya berlangsung secara alami. Contohnya Cagar Alam Kawah Ijen di jawa Timur, Cagar Alam Karang Bolong di Jawa Tengah, Cagar Alam Cibodas di Jawa Barat, Cagar Alam Waigeo Barat di Papua Barat.

Suaka Margasatwa

Pengertian suaka marga satwa merupakan kawasan hutan suaka alam yang mempunyai ciri khas berupa keanekaragaman dan atau memiliki keunikan jenis satwa yang membutuhkan perlindungan/ pembinaan bagi kelangsungan hidupnya terhadap habitatnya. Contohnya Suaka Margasatwa Paliyan dan Suaka Margasatwa Sermo di Yogjakarta, Suaka Margasatwa Buton Utara di Sulawesi Tenggara.

Taman laut

Taman Laut merupakan tempat perlindungan kawasan atau ekosistem bawah laut yang dilakukan oleh pemerintah setempat. Kawasan taman laut ini biasanya dilakukan untuk melakukan pencegahan terhadap kepunahan atau pengrusakkan keragaman hayati di daerah setempat.

Contohnya Taman Laut Banda di Maluku Tengah, Taman Laut di Sulawesi Utara, Taman Laut Raja Ampat di Papua.

 Konservasi Ex Situ

Adapun untuk contoh konservasi ex situ antara lain adalah sebagai berikut;

Kebun Raya

Kebun Raya merupakan kumpulan tumbuh-tumbuhan di suatu tempat yang berasal dari berbagai daerah untuk tujuan konservasi, ilmu pengetahuan, dan rekreasi. Contohnya Kebun Raya Bogor di Jawa Barat, Kebun Raya Purwodadi di Jawa Timur, kebun raya cibodas, kebun raya baturaden.

Kebun Binatang

Kebun binatang (bonbin) atau taman margasatwa merupakan tempat hewan dipelihara dalam lingkungan buatan, dan dipertunjukkan kepada publik. Kebun binatang berfungsi untuk tempat rekreasi, tempat pendidikan, riset, dan tempat konservasi untuk satwa terancam punah. Contohnya Kebun Binatang Gembira Loka di Yogjakarta, Kebun Binatang Bandung.

Taman Safari

Taman Safari merupakan tempat wisata keluarga berwawasan lingkungan yang berorientasi pada habitat satwa di alam bebas. Taman Safari di Indonesia terletak di Desa Cibeureum Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat atau yang lebih dikenal dengan kawasan Puncak.

Fungsi taman ini adalah sebagai penyangga Taman Nasional Gunung Gede Pangrango di ketinggian 900-1800 m di atas permukaan laut, serta mempunyai suhu rata-rata 16 – 24 derajat Celsius.

Demikianlah kesimpulan mengenai materi pengertian konservasi menurut para ahli, jenis, tujuan, manfaat, dan contohnya. Semoga melalui artikel ini bisa memberikan wawasan serta menambah pengetahuan mendalam bagi segenap pembaca sekalian. Trimakasih,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *